Home Start Back Next End
  
21
2.4.2 
Kaidah Braille Bahasa Indonesia
Penggunaan
Braille
pada 
berbagai
negara
tidaklah
terstandarisasi
secara
intemasional.  Hal  
itu   disebabkan 
pengaruh  bahasa  dan  
bentuk 
tulisan 
yang
dipakai oleh  masing-masing negara, terutama
untuk simbol Braille tingkat dua.
Dalam 
rangka  pengembangan  dan   peningkatan 
mutu 
pendidikan 
luar
biasa,
khususnya bagi 
peserta didik  penyandang tunanetra
perlu 
didukung simbol
Braille baku 
yang  berlaku secara
nasional. Oleh 
karena itu,
pada  tanggal 13
April
2000 
dikeluarkan
Keputusan
Menteri
Pendidikan
Nasional
Republik
Indonesia
No. 
053/U/2000 tentang
Sistem
Braille
Indonesia
Bidang
Bahasa
yang
dipergunakan
secara
nasional
dalam
proses
belajar
mengajar
di
sekolah
terpadu,
sekolah
luar   biasa  
tunanetra,
dan  
pendidikan
luar  
sekolah
bagi  
peserta
didik
tunanetra.
Kaidah
penulisan Braille
Indonesia
memiliki
standarisasi
berupa
tiga
tingkatan
yaitu 
tingkat
nol, 
satu, 
dan 
dua. 
Adapun
standarisasi
tersebut
adalah
sebagai berikut:
a.  
Kaidah Braille
Tingkat Nol
Digunakan 
untuk   
mengubah 
huruf-huruf 
ASCII 
kedalam 
simbol-simbol
Braille.
b.  
Kaidah Braille Tingkat Satu
Ketentuan
atau 
kaidah
tulisan
Braille
Indonesia
Tingkat
Satu 
meliputi abjad
Braille, angka arab,  angka romawi, dan
tanda  baca.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter