|
presentation"(p.508-509).
Dcmikian.
yang din.yatal(311
olch Wild,
Bernstein,
dan
Subramanyam (2001).
ll.lO
Analliisis Diskriminan
Weston
dan Copeland
Yang
ditetjemahk;m
oleh
Kibnmdoko,
Wasana.,
&
Dipokusumo
(1999)
menyatakan
bahwa,
"'Rasio-rasio
kcuangan
membcrikan
indikasi
tentang
kckuatan
keuangan
dari
suatu pe:nasahaan. Keterbatasan
analls1s
rasio
tllnbul
dari
kenyataan
bnhwa
metodclogffiya pada dasamya ber::;ifat satu pcnyimpangan (univariate),
yang
artinya
setiap
rasio
diuji
terpisfui..
Pengaruh
komhi.nasi
dari
bcberapa
rasio
hanya
didlasarkan
pada
pertimbang;;m
pam analis
keuangan. Oleh
karena
itu,
untuk
menga.tasi
kekurangan
dari
anallsis
rasio
maka
perlu
dikombinasikan
berbagai
rasio agar
menjadi
suatu
model
prediksi
y(]ng
berarti
Untuk tujUBn tersebul
digun.;1kan dua
teknik
statistik
yaitu
anaHsis
regresi
dan
di:.lkrimimm. .Analisis
regresi
menggunakan
data
masa
lampau
untuk
mempredil\.si
nilai
yang
aka.n
datang
dari
suatu
variable
tidak
bebas
(dependent
variable),
sedangkan
rumlisis
diskrimimm
menghasilkan
::;uatu indeks
yang
memungkinkan
ldasi!ikasi
dmi
suatu
pengamatan
meJ,1jadi satu
dar-i
beberapa
pengdompokan yang
bersifat
a
priori.
Masalah umum
dari
klasifikasi
timhul
jika
seorang
ana11s mempunyai
ciri-ciri
pengamataJl
tertentu
dan
mengharapkan
klasifikasi
tersebut
mcnjadi
f;atu
dari
beberapa
kategori
yang
d.itentukan
sebelun:mya,
berdasarrkan
ciri-ciri
tc.rscbu:t Sebagai
contoh,
seorang
au.alis
keuangan
merniliki
bcrbagai rasio
keuangan
dari
suatu_ perusahaan
dan
ingin
menggunakan
rasio
tersebut
untuk
mengk1a..o;;ifikasikan
ap:akah
suatu
perusahaan
pailit
ataukah
tidak
pailit.
Analisis
diskliminan
merupakan
salah
satu
teknik
statistik
yang
bias
digm1akan
untuk
pcngklasifikasian yang
Jcmikian.
|