Home Start Back Next End
  
4
penambahan
kapasitas,
dan sebagainya. (Ong, 2000)
"
Penar.ggulangarc a..ldbat
bellfllilla (Disaster Recovery Plan)
Disaster
Recovery
Plan  
(DRP) diperlukan
oleh
segaia
macam
jei'i
usaha uutuk
mengatas£ segala
kemung.l,:irum
buruk. DRP
atau sekar.m
lebih
dike1121 
dengan
Business
Continuity
Plan
atau
Rencan
Kesinambungan Bisnis
perlu
dirancang, dibuat, dzn
diuji
dengan
baik
DRP 
ha.cus bisa  digtma.l<an untuk
mengatasi  kesu!itan-kesCJlitai1 pada
koJ}oisi 
buruk a.\ibat
ancaman
yang
te;jadi,  y"llng  mnngkin
menirup
pemsac'laarr
atau
instansi
agar
kegiatan
usaha\lya bisa
tems
berlanjut
keimmgkinau
kerugiru:: yang 
sekecil 
mungkiu.  
A:!cama
teffiadap
sebuah
pernsahaal"l mllilgkin berbeda
cengan
ancaman
yang
dihadapi  oleh  perusahaan  lain. 
Oleh  kfu-ena ita, 
DRP
harm; dibna
sesuai
dengan
segala
kondisi
buruk
yang
mun
J.chbisa terjadi
pada
perusfulu\an,  ermasuk 
yang
bempa
benca!lll
aiam  dan
juga 
benca.<J
yang
dise::,abkan oleh perbuatan
atanpun
ke!alaian
nanusia. (Atmanto
2031)
Ada delapan
hal yang perlu diperhatikan
dalam DR!", yaitu:
Mengenali semUE ancaman
dan
mengetahui besamya
kemungkina
te;j2:dinya ancaman
ada1ah satu
permulaan
yang
sangat
baik
da!a
pembuatan  DRP.  Jika  sebuah  pen:saha:m
sangat  terga:: tnng
pada
pera.T gkat  komputer, maka
semm
kemungkinan
p,;1caman
yang bisa
membuat
rusak
kompllter
harus
dikenali
dengan
teliti.
Selain
haru
mengenali 
semua
kemu:Jgkinan
&'1Caman
yang 
bisa 
merusa
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter