![]() 19
kcrja
yang
bia·::;:
diaplikasikan
kc scmua
proyek
piranti
luook.,
tanpa
meiiliat
ukuran atau
komplcksitasnya.
j
Ker<UJ.gk.a Xet;a Pross "C"m'lf::'.
I
11\l±iv'b< '{c,-<Tigka KccjK
I
H.angkaian Tu.gas
i
Tuga_s
Gambar 2.2 Proses
piranti
lunak
Reknyasa piranti
]unak
institute
LSEll
tc.lah
mengembangkan
model
komprehensif
yang
didasarkan
atas
sekumpulan
kapabilitas
rekayasa
piranti
lunak
yru1g
harus
ada
sebagai
organisasi
yang
mt;;ncapai
tingkat
kematangan
proses
yang
bcrbcda. Pendekatan SEI
memberikan
sebuah
pengukuran
terl!adap efdctivitas
global
dari
selmah
praktek
perekayasaan
piranti
lunak
perusahaan
dan
membangun
lima dngkat
kematangan
proses,
yang
didefinisikan dengan cara
berikut ini :
I..eve] t :
Initial -
Proses peranglrnt
1unak
yang
ditanda1
sebagai ad
hoc,
dan
l!ahkankadang-kadang
bersifut kacau (chaotic),
Level2
Repeatable- Proses-proses
manajemen
proyek
dasar
dibangun
tmtuk
mcnelnmri
masalah biayjad.wal, <lan fungsionalitas
|