![]() 19
Slureic!erman (1993, p325-p328), babvva
tidl.!k ada ai:uran-aturan sederbar.a
,,
yang ciapat digu,!akan
untuk
warna, namun ada
beberapa
'
pedoman ymg
®.pat
dijadiXIm titik pendahullll!ll bagi para
permcang
yaitu:
Gunakan vmma secam konservatif.
Bamsi
ju:11la.lt wama.
!
Kenali
kekuatan
wan1a sebagai
teknik pengkodean.
!
Pasti!am
bahwa
color coding mendllirung tugas.
Tampilkan
color coding
dengan
usaha
pett'.akai ya.'lg miPJmal.
Tempatk&'1
color coding
dengan dibawah kendali pemakai.
i :
'
<
Ra:1cang rntuk monokmm (satu wanm) dulu.
Gmmlil!'l warna
m=b:mtu p=fonr..ratan.
Glliialcan color coding
y!l.'lg
konsisten.
Gu11akan pen:baban w"!!rna
Ulltuk me::mnjukkan perubahan
status.
Gunakan wama
pzda tampilan gr.ofis
untuk kerapatan infonnasi
yang lebih
tinggi.
:
Waspada atas kehllangan resolusi pada tarnpilan wanm.
User
interface merupaluh"'!
bagian
dari
sistem
komputer
yang
memungkinkan user
untuk berintetuksi dengan komputer (Pyle dan Moore,
1995, p2). Dalam si.stem inforn1asi,
v.ser
tnteiface
n-:encakup beberapa
hal
sebagru berJrut :
|