Pe:nmgkat Ajar
BAB2
Menu
t
Cotton
(!997,
;Jerangkat
aJar 
dibutuhkan
da
mengembangkan pengetahuan
para siswa
di 
sekolah,
Melalui
perangkat 
ajar
siswa dapat
lebih mengetahui suatu  proses,
dibandingkan
hanva
sekedar  teori.
Perang1<at
ajar 
sebaga.i 
bantu
dapat  pula menggunak.an  bantuan  me
komput;:r,   dengan   menggunakan  suatu   so:ftware
khusus.   S(iftware  khusus
dikenal
dengan
sebutan Computer Assisted/Aided Instruction (C!J.lj.
:2..1.1.1
Sejamh CAl
Percobaatl 
penggurman 
komputer 
untuk 
memperlancar
pr
belajar-mengajar
di 
mulai
Amerika  Serikat 
;Jada 
a..ldnr
tahun 
1950
awal
tahun
1.960.
Se!anjutnya
istilah  perangkat
ajar 
yang  dikenal 
seba
CAT  
pertama
kali
diperkenalkan
oleh 
Untvasity of  Harvard
pada !a
1965
yang
kemudian
beke'ljasa.rr,a
dengan
IBM  
(International
Bus
lv!achine)                      
pada tahun
1968 d'lakukan
penelitian 
terh
ilnplen1entasi
dan penge1nbangan dari      
di Slanford.
tahun
1970-an
perkembangan CAI
berja!an lambat, kar
junalah perangkat
keras
yang 
terbates  dan
mahalnya
biaya. 
Setelab ta
i
980-art 
IBM 
memperkena!kan  PC-nya 
sehingga 
isti!ab  CAI 
me
sema!d.11
populer.
6
  
Menumt  
Chambers 
dan    Sprecher 
(1983, 
p6)    perangkat
berbasis
komputer 
muncu! dari 
sejumlah
disiplin 
ilmu.
Dari 
matemat
muncul 
program-progra1n 
membuat
semuanya
menjadi 
!
bermaTtfaat. 
Sedangkan
dari 
ilmu 
psikologi
muncul 
pengetah
mengenai  teori  belajar,  teknik.  be!ajar
dan
motivasinya.
:U.l.2 Pengerthm CAI
Menumt
Kearsle-<f 
(1983,
pl
), 
adalah cara  belajar 
yang 
a
pengj:;"ll!lll. hams 
melakulam
sesuatu  socara   berkesinamb
'lgan, 
sep
menjawab
pertanyaan,
memiiih 
topik,
bertanya
atau 
meng_kaji ulang
sebagainya.  Sedangkan 
menurut 
Schall  (1986,  pl90),   CAT  
meng
kepada
penggunaan komputer 
sebagai aiat 
bantu dalam
proses
bela
mengll:lar.
Menun.rt
dan 
Korostotf
984, 
ppl 
16),    CAI 
ad
prograrn
yang 
digunakan
menyed.iak&'1 
latihan
mengajaL.
mengulang 
atau
siswa 
sehingga
dapat 
menlngkat
penguasaaan  siswa terhadap
materi  yang
telah 
diajarkan
  
Menurut 
Ysewijn
(1992, 
p5) 
ada 
tahap 
pembuatan
perangkat
yaitu:
®
Taha.p Konsepsi
Pada 
pemncang
melalmkan
pengamatan
dan  studi  kelaya
dengan 
menggnnakan
dan 
kertas
menuang
ldenya 
merancang pera_?tg_lcat
ajar.
., 
Tahap Re alisa1>
Da!am  tahap 
perancang
menuangka.'l kc>nsep yang  telah
di.ran
Dalam
tahap 
menggunakan
kedua 
tahap 
diat.as 
u
membandingkan
dan  menguji   antara
tujuan
yang 
diharapkan
den
hasii  yang  telah 
dicapai
untuk 
mengurangi
kesala,han-kesalahan
y
mungkin timl:r.Jl se:sm:lalm
ra.
$
Drill  and
_j_"Dractice
JePis
ini
menitikberatkan pada 
pelatihan
yang  bernpa
evaluasi
bel
r.lisa.lnya
mengqji
kemampnan  user
me!aiui 
latihan 
be!ajar
kesalahan.   Cara
mula-mula 
dit&"T.pilkan suatu  
pertany
kemudian  user
akan  m<lm.berikan  jawaban
Jawaban 
dita,'ll
  
akau
dievaluasi,
U
·"
JJ
'
'n'u•
u
'--·
k
an
H
dertga
kemudian
menampi
initiative".  Socraric  berasal dari 
penelitian
dalam 
bidang
y
pertanyaan  berikutnya.
"
Tutorial
!\fenumt
Ysewijn(1992,
p
10),  jenls
pengajaran 
adalah 
pa
lengkap
dan 
digunakan 
sebab  yang  dit;!lm]piU:an
terl
dahulu    ada!ah 
per,gajarau 
da11  
kemudian 
diakhiri   den
evalaasl helajar.
@
 
Test
Dasar pembuatan
test
sangat 
luas,
tergantung strategi 
dipilih
metoda 
yang 
dipakai 
sesuai 
dengan
ti.pe 
pertanyaan. 
Pemili
strategi  dan
metoda
sangat 
mempengamhi
pemilihan  pertanylll!m
penentuan
ni!ai 
serta
mekanisme  
umpan 
b
Sedangkan
mempengaruhi
mated
presentasi
tampilan
!ayar.
111
Simulasi
SimJlasi  yang  
berorientasikan
CAI  memiliki beberapa
karakteri
dari  kecerdasan buatan
berbasiskan
CM. 
Dalam
simulasi terd
suatu usaha untuk
mtm;,rao:mi
k<"  aan.
yang 
sesunggulL"lya.
Socratic
Socratic 
berisi percakapan
atau 
dialog antara peserta pelatihan den
komputer 
dalam
language_
Bih 
peserta
pelatihan
komputer
dapat m<::ll}awab sebuah pertanyaan rnaka disebut
"mi
  
multimedia 
adal.ah
memerlukan  penanganan  
data   se
dibandingkan
dengan 
dunia  pendidikan   atau  bk!ang  CPJ 
itu  sen
So,cnictic juga  ditujukan 
untuk   melakukan
dalam 
nat
dan 
tmtu.!;:
memahami 
apa 
yang 
diinginkan 
pes
berbasis
komputer yaitu
sebagai
berikut:
1. 
User  
Friendly, 
ma.k.:sudnya dapat   dengan  
mudah  
digunakan
2. 
mudah  dimengerti,  misalnya
dengan  adanya 
h
dapat 
diguna.l.::an pemakai 
awal 
untuk 
membantu 
da
menggunakan perangkat  ajar.
3. 
1
:..v
\ljjembutuillatn
wa,..¹_
'*
:
.u
b'
e
HlJar
·
yang rnL
·11·
lmum.
5.   Dapat  btTguna bagi sebagian
besar
kalangan
pemakal.
:VIenurut                    (1993,  pi),   multimedia    adalah
s
peuggabunga.n    antara              atau  
iebih    media   
dalam   
suatu   
apl
komputer.                      
menurut       .'\.'tdleigh  
dan  
Thak:rar   (1996,
  
dinamis yang  meacalrup
penggahungan
teks,  suara,  video  dan  anim
gambar.
Multimedia
.ruga 
memungkir>J\:an 
kita 
untuk
mengguna
kombinasi
terbaik 
dari  
media
untuk 
menampilkaJl
infom1asi  
yang te
dengan situasi tertentu,
Sedangkar1
multimedia 
adaiah 
sistem 
y
menggu.nru
'can
'be ih.
¹
satu
presentasi secara
bersamaan
melibatkan
keikutse1taan
pemakai 
uu.tuk 
memberi
perhrt
mengendalikan, dan
manipula$i.
Menumt 
Andleigh    dan  
Tl1akrar  
(!996, 
pp33-35)
kompon
komponen
multimedia terdiri
dari:
*
Teks
(text)
Teks
adalah
tipe  data 
yang
palh;g
sederhana
me.merlukan tem
penyimpamEl   yang
paling   kedl.
Teks  juga  
sangat  bergu.11a
m1
menyampaikan inforrnasi secara
!angsung kepada
user.
Sedangkan  
Hypertext
adalah 
aplikasi 
da.-i
yang 
menyedia
indeks untuk memungkinkan
pencar!Q'l
yang cepat
antara satu 
sim
informasi
dal&'Il
dengan simpul 
yang
la1rilya,
Gambar
(Image)
f"r<tiT'har  (Image)
adalah
semua
obyek
yang
direpresentasikan 
sec
visual  dalam 
hentuk
2
dimensi. atau 3 di'11ensi.
  
"
Suara (Audio)
(Audio)
dapat 
cibagi  rnenjadi  beberapa   kategori   ya[tu  rnu
pembicaraan manusia (t>peech) dan
etek
suara.
Untuk
dapat
membuat 
suara   ya11g
dapat 
diterima
oleh   teli
manuS:a. trekuensi  s:uara haru.s dipertahankan antara
20-20.000
"
A,'Jimasi
Animasi 
adalah 
ilusi   gera.l.um
yang 
dihasilkan 
o!eh   penay&'1
gambar
diam  
secara 
berurutan
dengan
kecepatan  
15-20   .frame
detik.
:U.3 
Prototyping
2.1.3.1 Pengertian
Prototyping
MemrruPressr.:an (1997,
pp32-34) 
prototyping  
adalab   su
o:n:.s;;s yang
memungkiEkan 
developer
membuat  
uatu
model 
soft
Seorang developer
seri11.gkaH
tidak
mengetahui   pasti  efisiensi 
dari 
su
algoritma.
dan  
penyesuaiannya
terhadap  
sistem 
operasi 
se
ta 
bagaim
bentuk
perancangan
yang
baik.
Dai.am 
situasi 
te;sebut 
paradigma
prototyping 
ma
memberikaa 
pemecahan
yaJ1g
paling 
baik.
Karena
den
mengembangkan
model 
prololyping,
sistem
da:;::at 
dikembangkan sec
ber::ahap
sehingga 
me
nberikan
kepuasan
kepada  pemakai
(us
dan
memungkinkan
untuk
pemeliharaan
JiUlgi<:a
panjang.
  
2..L3.2
Tahap-taba.p Prototyping
<>
Tabap  Pengumpdan Data
(Requirements Gathering)
Dala'n
tahap
ini
developer 
mengumpu!kan data-data 
untuk
dijadi
sebagai bahan
dasar  dalam  penyusuruu"J
prototype.
Pada  tahap
ini
developer 
merepresentasikan aspek-aspek
piranti  !u
user
melalui 
pendekatan input
dan   format-fon
output
untt1k
menkonstruksikan prototype.
"
Iahap Evaluasi
Prototype 
dihasilkan
akan 
dievaluasLI.;an 
o!eh  
user 
un
menyaring
kebutuhan-kebutuhan 
bagi 
pu·anti 
luna<;:
y
tersebut
dilakukan 
untuk 
menyempurna
keperluan
piranti lunak.
®
Tahap Penyesuaian
Pmtotype
akan 
d;sesuaikan
untuk 
memberikan kepuasan
kepada
u
dan
memungkinkan untuk
pemeliharaan
jangka  panjang.
F..nbung3n 
antara 
tahap-tahap 
tersebut
dapat   digambarkan 
seba
berikut:
  
I
Product
Requirements
Gathering dan
Refinement
;--
Quick
Design
Building
n.
1
Customer
E:_aluation of
!
f'rototypmg
Gambar  2.1
Tahap-tahap Protot;ping
Pengeman Jnteraksi Manusia
da11
Komputer
!vfenuwt
Shneidennan
(1992,
pl5), 
Interaksi
Manusia
Komputeadalah  disiplin 
yang 
berhubungar:
dengan 
penu>can
evaluas 
implementasi
sistem  komputer
mteraktif   untuk  diguna
oieh manusia.
Menumt 
Sneiderman
(1992, 
pplS-18),
piranti 
1unak 
yang   b
dan 
dapat
berinteraksi
dengan
pemakaiDya
(user  friendly) 
ha
memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut:
Waktu
be!ajar 
singkat, 
sehingga 
pemakainya
lebih    ce
  
Kecepatan   penyajian  informasi  yang 
tersedia   adalah  yang 
pal
<::kurat
'!:>  
Tingkat kesalahan pemakai
yang
reudah.
'!:>  
Mudah dihafal sesuai jangka waktu
Kepuasa.'l
pemakai,
maksudnya  setiap 
pemaka.i dapat 
meras
manfaat dari
ph:?Jlti
!ural.;: yang te!ah dibuat serta memsa puas.
2.1.4.2 Tujmm Rekayasa Sistern !nteraksi
M:umsia
Kmnputer
"'
Fungsi
yang
sesuai
Da!am 
merancang
s1s1:em terlebih <:mltlUIU ha."Us
memastikan apa
y
hams
dilalrukan, 
sebab jika 
fungsi
tidak
sesuai
akan  
mengeoow
user.           
hal   itu  
terjadi   maka 
sistem
af',.an ditolak
atau  t
di.<r®faatkan.
"
Keha11dalarr,
Ketersediaw
Keamanan"
dan
!ntegritas
Data
Sisrem yang dibuat
haruslah sesW!i 
dengan apa yang diinginkan u
selah:siap ketilr..a
hen::iak 
digunakan, serta terlindungi dari akses ya
tidak  diingi'lkan
kerusakan 
yat-:g 
disengaja
sehingga  keutu
selalu terjamin.
Standarisasi, Integrasi, Konsistensi. dan Portability
Suatu
sistem 
yang 
baik 
harus 
mempunyai 
keseragarrum
s
antamiuka
pemakai 
dengan
aplikasi-apli.lcasi yang
berbeda
keseragan1an
dalam 
suatu 
program 
aplikasi  seperti  wama, 
nru
perintah 
lain-lain. Berbaga.i aplikasi
yang
herbeda  dan 
sojt,
  
tool hams me:Jjadi
satu
kesat,ran.  Suatu  sistem
menmngkinkan data dipindahkan
baik hams da
.,
Penjadwalan
An
garan
Penjadwal.an 
diperlnkan 
karena
sistem 
harus 
selesai  tepat
p
wak:tunya. Karena  adanya
persaingan
maka
sistem
diusahakan  tid
mengel:uarkan biaya yang besaL
Menurut  David   
Bell 
Grimson
(1992,
pl5)   database
diga.mbar
sebagai sebuah
tempat  untuk
menyimpan data-data,  dima.'la data tersebut da
digunaka.'1
dan dimasukkan
lagi 
sesuai
dengan
kebutuhan.
Sedangkan
menumt
McLeod
(1996,
p324)
database a&lah
suatu  kole
data komputer yang terintegrasi , diorganisasikan dan disimpan dalam suatu
c
yang memudahka:n pengambilan kembali"
Tujuan
penggunaan
database  adalah
mengur&lgi 
pengulangan da
untuk 
mempercepat  proses 
pengambilan  data 
at
inforrrllsi
mening,\at
keamanan,  serta 
memungki.nkan data 
ata.u  
inforrnasi  ditambar,   diubah,
dihapus.
Sistem Pengenalan Suara
dan
Sintesis Smmll
2, L6.l
Sistem :Pengenalan Suara.
Sislem
pengeP.a!an
suara
memungkinkan
komputer
da
mendengarkan
suara user dan 
menentukan apa yang dikatak?..n
oleh us
Sistem
da:pat 
berkisar dari
penger,alan perintah  diskrit
sa."'!lpai
di
  
berkesinambungan.
Walaupun
sistem 
pengenalan
suam
telah 
berkem
pesat
dalam
beberapa
tahun 
terakhir
ini, 
masili
banyak 
sistem ini
y
mempunyai tingkat
kesalahan
Kesa!ahan 
dapat 
dikurangi 
dengan 
menggunakan 
mikro
yang 
iebih 
baik. 
mengarangi 
suara-suara 
yang 
mengganggu
membatasi
tugas
sistem  pengenaJan
suara.
.6.2 Slstm Sintesis Suara
Sistem 
sintesis 
suara 
adalah 
kebalikan  dari    sistem 
pengena
suara. 
Sistem 
ini   memungkinkan
komputer  
menghasilkan
ke!ua
bempa  suara.
Sistem
dapat  menerima
masukan
berupa
teks
mengeluarkan
kelua:rcJ:l berupa
suara 
manusia,
menjarlikan
sistem
sint
suara  bertindak sebagai aplikasi  text-to-speech.
Sistem
hams
memenuhi
dua 
pe:rsyaratan, 
yaitu 
da
dimengerti
dengan 
baik
dapat  mengeluarka.'l
suara  dengan  ala
Suara  yang
a!a.T.i
dapat
ditingkatka.n  
dengan  menggunakan 
suara  
n
mekanis
dan 
pengaturan
tekanan,
intonasi
dan
frase. 
Sintesis
suara
j
hams
menduk:tmg 
atribut
suara 
keluaran,
misalnya   dapat
memilih 
!m
\Vanita atau
atau  dapat 
memilili
tingkat rmda
suara.
Dala1n
Perangkat 
Transfurmasi
Geometri, sistem 
pengena
sua:ra
dan 
sistem 
sintesis 
su.am 
telah 
dikemas
dalam 
perang
pengembangan
?viicrosoft Agent. 
ilicrosoft Agent memanfaatkan fu
fungsi 
yang 
disediakan
Microsoft
Speech  API   untuk   menerap
sistetn 
tersebut. 
S<:-da.ngkan
sebagai
speech 
engine, 
rlibutuh
  
komponen
pendukung
da_ri
IBM
Via  Voice.    Speech engine
adaiah
su
komponen
ba_IJasa
te1iC"!!tu.
meiiputi   sistem.  pendt!kuP,g  aplikasi
suara   untuk 
su
2.1.7
Diagram Tnmsisi!State
Transition Diagram (STD)
JY'remtrut  Edward 
Yourdon 
(1989, 
pp259-260) 
Diagram 
tra
mempakan
suatu 
alat 
bantu
perancangan
yang 
menggambarkan
s
ketergantungan pada  waktu dari
suatu sistem
N01tasi Diagram Transisi
Komponen-komponen 
utr::na   
yang  
digunakan  
daiam  
diagram  
tra
adalah:
"'    Keadaan Sistem 
(System State)
Digarnbarkan
dengan 
sebuah 
kotak 
perseg1
panjang,
y
menyatakan
keadaan
sistem.
Salah  satu  contoh
keadaan
sistem
ada
menuagggu
pengguna mema:mkkan
password.
·Notasinya :
Gambar
22
Simbol 
State
@
Pemhahsn
Kea.daan
(Change of
State)
Pembahan.
keadaan 
digambarkan
dengru::
garis
pana.'l 
y
menglmbungkan
dua
keadaan
yang  berkaitan.
Nota.sinya:
Gambar 2.3
Perpindahan
State
  
"'
Kondisi
dan 
Aksi 
(Condition
a11d Action}
Untuk
melengkapi
STD,  diperbke.n
dua 
komponen
tambahan  
ya
kondisi
dan 
aksi. 
Kondisi
merupakan
penyebab
suatu
kead
merJadi
bembah 
sedangkan
aksi 
adalah   yang 
dila'L""Ukan  oleh 
sist
bila terjadi
perubahan
keadaan.
Notasinya: 
Kondisi
Aksi
Gambar
2.4
Kondisi
dan 
Aksi
2.2 
1'eori-teori
Klmsu!!
2.2.l..i
Translasi
(Trmnsiatim1)
Translasi   a<'.alah suatu 
transformasi
yang 
memindahkan
tiap  t
pada
objek 
sesuai
dengan
jarak 
dan 
arah
tertentu.
Yang diwakili o
pasangan
'
o
u
.•
an.gan
t
emm
t
Cara 
ya,<g
digunakan
un
memranstasikan
suatu
objek
adalah
sebagai
berikut:
1.   Ter.tukan
seberapa.
janh  
titik  
pada  objek  alum  
dipindah
seara.h Stimbu x.
2. 
Tentuka.."l
seberapa  jauh  
titik  pada  
objek  akan  
dipindah
searah sumbu
y.
Perlu  
diingat, 
bahwa  
translasi  tidak  mengubah 
bentuk
ukunm
tetapi
hru'1ya
memindahkan letak
suatu
objek
  
      .
('1l\
"'
'
...
"'1
;
4
=!1
'"' 
'
\
b
,.
'
/
Gambar 2.5
Translasi
Jika  
trauslasi
T
(a'\
i
i
menetakan titik   
P(Xt,Y¹)  
ke  t
b)
"
hubungan
dapat
ditcliskan
sebagai
berik-ut
:
T=
Refteksi 
adalah 
>llatu  trai1sforma:;i  yang
memindahkan
tiap  
t
pacta 
objek   dengan  
menggunakau 
sifat   
bay<LTJgan   eemrin.   Cara  
y
digunakan
untuk
mencermin!c.an suatu objek adalah sebagai berikut:
l.
Tentuka.'1
garis  yang 
bertindak 
sebagai 
sumbu 
cermill
atau 
su
sL-r:etri.
2.  
Buatlah
tega_l< lur..!S
pada
sumbu
ce1min.
  
