|
ll
Pada
awal
perkembangan basis
data,
korr:binasi atau
penggablli"tgan
dari
dua
tabei
yang
berbeda
ini
adalah
cara
yang
paling
u:num
digunakan.
Penggabungan
dua
tabebasis data yang saling
berhub:.lngar..
dikenal
sebagai
tekrlikj7atfile
database
systems. Sebng dengan
berkembangnya sistem
basis
data,
sistem
basis
data
flat-file
tela.d1tir:gga1ka:karena
dat2. seringkali 1ner:.galan1i duplikasi
yang
tidak
perlu
(redcndansi).
Untuk
menghiiang.kan data
atau
inforn1asi yang
berula.'lg
ini
biasanya
dignn::;kac'1
suatu
proses
yang
disebut dengan proses
nonnalisasL
Suatu
basis data
yang teta:'t mengalami
proses
nor;:nalisasi dib.arapkan
tidak !agi
mengandung
data atau
informasi
yang bem!ang.
Basis
data.
flat-file
ma!ai
diga,·1tikan
dengan
basis
data
relasional,
yang
sekarac'1g ini
telah
menjadi
standar
de
facto
dari
suatu
basis
data.
Dalam
basis
data
re:asional,
tiap-tiap
objek
ba;k
yang
berhubungan
maupun
yang tidak
berhubungan
direpresentasikan
sebagai suatu tabel
tersendiri di dalam
basis
data.
Sebagai contoh, data
mengenai Engine
sebagai suatu
objek akan
disimpar:
merJadi
suatu
tabel
tersendiri
di
dalam
basis
data.
Seperti
ya.ng
telah disebutkan
di
atas,
cbjek
Engine
memiEki tiga
property sehingga
diharapkan
tabel
Engine
iri
hanya
terdiri
dari
tiga
kolom.
Namlill
pada
kenyataamya,
tabel
Engine
membctuhkan
empat
kolom.
Kolom
ke-empat
misalnya
bempa
ill yang
akan
secara
unik
mengidentifikasi
setiap
baris(record) dalarn tabel.
Koiom
ID
yang
ba:u
juga
han;.s ditambabkan ke
dalam tabel
yang
telah
ada
sebeiurnnya (dalam
hal
ini
tabel Car), sehingga setiap
ID dalam dua :abel
yang
terpisah
ir,i
dapat
menjadi
kunci
ur.ik
da!am
proses
penggabunga\1
kedua
tabei
terse!:ut
Tentu saja
penggabungan
ini
berdasa
kan
atas kesesuaian
ID
antara
tabel
|