|
\[
I
i
i
Ketiga
sinyal di
atas,
dibawa dengan menggunakan
sebuah
kahel koaksial,
sehingga
ketiga
sinyal
tersebut
harus
dikombinasikan
met>Jadi
satu,
di
mana
amplitude
men:yatakan tingkat
huninar:sinya,
dengan
sinyal
pacta
tingkat
kecerahar:
no!merupakan
sinyal
pemadaman
(blanking signal)
dan
sinyal pulsa
di
bawah
tin s'kat kecerahan
no!
merupakan
sinyal
siukronisasi. Di
mana
Iebar
pulsa
tersebut
meuentukan apakah
sinyal
tersebut
adalah sinyal sinkronisasi
horizontal atau
vertikaL
Untuk
sistem
video
yang berwama, maka sinyal
video
komposit
ini
juga
akan
membawa
inforrnasi
wama
yang dimiliki
objek tersehut.
lnfonnasi wama
(chrominance)
!erdiri
dari hue,
yang menentukan
jenis wama,
serta saturasi yang
menentukan
tingkat
intensitas
wama
tersebut.
Umumnya sinya!video
ini
memiliki
amp!itudo
sebesar
Konstruksi
sinyal
video komposit
ini dapat dilihat
pada gan1bar di
bawah
ini :
Av.\51Field 110DDI
Sir.ya!
PERJODA PEMADAMAVERT!ML -----,
'lid";'\
Akh,Fieid2(Even)
I
I
r
PuNC K
Bw'l
!
'
IL Pul!H
v
\;\{\ /\(li
h·,I.; hlJ )L nTAM
I
f7 vn
u
h
Y
fJ1ru1r tf1Jl11JlJ1fLIU1lTfuulJ
u
\
r
l
.
H
1- PJLSA
-J-
PI'S!ODA
+-
PULSA
_J
SINYAL
SINKRGNISASI
S4 uS
I'
P<ONYAMA
S!NKRONISASi
I
PHIYAMA
II
HllRIZDNTAL
VERTIKAL
I
Gambar 2.4 Sinyal
Video
Komposit
Padz gambar
di atas terlihat
jelas ada
beberapa
bagian
sinyal, antara
lain
:
Sinyal
sin.vonisasi vertikaL
Sinyal
ini
merupakan
sinyal
yang
berbentuk
pulsa
yang
dipergunaka
-
n
untuk
memberitahukan
CRT
(cathod- ray
tube)
agar
mengawali
atua
mengakhiri
satu
field
pada
frame.
Sinyat
si.l.'.kronisasi vertikal ini
akan
terjadi setia:p selesainya
pene!usuran
|