3.   Perlu
diingat, bahwa
jarak  antara
sumbu
cermin dengan
tiap
titik  p
bayangan
hams
sama  dengan
jarak  antara
sumbu 
cermin  dengax:
titik pada objek.
Bedkut 
adalah   romus  pemetaan
dan 
matriks
yang 
dapat
diguna
untuk  memperoleh posisi benda
setelah
dicerminkan:
yang
->(x,-y)
 
terhadap
Pencermirwn terhadap garis
y
=
-x 
(x,y)
(x,y) (-x,-y)
Tabel
Refleksi
2.2.L3
au''""'
(Rotation)
Rotasi
adalah   transformasi
yang 
memutar
tiap  
titik 
pada   ob
sesuai   dengan
besar 
sudut   dan  arah 
sudut
rotasi
tertentu.
Terdapat
arah    perputaran
dalam 
rotasi
yaitu 
rotasi
yang 
berlawanan dengan
a
putar    jamm
jam
(arah
posit;f) dan
jamm  jarn
(amh negatit).
yang  searah
dengan
arah 
p
  
    .
Cara  yang 
diganakan  untuk 
merotasikan 
suatu 
objek  ada
sebagai berikut:
l
.
Temukan titik pusat rotasi.
2.  
Tento.Lkan
besar sudut rotasi.
"'.  
Tentukan arah sudut rotasi.
Terda.pat dua
buah
jenis 
pencermin<tn yaitu:
L
Rotasi Terhadap
Pusat 0(0,0)
y
I
A
Gamber 2.6  Rotasi Terhadap Titik 
0(0,0)
Jika 
Titik  
P(x;y)
akan
diputar
sebesar B  radian
sesuai
dengan
a
putar terhadap titL\  pusat 0(0,0)
maka akan berlaku hubungan seba
be1ikut:
xf 
-x_  cos
e
-
y
sin
9
  
Rota.si
Ter!ladap Titik
Pusat 
A(
a,b)
y
P'(x',y')
P(x,y)
Gambar 2.7
Rotasi
Terhadap Titik  A(a,b)
Titik 
P(x,y) akan diputar sebesar 8 radian
sesuai 
dengan a
terhadap
tiiik 
pusa.t  A(a,b)
maka   J;an 
berlaku hubu
sebagai 
berikut:
e
-
(y-
e
y' -
b
(x- a) sine (y-
b) cos 
e
Berikut
adalah
m.rnus 
pemetaan dan
matriks
y<mg
dapat 
diglll1a
untuk
memperoleh posisi
benda  setel!ili
dirotasikan:
  
Tra.nsformasi
Pemetaan
Matriks yan
bersesuail
terhadap
asa!O
Rotasi terhadap titik asal 
0
sebcsar
Rotasi terhadap
titik 
0
sebesar
n:
asal 0
sebesar
x'= xcose- 
y
e
-sin
e
8
CO&
y' =
sin
8
+
y
COS
8
Iabe!
Rotasi
2.2JA
lHlat3sl (Sealing)
Dilatasi  adalah
suattl
transformasi
yang
mengubah
ukuran
;,u
objek, tetapi tidak mengubah
bentuk objek tersebut.  Terdapat dua  ben
dilatasi
yartu 
memperbesar
dan 
mernperkecil  objek
ditentukan oleh p
dilatasi
faktor
skala.
Cara 
yang 
digunaka;·l
untuk 
mendilatasikan
suatu 
objek 
ad
sebagai berikut:
l. 
Tentuk J1 pusat
di!atas!.
2. 
Temukan 
faktcr dilatasi atau faktor skala k.
3.  
Dalam dilatasi terdapat  empat
hal 
yang
perlu  
diingat,
yaitu:
.
nilai  
k  
1,  
maka 
bayangan 
diperbesar 
dan  
terletak  
sepi
terhadap
pusat
dilatasi
dan 
posisi ob}ek 
semula.
Jika 
nilai  O<
  
maka  bayangan
diperkecil  dan
terletak  sepihak 
ttorhadap  pu
di!atasi 
dan
poslS!
objek 
semula.
Jika 
rillai 
-I <k<O, 
m
bayangan 
diperkeci!
terletak 
berl8Jnan
pihak  
terhadap  p
dilatasi 
dar,  
posisi  objek 
semu:a.  Dan 
jika  
nilai    k<-l
m
bayangan
diperbesar 
dan   terletak
berll:inan pihak terhadap  pu
dilatasi dan posisi objek mula-n1ula.
Berdasarkatitik
pusat
maka di!atasi
dibagi
menjadi dua  yaitu:
1.  
Dilatasi terhadap
Pusat
C(O,O)
jika 
titik
P(x,y)
didi!atasikan terhadap
titik
pusai
0(0,0) 
den
faktor
skala k 
maka dipem!eh bayangan titik
P'(x1',y1
') 
sehin
berlak'll hubungan
sebagai
berikut:
;
k:x
=
!
I
y
ky 
I
L.. 
"
J
Sehingga dapat  dinyatakan bahwa:
P(x,y) -•
P(kx,k-y)
adalah matriks yang sesuai dengan hubungan diatas:
(k
lo
  
y
P(x,y)
Garnbar
2.8
Di!atasi
2.
Di]atasi te!"t.adap Titik Pusat A(a b)
Sedangka:n 
jika  titik 
P(x,y) 
didilatasi
terhadap
titik   pusat   A(
dengan faktor skaia
k
maka  diperoleh bayangan titik
P'(x1
',y1
').
P'(
'
x
'1
'Y
)
•''J
"
OAr 
X
(Jambar
Dilatasi
Dengan  memperhatiic.an   gambar
diatas 
maka 
dapat 
disimpul
bahwa
untuk
menghitung
bayangan
titik 
P
akan
digunakan ru
beriln1t iPJ:
  
!
X   
l
,
I
.
=
.
::>
+
.
K
(
y-
b)
Gusuran
(Shearing) 
adalah   transformasi 
yang   mengubah
ben
suatu objek  tanpa
mengubah luas
cbjek tersebut dalam  satu  arah.
Cam   yang   digunakan
untuk 
mencerminkan
suatu  objek   adalah   seba
berikut:
l.
Tentukan
titik 
pada 
objek 
yang 
ingin 
dipetakan
den
transfonnasi  gusuran.
2. 
Tentukan
arah
gu"'uran. apa.kah
searah
sumhu  x atau 
y.
3.  
Tentuka.."l
faktor
gusuran atau  faktor skala
(k).
Transformasi gusun:m dapat  dibagi
menjadi  dna
yaitu:
1. 
Transfmmasi  
gusuran 
searnh    sumbu  
X  
(sumbu
sebagai 
g
invarian) dengan
fuktor skala  k
memetakan titik
P(x,y) men,jadi
P'(x1
',y,')
yang
ditentukan oleh
persarnaan
:
/  
r\
(1
k] (x'\
!
:
.
io 
I
VI
'
\Y')
1
)
'
\... j
Sehingga 
dapat   disimpulkan 
bahwa 
matriks 
yang    sesuai    den
transformasi lEi adaiah:
--·--,
I
i
:1
k\
\
\
lO
l)
i
L_ 
..-.-J
  
(1
'
\Y
Sedangka_n  dengai1
c<:ra pemetaan ad;;Jah
sebagai
berikut:
P(x,y)--* P'(x
+
y)
2. 
Tnmsform.asi 
gusuran  
searah  
sumbu 
Y  
(sumbu 
Y  
scbagai  g
invarian)  dengan  faktor 
skala  k  
memetakan 
tiri:.lc  
P(x,y) 
men
F'(x(yr') yang ditentukan oleh 
persamaan  :
I
t
x'\
O\
rx)
I
v'
=
j
l
I
l
'
'"
ik
/
/
SePjngga 
dapat  
disimpulkan.
bahwa 
matriks 
ya11g 
sesuai  den
transformasi ini
adalah:
r-
-
I
o!!
l
k
lJ
I
t-....-.---- --
--1
Sedangkan
dengan
cam
pemetaan 
adalah sebagai berikut:
P(x,y) _,.
P'(x,
kx-.-
y}
Regangan  
(Stretcht'ng)
adalah 
transformasi 
yang 
memperb
ukuran 
suatu 
objek 
dalam 
sai:u. 
arah.  
Cara  yang 
digu..'1akan   un
mencenninkan
suatu
objek
adalah sebagai
berikut:
l
Tentukarr
titik
pada
objek
yang
i11gin
dipetakan
den
transfo:rmasi regangano
2. 
Tentukan arah
regangan, 
apakah searah sumbu x atau
y.
3. 
Tentukan
fakcor rega_'lgan
atau faktor skala (k).
  
-
io 
k!
:
I   -  
I
I
'
I
I
T
ransformasi
regangan dapat
dibagi
menjac!i
dua 
yairu:
1.  
Transformasi
regangan 
searah 
sumbu 
(sumbu
Y
sebagai
g
invarian) dengan faktor  skala
k
memetakan titik   P(x,y) 
mer;
P'(x1',y{) yang ditentuken oleh
persa.rP a!1:
rx'\ 
(k
o\
fx\
I
l
---
I
I
-   
I
v-' I
lo
l
j
1
:
\..< 
J
'- 
J
\,.Y
j
Sehingga
dapat  disimpulkan bahwa
matriks yang
sesual  
den
transformasi
ini
adalah:
,-------.
!  
(k
o1
j
I
0
1
I   •
;
"
j
I
-'      
----------'
Sedangkan dengan c-ara pen1etaan ada!al1
sebagai
berik>Jt:
P(x,y) -• P'(kx,
y)
2. 
Transfbrmasi
regangan 
searah 
sumbu 
Y  (sumbu X
sebagai g
invarian)
dengan
fuktor 
skala
m.emetakan
titik 
P(x,y)
men
P'(x{,yt') yang ditentukan oleh 
persamaa:n:
(y'\
,, 
o'l
(x
I
,
I
'
<.Y
j
'
)
\,YJ
Sei'Jngga
dapat 
:lisimpulkan  bahwa  matrik.s  
yang 
sesuai
den
transformasi
ini
ada!ah:
Seda11gkan d.engan cara  pemetaa11 adalah  sebagai
berikut:
P(x,y) -'+
P'(x, ley)
  
Komposisi Tnmsformasi
Komposisi
tmnsfonnasi 
adaiah   pengerJaan 
dua   atau  
lebih   transfon
secara
berumta!L
Misalkan 
r)
adalah  
SU<i!U   
transformasi
Y"ng  
memetakan  titik  
P(x,y)
t
transformasi T: 
titik  P'(x1',y¹
')  
dipeta.lcan  ke  t
Dua 
fransiasi 
Berurutan
adaJah 
suatu 
tra11storrr.asi
y
melakukan du2 traru;lasi
dengan dua
jarak  dan  arah  yang berbeda.
translasi 
1'.,
,....
Aau 
'f
,.,     
mas
m
·
g-m.astug  dinyatakan 
·
de
pasangan
bilangan
berurutan 
den
1
I'
a1
'
bz );
maka   komposisi
trans
dapat
diwakili  oleh  sebuah  traru;lasi
tungga!yaitu
dengan
menggunakan
cara belikut
  
a
'
·.
;
c
1
=I
i
A'(x
+a,
y
+b)-·
\d)--+A"(x
+a+
c,y
+
b+ d)
Komposisi
translasi T 1
o
T
akan
memberikan pemetaan
bayan
yang
sama
cengan  komposisi transiasi
T2  o
Tl
karena komposisi
translasi
bersifut komutatif
2.2.3.2 Komposisi Dua Re:fleksi Berum.t:am
pad.a 
SumiJu Se.iajar
Dua
Refle!- 
i
BenJ.rutan
pada 
Sumbu 
Sejajar 
adalah 
:
transforma.si
yang 
melakukan 
dua  
refleksi
terhadap 
dua 
sumbu  y
1.  
I>encerminan terhadap 
dm.
sumbu
yang sejajar terhadap
sumbu X
Jika  
ritik  
P(x,y)
dicerminkan terhadap
y
dan  
dilaPJut
dengan
pencerminan terhadap. garis y
=
(b 
>
a)
maka bayan
akhir
,y")  dapat
ditentukan
sebagai berikut:
Mu!a-muia 
P(x,y)
dicermi'lkan
terhadap y 
·a,
didapat:
P(x,y)
P'(x,
-
y)
,. 
Kemudi.an
titik 
P'(x,
2a  -
y) 
dicenninkan terhadap
garis 
y
didapat:
P'(x,
-v)
·'
P"(x, 2('J-a)
  
P(x
Hubungan diatas dapat
dituliskan dalam  bentuk
berikut
ini:
P(x,y)
Seba!ilc.nya
P(x,y) 
dicerminkan
terhadap
garis 
y
b  terle
dahulu,
kemudian
diccrminka:1 terhadap
garis  y "' a malea d3pat
ditulisJr,lill
dalam  bentuk 
berikut
vi
.J
J
-------'3>
P"(x,  2(a-b)
+y)
2.   Pencerminlln terhadap
dua
sumbu 
sejajar
terhadap
sumbu Y
titik 
P(x,y)
dicermidcan
ter!-,adap  garis   x 
=
m  dan 
di!aJutle
dengan
pencennimm
terhadap 
garis 
=
n
(n 
m)
malea  bayan
dapat  ditentulean sebagal  berikut:
"'
Mula-mula titik
P(x,y)
dicerwinlean
terhadap x
=
m, didapat:
P(x,y)
"
Kemudian
P'(2rr;-x, 
y) 
dicenninkan 
terhadap 
g
v= 
didapat:
P"(2(n-m) +
x,
y)
Hubungan
diatas  dapat
dituliskan dalam  bentuk
berikut
ini:
P"(2(n-m}
  
Sebaiiknya 
jika   P(x,y)  dicerminkar; terhadap  gans 
=
ter!e
dahuh.L
kemudian
dicenninkan  terhadap  garis
=
m  malm 
da
dituliskan
dala'll
bentuk
berikut
ini:
Sehingga 
dapat
disimpulkan  bahwa
komposisi pencennin
1\'h 
o
Ivh 
akan
memberikan pemetaan bayangan yang tidak sama de
kompGsisi
translasi    
o  M,  karena komposisi dua 
translasi bersifat t
kcmutatif
:t2.3.
.l
Komposisi D<a Ref!eksi Berurutlm  pada Sumbu
Tegak Lurus
Dua 
Refleksi
Bcrurutan 
pada 
Sumbu
Tegak
Lurus
adaiah
s
transformasi
yang
melakukan
dua 
refleksi terhadap
dua sumbu yang 
saling te
lums
l.
Jika 
litik  P(a,b)
dicerwinkan
terhadap
sumbu 
diperoieh
bayangan
P'(a,
Kemudian titik
P'(a,-b)  dicerminkan terhadap  sumbu
dipemleh
bayan
ru
k
t
'1.
1f
p'·
\®-a,-
o
'
_.
P
emet
.
aan
dapat
ditu!is dengan:
X(a,b) -'
'(a,-b)
Y(a.,b) 'f'(-a,b)
Y
vX(a,b) -)-
( a,-b)
j    
Yo X (a,b) 
-+(-a,-b)J
2.  
Jika titik 
P(a,b)
dicerrrxinkan
terhadap
surnbu Y 
dipero1eh bayangan 
P'(-a
Kemudian
titik 
P'(-a,b)
dicerminkan
terhadap 
sumbu
dipem!eh
baya
akhir  P"(-a,-b).
Pemetaan     
dapat ditulis dengan:
  
I
r
i   1
ll
/
b)··· Y'( a.b)
X(a,b)-' X'(a, b)
oY(a,b)-> (--a,-b)
Sehingga
dapat
disimpulkan bahwa:
YoX(a,b)= 
oY(a,b)
Yang
menlliJ.jukk&"l
bahwa
pengerjaan
dua   pencerminan terhadap  sumbu
dan  sumbu Y se<:ara berurutan bersifat komutatif
2.2.3.4 Komposisi 
Refleksi Bemrnl:lm
pada. Sum!:m Berpotnngan
Dua 
Refleksi
Berurutan 
pada 
Sumbu 
Berpotongan 
adalah
s
tmnsformasi
me!akukan  dua 
reflekl!i  
terhadap  dua    sumbu  ya,J.g 
sal
berpotongan,
JiY.a
titik 
R(
a,b)
dieerrnink:: J."1 terhadap  sumhu
kemudian  dicerrnin
terhadap
y
x,
maka
pemetaan.'1ya dapat
ditulis
sebagai berik-ut
.
Pemetaan:
R(a,b)- R'(a, b)
R{a,b) ':..::"· c:.'  R' (-b, a)
R(a, b)
--1- 
R"(-b,a}
lVIatriks:
fat\
/- 
o \to
l
·';
!
I
lh
v
l
;
!
0
-I)\)
oJ
b;
titilc 
R(a,b) 
dicermid:an
terhadap
sumbu
y
x
kemu
dicerminkan terhadap X,
maka pemetaannya dapat ditulis sebagai berikut :
  
Pemetaac"l:
R{a,b)
y-'
x"-·
4R'(-b,a)
R(a, b)   --"--4 R' (a,-b)
R(a,b)-> 
(-b,a)
lvfatriks:
sumbu  
yang 
saling 
berpoton
menghasilka11rotasi (perputaran) yang
bersifat
sebagai
berila;t:
l.
potong
kedua
sumbu
pencerminan
mempakan
pusat
perputara
2.  
Besar 
sudut   perputaran 
sama   de1:
gan
dua 
kali  sudut   antara   ked
su:nbu  pencemrinan.
3. 
l'l.rah  perputaran 
sama 
dengan 
arah   dari 
sumbu   pertamz.   ke 
su
kedua.
Dua   Rotasi
Be:-umtan
Sumbu
Sepusat 
adalah
suatu
transform
melakukan
dua 
rotasi   terhadap
sam   pusat   yang 
sama. 
Ada 
berbagai
c
untuk
mengt'litung dua rotasi
berurut<L'1 pada
sumbu
sepusat  yailu:
Jika  
sebuah
P(x,y)  
diputar  beriawa.nan  
dengan 
arah   jamm   j
sebesar  B1 dac"l
kemud.ian diputar  lagi berlawanan 
de.11gan
arah jarum  jam
sebe
E):
maka
berlaku rumus berikut:
x
"
=
x
cos 1.
'1.
8
1r
8
2
.
-
y
Sfn
·1e1· e
.
2
)
  
sebu.a.h titik  P(x,y} diputar
searah
dengan
arah  jarum  jam  sebesar
dan
kemudian diputar
iagi
searah
dengan arah  jarum
jam
sebesar
maka  berlal
rumus be.rlkut:
Jika  
sebuah 
titik   P(x,y}  diputar 
berlawarum  denga:1 
arah  
jarum  
j
sebesar
81
dan 
kemudian
diputar
lagi  sear&'! dengan
arah 
jarum 
jam  sebesar
maka
ber!aku
rumus
berikut:
x''
=X COS 
(
8; -
)
-
y
Sll (
81
-
fh)
=x
(81-\h)+yoos( 
-th)
Jika
ebuah
P(x,y)
dlputar
searah
dengan
arah  jamm
jam  sebesar
dan  kemudian diputar
lagi
beriawanan dengan arah
jarum
jam
sebesar Eh maka
bedak1 rumus berLlmt:
x"
=
x
cos  (
-\h
+
flz)-
y
sin
{...a;+
82)
=
x
sin (
-81
+th) +
y
cos
(
-l'h +
62)
Sehingga
dapat 
disimpulkan
bahwa   dua   rotasi   berturutan
yang 
sepu
ekivalen 
dengar1   sebuah 
rotasi 
sejauh 
jurnl.J:lh masing-masing 
rotasi  
sem
terhadap pusat  yang sama.
2.2A 
l\!attcikxi
2.2.41 l\Ia.triks
.1 l\Ia.triks
Untuk 
menghitung 
koordinat
titik    baya.tlgan 
suatu    titik    da
digunabn
cara 
pemetaar'
dan 
carz.  
pe ?hiiuP.gan
perkalian
matr
  
v)
i
f
ra
\
\.
l'vfatriks-matriks yang
digunaklll!
ada!ah
matriks
yang
sesuai
dengan  
je
transformasinya
masing-masing.
PA
bungllll   antara  matriks
dan  
titik  
yang  akan  ditr  rmformasi
dapat
ditulis sebagai
berilmt :
(x'\
l
1./
I
\
J
r
x
'!
I
I
i
'v
Setelah
diia.'rukan. 
perhitungan 
perka!ian
m.atrik.s
rnaka
a
menghasilkan
koordinat 
bayangannya.
Berikut 
ini  menunjiL!dtau
pro
perk?Jian matriks:
'\
/
b\
(x
l
-
I
di
I
l
I
yt
',  j
c
I
\Y;
f
.
x•\
.
I
(
v ,J.
.
v
h
y
n\..
ly•)
I
cx+dy
(
)
Cntuk 
mer,ghitw<g
komposisi
transformasi 
berumtllll 
JUga 
da
digunr_k&"l
perkalilll! 
mat1iks 
yaitu 
dengan 
mengalikan 
ter!ebih 
dah
matliks-matriks
yang
sesuai. J;ka  
1erdapat
dua 
bua,\ matriks transforn
r
/
a
b\ 
(e 
r\
berurutan
yaitu 
Mz
=
i
!
d2n h=
m:aka
perkal
'
C
d! 
\s
hi
J
)
kedua  
matriks
trarrsforrnasi i.rri
rnenjadi:
(a 
b(e
r')
(ae+bg
aJ
•.
+
bh
t
'
1
Ivh x
:vf2
=
I
)   1
.!  
i
I
!c
d!ig
h) 
t..ce+dg
cf 
+dh)
Setelah
itt:   kalikan
hasH  perktH!Ill
kedua  matriks
tersebut  d
mgan
t
yang akan ditransformaaikan.
  
Jika
titik 
bayarrgan
diketahui
maka 
untuk 
mencari 
koordi
transforrnasi
hams
menggunakan
perhitungan
rnatriks invers
seperti
ya
ditLL'>jukkan
di bawah
ini:
/
(a
ic
'
f
/
X
"
i
'
'j
'\y
-
/
1
(dc
det.A
l-c
Diw,ana : 
det. 
A
xd)-(bxc)