Home Start Back Next End
  
34
Pada saar
pelatihan, sinyal
dikirim
dalam
arah
yang
sebaliknya
(umpan
balik),
koneksi
ini
dapat
dilakukan
dengan
mengatur
algoritma
pelatihannya. Tujuan
pengaturan
bobot
koneksi
ini agar
dapat
meminimalkan
perbedaan
yang
terjadi
antara
nilai keluaran      
jaringan dengan
nilai keluaran yang diharapkan.
b.
Teknik Pelatihan dengan Tanpa Pengawasan (Unsupervised
Learning)
TektJik
ini
tidak
rnemer!ukan
keluaran target, sehingga tidak
ada
nilai
pembarrding
yang dilakukan. Rangkaian pelatihan
hanya
memerlukan
nilai masukan danjaringan
menyesuaik:an· :;endiri
keluarannya
sampai 
hasi!nya
konsisten.
Lebih 
banyak
digunakan untuk menghasilkan po!a keluaran yang sama.
2.14 
Konsep
Dasar
Jarillgan Saraf 
Propagasi
Balik
Jaringan
Saraf
Tiruan
Propagasi Balik
merupakan
salah
satu
jaringan
yang
penting
dalam
perkembangao
Jaringatl
Saraf
Tiruan.
Aplikasi
Propagasi
Balik
dapat
ben:pa :!engan robot, pemrosesan citra, pemrosesan sintesis pengucapan, dan lain-lain.
Metoda pelatihan dengan Propagasi Balik
ini
pertama kali dikemukakan oleh
Werbos
(1974)
dalamjudul
disertasinya di Harvard University, yaitu:
"Beyond   Regression 
:
New   Tools 
for 
Prediction   and 
Analysis 
in 
the
Beha:-eioral Sciences"
yang kemudian dikembangkan lagi oleh
Parker (1985)
dalam !aporan
tekuisnya di MIT
yang berjudul
"Learning  Logic" (Patterson, 1996,
pl44).
T
ujuan Propagasi
Balik
ini
ada!ah
untuk
mendapatkan
keseimbangan
antara
kemampuan bereaksi
terhadap pola
masuk:an
saat
pelatihan
dengan
pola
masukan saat
'
dijalankan. Atau dengao kata lain, berusaha
meminirnalkan perbedaan antara nilai
keluaran
dari
jaringan dengan
nilai
kel uara11.
yang
diharapkan
(sasaran
saat
pelatiha.'l
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter