BAB2
Ll\N'DASAN TEORI
2.1             
Usaha Jasa
Pemi!cirar;. dan
praktek
peimasar·an
secara 
bertal1ap
ntulai  bergeser
pada 
industri
walaupun peranann:ya
masih
terbat<:s. Menurut Philip  Kotler 
(1994,  p 464),
industri
jasa 
dapat 
didefmisika.n  sebagai
"
any
act
or
performance 
that
one
party
can
qffor
tCJ
anothe?
tYtat
is
essentially 
intacJgible and
does 
not
result
i.n
the
atvrJ.ership
of
anything.
Its
production
rtU '
oi·may
not
be
tied tCJ
a
physical
product
".
&'"tinya :     
kegiatan  yang
kepemilibnnya tidak
xrrudah
U11tuk
berpindah.
/
'J
'
Adapt:n                 
usa.ha jasa
yang
membe.:l.akaooya 
dengan 
usac'la manufaktudng
schingga 
dapa
mempengamhi
program pemasaxannya, 
adalah
:
o.   Heavy
Emotional
Component
peJr.tb•eli.an
produk 
jasa,
kesadaxan
abn kebutulutt
dan
motif 
dipengantbi
ketcrlibatan 
em.osional 
yang 
tircggi. 
Kepumsan 
pembelian
dan 
pembelia.11 
ulang,
sebagi011
rerganteng  pada   persepsi   konsumen 
atas   kecocokan 
emosional 
antara
konsep
pribadi
konsumen
dv"'tlgan
per1yedia
profesional.
akan
mencari 
tanda
-
tanda
atcu
bukti
akan
mmu
ja.sa, Bukti
tersebut 
dapat
diperoleh
        : taiga ya.;g
tampak
oleh
mereka.  Unmk       
tugax
mru:keter
adalah ; 
"
manage
the
e-
idence 
",
atau 
dengan
kata
  
9
c. 
Durability
Sebagian
produk
jasa
ha.nya berumur
pendek 
Beg(tu
hub1 :a ;au dengm
penyedia
jasa
be.rlangsung  
maka  
pengalaman  
tersebut  
a.lvm  
hilang 
dari  
pikiran  
kons'.lmen.
membuat dan
nl :nJ1tg<.
konsumen
yang        
ada!ah
sulit
d.   Personal Component
 
jasa 
adaiah faktor
manusia. 
Bila
kim
rne:nglurapkan 
bantu2n 
dari. 
soorang 
a:rsitek,
maka. 
kemampuan  
arsitek   untuk
"'"''!"'
dan
perasaa.n
kri:imy-aya.ng menentukan.
e.   Personnel CarrycrJer
estetika,
Kemampuan
menja!in
ilubungilll 
der.gan
!illlgganan
berla.ku
tidak 
saja 
untuk 
yang
langsu.'"l.g  berhubungan   dengan                  1umun setiap 
orang            
bekerja   pada
f
Elusiveness of Evalution
Pelanggan
usaha
jasa
profusional 
bia.sanya
tidak
memi!iki
.kemampna.n
untnk
menilai
secara  tepat
jasa
ya.'"lg telah
mereka  sewa.  Lebih           
penilaiilll
tersebm
didasarkan
at<1.s  repu.tasbagaimana
orang 
awam                   
ihli 
menerangkan, 
dan  bagai:rnana
mereka
memilllska.n kebutuha.tt e,masional dan fungsionallanggac-.an.
g.  
Directn-ess cf  Dist.ribution
Pe!IIaliararc
usaha
jasa
profeoio:nal
ak:m
memiliki
jabrt 
distribusi
yan.g
lebih
pendek
dibandingkan
bidang
produk
kammnle
l,
hal
itu
disebabkan
oleh
kanona
p:rofesional
tersebut
a.ls.au berHmgsi sebagai
di!>tributor langsung.
  
lnveiiiDiY
Problem
/Perisl'!abi!ity
Usaha jasa tidak da:pat
disimpan .       
ini discbabkan olen karena sebagian
i.
Demand
Estimation
Dilemma
Kesulitan
akibat
tidak
n:m:ng]kin
disimpanrqa
usab.a
jasa
tidak
akan
berpcngaruh 
bila
permintaac-mya 
teta:p,
tapi 
bila P'Jtmintaac-mya berl1uktuasi akan
menyu!itkan usaha
Jasa.           
mengur3ngi pem.asalahm 
y&'lg
timbul,dapat dit:mpuh 
pelathl-;an
tenaga
kelja,penggu.'lllan
tenag;;
kerja.
           
usaha
wituk
me:ngalihkm
"l:mintaru.c ke
periodle
yang
tidak
terlau
sibuk
melalui
metode
promosi
atau
insentif
ha:rga.
j.
Peak-Load
Problem
[\/[eooiE;k  Bila               
perninwn
meledak          yang  direncanakan
Ul'Juk 
suatu
perioce
yang
singkat
dan
sistem
penyediaan
jasa tidal<
munglcin disesuaik..!l,
satl1
dari
sken.a.<io
di bavv.a.'l
ini
dapat tel:jadi
Pada
skenario pertzma, penyedia
jasa mengarangi
w:iktn  
dm  perl:>.atian
pada sctiap langganan dalam usahanya
untuk
melayani jumlah
ledzkan
pennintam
langganan tersebut.Bila pengawasan mum yang
n<>gatif,
pei-,yedia  
jasa  berupaya
sedapat
mangkin  untuk
mengatasi  
segala  pennasalahan
langganan, namun mereka tidak          puas de11gan
tin lalt
layam.an yang
diberikan.
Pada                  
kedua,   ledakan                       
diatasi   dengan               
menerllna
perta:r11tbal1an  
lan.gg;lJ:LC;n.
Perrrtintaan  baru             
dipuaskan 
hanya 
bil.a
pelaksana
mampu rnenyediakan pelayanan lengkap untuk semua langganan. Pelaksana skenario
i.ri
hams
mempeniapkan
ahema:n
lain          
la..ngganal'.yang tidak terlayani
  
  
I
(Marketlr,g
Mana 
ement  1994, 
p468) 
memberilmn
bcbcrapa
Dari
yang
Pe::m:u:ltctan
pada masa yang
sepi dapat
dikembangkan.
lar1  ;ilrl!.llll
yang
sedarrg
merrunggu.
masa
sibuk
ke
masa
sebagai  
alternatif 
bagi
penawaran:
temp
at 
(reservation)
adalah
satu   cara 
untuk  
mer.gatur
Tenaga
pamh
waktu
(jJart-tLme) dapat
dilibatka·:: pad.a saat
puncak
waklu  sibuk 
yang 
efisien
dipr;,'1·kenalkan,   yakni  
pekerja
tugas
yang
penting  pad<saat-saat
sibuk
Tingkatka.'l partisipasi konsumen 
                                            
I
.J
Berd£ Safkan pe11dapat Philip
Kotler 
p466) ciri-cLti usaha
jasa
yaitu:
a.  
Inta:ngi
bility
Yaitll 
usaha  jasa  tidak  herbenru.k 
dicium
baunya
sebelu::n
um•en.
  
12
b.   Perishability
jasa 
tidal<:
dapat 
disirnpan  sellingga  akm menyulitkan 
bila  terjadi 
lonjakan
c.   Inseparability
Usac\a
jasa
biasanya
ilip:oduksi dim &ilwnsu_msi
pada saat
yang
saw.a deng;m
dihadiri
oleh  per>jual      
pembeliKarma
keberadaan
penyedia.
jasa
merupakan  bagian 
dad
d.
v:xriability
Pelaksar!.llllrt jasa
sar.gat
b;:tvariasi
karena
sangat
tergantung  pada
siapa
yang
meiaksana.kan,
ilimana
dan
kapan
dilaksanakan.
Untuk
mengurangi 
variasi 
ini
dapat
diiaksar>.zkan dua
langkah.
Yang
pertama
adalah
melalrukan
pemilibm
dan
pelatil'Wl
kepada
semua
pelaksana
jasa.
Yang
kedua
adala:h
melakulr.an
monitor
atas
kepuasan
kcnsun1en melalui             
angket,
dan
sistem
usulan
ootuk
mengetahui 
kelrurangan
yang
a.da serta
memperbailcinya.
institusi 
dalam 
menanggapi   keinginan  
dan 
kebT!tuhan
konsumen 
yang   berhuhugan
dengn  kepuasm, 
Tingkatan tern ebui: aclala.lt :
1
Unresponr.tflle Institution
Biasanya 
lembaga 
in::
menggam:)arkl!ll
mental 
birokratis 
sel:!u'-lgga  
n:-!.llllala:h
yang
dihadapi 
seseorang 
akl!ll
dipecllhkan 
sesuai 
dengan 
pmsedur  
lembaga 
tersebut,
lemb<tga yang
pmsedumya  di.susun dalam
mena:nggapi masala!Iorang tadi.
  
  
l3
P
rhz.tian  pcngu,-us
kan1pus
tidak
saja  terpusat 
pad&
proses 
belajll!
dan  mengajar,
rum:mn mereka 
mendengarkan 
tanggapan   siswa.  
Keberhasilannya
meningkatkan kepuasa.:; 
tergantung
pad& lerol>aga tersebut lk'ltuk
mewujudkan
l1a:rap>zn siswa
"·  Highly Responsive
Institution
Lembagain1
dengan
lembaga
sebelurnnya
tapi
ditambah
dua
hai Jagyait:1 :
Tidak hanya
mensurvey
kepuasa.\'1
konsumen
saat 
namun
juga
meneliti
keinginan
         
consumer-minded.
Soekisno
Hadikoemoro 
(1992, 
plO) !Jerr'_,,endapat
hahwa : Pen:-Jnat
masuk
yar.g
TI"C:nlpakan
calon  ''pembeli" 
yang
potensiai  terhadap  jasa
yang
makin 
sa1ing 
bv"'!Saing,
perlu
meadapatlian
i:!:tc'bnnasi yang cukup
tcntang
keadaan 
pelay:m.an
jasa yang
akan
Ditinjau 
dari 
pandangan 
maka 
ir£01TII.asi 
yang 
akurat
dan
rind  tentang
pergu,-uan.
ringgi
swast!l masir,g-masing
tid!!k
saja
perlu,
mehinka.<
bahkan
esensial
bagi
masyarakat
dalam
me
mili:h
p::rg'lll'Ua.'l ringgi.
Ad
Jun
citra
suatu
lembaga
pendidikan
men
mt
Soeldsno
Hadikoemoro 
(1992,
7)
adalal1 "hasil 
persepsi
ae:
,
ar;mgc
tentang 
lembaga 
pendidikan 
yang
akan.
dimasukl.
Peminat          me:1daftar masuk apal1i!a mernpunyai persepsi yar,g
positif
dalam berbagai
segi
tentang lembaga
pendidikar:. yang
b(;JTSangkut<m."
Menurut   Soekisrro  F..zdikoemoro
(1992,   p8),
ada   berbagai   fakro : 
yang
          
dan
iklim Y"'ltllll'US,
yang
pada
gilira.l!lya         
per'kembangan
dan
keberbasii&""l     
      
antara 
faktor-fuklor 
itu
bersifat
kuantitatif
dibandingkan 
dengan
yang
Jain.
Faktor-f<lktor yang
nyata
dapat
  
dllihat
yang 
mCinpengaruhi
ten:nasuk 
bangt.'llan 
gedung-gedur,g,
sarana 
dan 
fasilitas,
'""'"II,
sumbcr 
daya
pokok 
la:inny·a,
proses  belajar-mengajar.
Dalm 
kenyataannya
yang
meneni.u..lvm pt:rkembarrgan, 
muiu 
lCinbaga
dan
mutu  !Jenilidikan 
adlllah  fakto:r
baur.:n
yang
se:rasi
antara 
faktor-faktar
yang 
tangibles 
dan  intangibles
yang 
bersifat 
1;ualitatif
seperti  suasana 
kampus, 
keakraban     
kalangan 
warganya,
pergaulan,  
perhal;ian
dosen
terhadap 
mahasiswa, 
kepuasan 
mahasiwa 
terlJ.adap
pel2.yanan  
yang 
diperokh,
kebcrbasihm abmininya 
di !lW!yarakat
2.3
Me,ng,
lola Kn!llitas Lisaha
Ja;m
r,.u""'
(1994.
p56)
m<ondefrrri>ikan
kualitas se.bagai
"the
totality
of
features
and characteristics of a product or service that bear on it's ability to satif>'  stated or
implied 'leeds."
ArtiL<ya : F"'lsil akhlr
yac>g
kar&kteristik dari
produk
atau
jasa
yang 
clapi!t
memuaskan
apa
Utrtuk 
dapat 
metnberikan  ga,.11ba:nm  bagaimar.a  
kendala   yang  
menyebabkan
kualitas 
jasa
balk
tidak  da.pat disampaikan
maka  parasuraman,
Valerie 
dan
Berr'f·
pun
nembuat sua.'u modeL
  
15
Gamhar2A.L
                      Pe11mnai Neecs
Past Rxp-etience
l
I
Expected
service 
I
GAPS'
CONSl.ll'vffiR
Pereeived Service
t
&
.
'Ill
'D·"·
.GAP4    
{mdnding
.
·
'
.l
po%1.:-<X':r:x.a<f,..'l-)
.•
'
'
 
lo O::msumers
L
wf.
GAP
l
into Service
Qualit:v Specs
Gl\1'2
Man cremen.t Perfections of
Consume;:Expectations
Sumher 
A
Conceptual
Model
of
Service
Q. ality and
Its
Implications
for
        
Research
By A. Parasmaman,  Valarie 
Zeithaml
&
Leonard
LBeary
Keteranga.n
  
16
Ivfanajemen
tidak  selalu 
merumgkap 
der%'111 berll!r
apa
yang 
diingi_nkan
oleh
langganan.
},.fanagement perfoction-service
quality
specification
Manajemen
mungkin
merQ!lgkap 
apa  yang 
diinginkan  
deh 
langga.nan
secam  
beillfr,  
runnurc 
tidak  
menetapkan 
standar    pelaksanaan 
yang
spesifik.
Gap
3   Service quality specificatior.s-service delivery
gap
Karyawan
mungkin
tidak 
dilittlh 
denga.'l
b!;llar
atau 
kelja 
terla!u 
berat
dan tidak rnarnpl!
atau  tidak 
oorsedia
untu.k
melaksanakan
berdasarkau
stat:dar.  
Dapat  
pula  
kan:na  
mereka  
dlnadapkan  
pada  
stanC:ar
yang
seperti  
mendeugarkan 
langganan 
dan  
mebyani 
mereb
Gap
Service deli-ver_,;-e.>::ternal communications
gap
Harapan
konsumen dipengan.ihi         
pemyataan
yang  dibuat 
oleh 
wakil
dari
per..JSalua.n
atau
Gap
Expected
service-perceteed
service
Perbedaan     
terjadi 
bila 
korummen
mengulmr 
penampi!m
dengan 
cara
yang
berbeda  dan          
menga:rtikan
kuaEtas
peiayanannya.
L. Berry (jvfark-eting Afanagemenl, 1994,
p476) 
berp!;lldapat, 
ada
5
fakt.or
yang  dinilai
penti:r:g oleh
korummen
yaitu
:
L
Realibility
(kehandalan)
dengan
cara
yang
  
l7
2.  
Responsiveness
(tmggapan)
Kemaua!!
untuk
mt:mbantu
pelanggan 
dan
menyediz.klln pelayanan 
pada
saat
yang
3.  
Assurance
Gamirum)
Pengetalman  
dan  
sopa.•  
san.tun
karyawan   
setta  
kemampuan    mereka    untuk
melaks:ma:kax:
kepc:rcayaan yang diberika.'1.
4.   Empatl{JJ
(s.impatik)
Perhatian
individual
pada
pelanggan.
5. 
Tangibles (nyata)
HI:tdilT.Ji'a
fasilitas fisik.
peralatarlr.lliYawan dan
alat
komunikasi.
 
s-tllltu 
perusahaan 
menjaga 
kPalims
adalah 
mempertab.an:kan kepuasan
ko:nsumen
(consumer   satisfaction) 
yang 
menurut 
Philip 
Kotler 
(1994,   p40), 
dapat
did.eflrtisikan sebagai  "the
level of
a  pttrson'!s
folt state
r-esulting  from comparing a
product's
perceived
performance
fOr
outcome)
in relation
to the person's  expactation."
A.."i' 'lya : Tingkat dimana seseorang
dapat
menmakan hasil
da.ri
suatu produk.
-
Adapun
pendapat 
Soekisno
Hadikoe1noro (1992,  p8)
mer.genai
kepuasan 
datam  dua
ia
pendidikan
adahili
"perbedam
yang
rerlalu
menyolok
antara
persepsi  dan
realitas 
akau.
mengak.ibatka<'1menu.nmnya kredibilitc.s."
cntuk
mengetahui 
iingkat 
kepuasaJl  konsu.rn.en 
maka 
menurut 
Philip 
Kotler
(1994, 
p42),  perusaha&'l perlu 
melakukan 
S<."J:Vey 
secara 
periodik. 
Jenis-jerris
survey
tersebut
aniara
Directly reported
satisfaction
  
18
Melalui
questioo;rre
dapat
dita.nyakan
tingkat
kepUl!San
pzda
suatu
layanan
dengru'l
jawaban
sangat
tidak
memuaskan 
,
bisa s'\iao
puas,
dan sangat
puas.
Setelah
dinilai
haslhtya 
kerondlian dit:m1·pill'ao dalatn. diagram
histogram.
Derived
dissatisfaction
Men;myakan 
sampai
seberapa 
tin_gl!,.at 
pelayanan 
ya..<g  diharapkan 
dan 
bagaimana
pelaks2illlan!lya
sa at
Problem
anahwis
atas
suatu atribut.
Metode
lainnya
adalzh mllr!anyabn responden untuk memiliskan pemJ: !!lllahan yang
dihadapi 
&lam  
memperoleh  
pelayanan  <la.c'l 
ditawarkan 
dan  
merruliskan
perbaikarL yang &pat  ciusulkan.
I
mportu!lce/peiformance
ratings
Dar:.
rerrumir perusahaan 
dapat 
mer.anyakm 
tingkat 
kepentinga..<
berbagai 
a!ribut
pemasaran dan
tingkai
pe1aksa.'laan
a!ribut
tersebut
Ada
swill  penelitim 
yang 
mengungkapkan
bahwa 
lmgganan
yang 
tidal 
puas
dan
menyatakan
ketidak
puasan!lya
tersd:mt
(complaint), 
dilaperkan
memilild
keinginan
me':nbeli                          besar
dibandingkan dengrua
ya:r;g
diam
saja,
walaupun 
kctidak
puo;san
mereka
tidzk ditangani dengan baik
2.5 Pelayana'l
Bermutu
Dalau
menca:pai
pelayanan 
yang  be
muru  harus 
mernpcrr.atilun 
beberapa 
hal
seperti di
bawah
Keuntung:a.11),felalui Manus\a
Bebempa 
organisasi   menetapkzn  
prioritas   dan 
filosafl  
bisnisnya   &lam  
urutan
seblgai
berikut:
  
19
produk
Mengejar
keuntcngan
mendom.L"l.asi
segala
pemikirlll'l
kebijaksanaan
dan
cara
menangmn
manusia.
?rodll%.
adala'h
sumber 
utarna
yang
menghasilkan 
keuntungar;
sehingga
dilempatkan
pada
prioritas
kedua.
M.a.rmsia ditempatk:m
pada
priori!as
ter;IklJ:ir
karena
kepentingan
dan
nil.ainya
h:mya
ada
di!Jiam
hubungan
dengan 
dun
hztl
                orgz.rusas1 yang
berorientasi 
pada  pelayamm,urutan
prioritas
sebaik'-lya
disusun seperti
manusia
produk
keuntungan
M;musi.a,
khususnya
yang
be ckaitanlangsung
dei1gan
penga.larnan
konsumen
aoolah
 
Kembangkan 
n1ereka,
dukur.glah, 
beri 
sernangat 
agar 
mereka
memberikan pelayarum yang
istimewa,
produk
yang
berkualitas          
akhirnya
akan
memberikan 
keuntungan 
bagi 
,\nda. 
Investasi 
pada 
manusia 
adalah 
persyaratun
          
berkualitas.
Menciptakan
Iklim Pelayan:m
Bagai,-:nana
rasanya
bila
A.:1da
memasuki
sebuah
bengkel
00!:1
Anda
melihat  stafuya
saling
membanting 
ba1rang
di meja
rekannya?
Atau
•"'.,.t'
pengalaman 
rekan
kami
menah\:i selmaCl
maskapai 
peneibanga.11
program
promo_i barn,      mendapat
jawaban,
"Jangan
berharap
kami
mengetahui
hal
  
ini 
kantor 
pusat 
kami 
dan 
mereka  
tii!ak 
mau   repot-repot
me-ajelaskannya kepada  katmi." Menciptakan 
iklim
pelayanan
yang
baik
tidak
Hm.l:y"'
  
20
memhuat 
staf  Anda 
mellj3di
  
tetapi 
juga  memberil:rnn
da:rnp<ck
yang 
sangat
lrnat
pelanggan
pelatihan
mahan yar,g
Waktu
hams 
dicurahhn pada 
progrrum
seh.a,-1-h.ari
seltti!'l,gg;a &:pat menghasilkan
perub.ahan iklim yang
sesuai
dengan
usaha
y;mg
telah
dikeluarkan.  Dikata!G:JJ.  bahwa 
macm.1s!a 
menu!ark12n 
peFiakuan
mereka 
Sebagai  contoh
setelah 
yang
burnk
di
l•rur to!l',
ker:mngkirum
puhmg
dan
ingin 
kekesalan
tersebut. 
wa1.'tu,   bila 
mengalami  
brui. yang 
kanmr,  
kita  
akan 
:membawa
kebahagiaan
itu 
oran,g-orar..g di
ruw.ilt. fui 
konsep
sentrl dari
pelayanan
ke>;>ada pelanggan.
Konsumen diutc'l.makan (17ie C08tumer comes
1"')
Dir:JN>a
comes
1'' ad;a\ahkep::ndekan dari:
C  
=
clear
messages (pt:sanyangjelas)
0
=OK 
attitude
ya,"'lg
baik)
M  
=
makir;g people
feel special 
(mengisti1new<r.kan
orang
lain)
E
=energy (energi/
bersem ngat)
S
=
sen'ice
under
pressure
(peiaya,·vu:c di bawah telG!IIliii:)
1"' 
=
4
minutes
utld 
2
minutes
(pertama
:
empat 
pcrtama 
dan
dua
teralu'rir)
Ketenmgan
:
Pesan
Yang Jelas
Untak  
memberikan  
pclay&nan 
yan.g  haik, 
lebih 
efektjf   dalam
yang 
je!as.
Ke1temmp;ilan mengirimkan  pesan
yangje!as kepada
krnll!umen
Anda
terdiri
dari
:
  
21
"
1er.getahu.i
apa
yang
ingi
i\nda
katakan.
"
Menentukan
kapan
dan
dimana
sebaiknya
mengatakan
hal
tersebut.
"
Menilai 
bagaimana 
cara 
terbai:<
urru
mengatakrnnya 
s.::ca:ra   asertif; 
tidak
langsung,
dam !am,-latn.
"
Sederharuikan sedapat
mu.11.gkin.
"
Bicara
dengan
jeias.
<>
Buatiah kontak
mat!.
"
Mcmantau   respcrJJ
korummen 
dengan
melihat
tanda-tanda   kebingungan,
terganggu,
menerlma,
dan lam-lain.
., 
Gura.kan. bahasa
yang
sepantasnya.
"
Pastikan
apa 
yang 
.
'1da   katakana
ko.nsisten
dengan
bagaimi!na
Andz
mengata'kiumya
(rnisalnya 
tidak 
mengatabn
penyesalan 
Anda 
sambil
3ebaskan
Anda 
dari 
beban 
·
pemlkinm
dan perasaan yang
terbawa 
dari
    
deng  _n konrumen sebelllW ya, dengan konsumen yang
di rumah.
., 
Dengarkan  secara  akt!f,  dengarkan
apa  yang  sesunggulmya dikataka.n oleh
konsUlnen
11...ndz..
"'
Pedklla
keJ:nl:J•all bila
Anda
tidak
yakin abn p;:rkataarmya.
<>
Dengarkan
perasaan
yang
ada 
balik kata-kata.
  
®
Ing<:tlah
ba!ltwa
rnen.dengarkan sesuatu yar.g tidak
setujui
akan
membuat
kita
mudah
ma:rah
aiau 
hilang 
perhatian.
Bila 
kita 
membuat 
penilaian 
at:rl!
mulai
menyusun
roocaru
un'ill::
mooyerang
bah"k,
kemungk:ntm 
besar           
akan
berhenti moode:ngarkan.
Sil!:apYang OK
 
yang 
posiiiif
adalah       
yang 
poot:ll1g. 
Sikap
pcmberi
pclayanan kepada diri merel<a SC11diri dan kepada klien
mereka mert.lpakan
landasan
dari
pelayanan. Sikap      
untnk membentnk
resporu> kita.
ilcfodel A.'Jalisis
IrallSaksional
yang
menganalisis
tingkah
laku
manusia
memberikan
peumjt:k
ringkas        
memahami
apa
yang
teljadi 
di
antara
ma.c"1usia. Dalam
mmuanda::g diri sendiri, lcita dapat berada pada
sa1ah
B<lt11
titik yang
SAYA
OK
-------------------------------------8AYA 1Jl)!I..K
OK
C>rang 
dengan 
sikap 
"Saya  
OK" 
memandang  
dirinya 
secant 
positif. 
Ia
menyadari keterampilar" kualitasnya
dan
niiairwa
sebagai
individu 
dan
ia
memiliki
keyakina.n diri yang cukup. O:a.11g           
berada pada posisi      
tidak
me:ngkhayalkan
kesempml:lila!l. 
Mereka 
me:nyadari
kekurangan 
dan 
kelem.ahan.
dirinya 
tetapi
me!fuatnya
sebagai
sesuatn
yang
per1u
dike:n1bangkan,
bukan
sebagai 
alasan
untuk
meraguk;m
dirinya
Sv"'lldiri.
dengm             
dasar              
Tidak             
sel.al:u   w..eragukan dan
mengliritik
diri
se:ndili
Pengalamannya             
negatif;  dipusatkan 
pada 
kesalaha.'<
dan kegagalan,
menganggap 
diP.nya
tidak
bet11ibi
dan
segala
sumbangannya 
pada
siiuasi tidak ada
gurumya.
  
23
Sa!7.a
haffiya 
dengan   sikap   terhl!dap 
diri 
St,"'lliliri  
,
sec.lfa 
tak 
sadar  
kita
mernpunyai 
sikap
terbadap orang
lain.
Sikap
inijuga dapat
diliitat
dalam
lmntinum 
:
A1'IDA
OK
---·--------------·--·-------.---·-----·-··---··AN
TIDA.XOK
Seseorang 
deng:m
sikap  dasa.r terhadap orang  lain  ''A.nda
OK"
beranggapa11
ha!l2w&
orang
lain
berharga
dan
b=ilai. Orang
ini
melihat
bakat
dan
kust!itas orang
dan 
ia  akan  menyadari
ketnunpilm  dan  sum.bangan 
orang 
lai11
dabrn 
setiap
peristi.'il\ra.
Di
lain
pihak,
juga
ada
orang
yaP..g pada dasamya 
beranggapan  bahwa  orang
"Tidak  OK."
Sikli',J
i:ri.
menyebabkarrnya
memandang ora.'lg lain
tidak
l>erharga.
Orang 
menganggap
orang 
lain
sebagai  
'l@stJ.al'
mMalab  dan  pengacan.
Yung
dilihat  adalah
ketidakm1lll'tpuan dan
kegagalan 
orang
lain.
Kita
dapat
m;onggabungbn
semt;a sikap  terhadap       
sendiri 
dan
orang
lain
kemudian
memahami
perarcan
sikap-sikap      
te1:hadap apa  yang 
t.."fjadi di 
antara
rrw.nu.qfu.
Dm:.lmntinum
yang
digabungkan akan
menghasilkan empat
kaadran
(GarPbarDiagpm  2.6J,):
Anda
TidakOK
OK
Anda
OK
S:.ya Tidak
OK
Swmbe::
Diagram
2Al.: 12 
Langkah  
Menuju  Sukses  
Melalui. 
Pelayamm
Bermutu Oleh Hopson_Ba,-ry
Scally,Mike.
KC adran 1
SAYA
OK- A;\JDA 'IT'JAK
OK
  
24
Orang 
bl:rada  
di  
kuadran  
ini  
terlihat  
sc-mbong, 
mendomir,as
berprasangka,  merem.lahkan, menganggap
orang
tidak
rna:u
berubah, mengatur,
kaku,
peka,
mmtpu
mendengarkan, 
birokratiB,
penilaian, se..'lang rr&ngkritik,
mengsnggap
onm.g
l;;;in
sebagai
gangguan,
pengacau
aiau bodoh. C'lrang yang
berada
""'"'"'
kua.",.ran  
i.rti 
biasanya
merjadi
agresif
Kuadn!.n2
sabarar., 
seringkali 
bersifat 
negatif 
dan 
dapat
Al\:TIA TIDAK
OK -  
SAYA  TlDAK
OK
Seseorang
yang
berada 
paella
posisi
ini,
terlihat 
sebagai
orang 
yang 
klir,mg
bersemangat, 
sangat 
m
gatif,           
mampu 
menangani  
banyak 
kesulitan,   apatis,
memheri
sumbangan
yang sangat
sedikit,
kurang
komitmen,
iidak
berespon.s,
k-w:ang
inisiatif
dan cepat
menerima
cela.an_
Kuadnm3
 
OK-  
SAYA uuru OK
Seseorang
berada  pada
kuadran  ini
kurang  percaya 
mer
asa
m""mpu,
tidak berdaya,
kurang
4
SAYA 
-A"\TIAOK
Seseorang yang berada pada ku.adran    yakin padz. dirinya
sendiri      
pada
orang         
responsif;
berorientasi
pada tindakan,
tenang
meskipun
dal.a."ll.
tekanan,
rasionai,
bersema.ng:at,
kreatif;
flekaibei,
siap
tmtuk
melihat
berbagai
hal
dari
!!WI&
pan&ng
orar,.g         seerang
pendengar 
yang  balk,  menunjukkan 
minat
terhadap
orang      
dan bekerja untuk memecab.k:m. persoal.an.
  
25
1.
l'v!;; ngi!stime·waJkac Orang
Dasar 
dari
semua 
kontak 
yang
berkualitas adalah  po:ngbargaan yang 
tulus
l<elpada  orang 
yang 
kita
hadapi,                   menjadi
dasar 
dari 
pelayanan
tetapi
pe'Jghargaan      
har:us
di
tunjukkan 
dalam
ti'lgkath
laku. 
Saiah 
satu 
aspek 
dari
m<mgistimewakan
orang lain adalal: mengenali keun:ikan mas:ing-masing
orang.
2.
M;mJ,njiJkican
l
4
:nE;rni
Tinggi
Riset  
terhadap  
ketrampil:m  
uniuk  
membir'.a 
hubung:m  
memmjukk:m
dengan
je:!as
bahwa orang
akan
tertarik  pada
ora.'lg yang
:
<>
Memb 
alnya
merasa  istimewa
"
sikzp
yang
positif  kepada  dirin.ya dan
orang
lain
e
Berkolllll:llkasi
jell!!! dan tidak 1r..emnjokkan
"
Men1111juld::a.;energi
tinggi, 
terlihat 
mencintai
kehidupar., 
berti11dak seperti
mereka 
mena:warkan  
se:<ulltll dan bergerak
sepeni
mereka  
m'-'l'lliliki
tujuan.
3.   
Belrorja
Set"&:rn
Baik
d!
Bawml
Tekanan
Kesadaran
dan 
keterampi!ru"'l
pelayanan 
membuat  pekerjaan  
pelayanan
menjadi 
iebih 
mudah  
memuaskan
untuk 
di!akukan. 
Kepuasan
da.'i 
pelayanan
yang 
bail< berge:;:ak mundur 
dan 
maju  dia:nta:ra
pemberi 
dan  penerin!a 
!ayanan.
Mencapai
stand.ar
.da!ah
tantangan
pe:i:a: JJ,; , 
selanjutnya
kita
ltarus
mem<iJertahankarmya.
perwh
tekamlli'I-
ini 
menuntut  perbatian
serius  
pada   saat-saat
yang
Kehldupanja:rang sekali  berjalm
secara
stabil, 
scl;;lu
a&
dapat 
m"'!lgharapk.m 
standar  
pelayanan  yang 
tinggi  
ketika  
o:rang-orang
  
I
ber<-da dala.m
keada.an
terbaiknya, tetapi bagaimana bila. mereka tidak den:'dkiJL'l.?
Pelatihan pel.ayanan perlu memberikan keterampilan kepada perm:beri
pelayarum
menjaga 
dirinya 
sendiri 
sehingga 
mcreb :ha!Ilpir selalu 
be1'"ada 
dalzm
keadaan terb&ilrnya. Ada ra!'tai 
yang
mmar£
mara
pmfonna
kerja
dan
tekamm,
Se"perti terlil::t:!t ]ada
diagram  2.6.2.
ini.
TL"'GGI
t
Pmforma puncak
Kami
dalam keadaan
terbruk
\\
tekanal)l atau
\erlalu
tantarigan xjada apa
yang .kit2 la:kJkan 
stlress
Kita
tid!lk
terstimubsi
¥ita
berada
jauh
di
punc
berlebiillm
beb
Kita
terlalu 
Kita
Teka.n<m
atau 
TINGGI
(Gambar  Diagram 2.6.2.)
Su1nber: 12
Langkah  Menuju  Sukses
Melalui
Pelayanan Bennuiu 
Hopson, Barry dan Scally, i\Iike.
4.  
4
'i.lfen!t Pertama dan
2
Menit
Te1·akllir
Eno.p<lt 
menit
pertam.a dari 
setiap  
pmju!Ilpaan 
adalah  sangat  panting.
Dalam waklu yang sangat singkat itu, begitu ba.'l.yak kesan
dan
kesitu,oulan yang
dibuat
Kita 
dengan
cepat 
a.'<an 
memperkirakan
sebe:rapa
penting 
a!au
lrura.ng
penli.11gnya
Iilla. di
wJtta
orang
yang
dillJ!dapi, sehera;;Ja
besar
orang
yang
dihadapi
lme-ua
kesan temkhir
!lkan
bertahan paling
lama
(merama)
di benik
konsumen.
  
27
M1:ng enali Peningkatan
Pelayanan
Pei:tinlgkatan
gaji adzlah salah satu cara
yang 
digw1.akan.
untuk mengll1argai
adanva 
peningkatan  pelzyanan
dengan strategi
lain seperli
:
"
Memberikal::.  
pengl=gaan
pening.\:atan pelayamm;
cara
dapat  d:iguru!IGm
bersama-sarra
"
Men11asukkac"l
berita
mengenai  comoh-contoh 
pelaya:nan
yang 
istimewa
di
atau majaiah
perusallaan;
tingkat 
pelayanan,
mengajak
selOOJh
lllltuk  me!'Jlai 
siapa-siapa 
yang  telah 
meningkatkan
pe1tmma
pelayauannya;
"'
Menulis   daftar 
peningkatan 
  sebagai 
bagian   dari  
prestasi
perusahaan   di 
laporan 
ta.lrunan
akan 
diberikan
kepada
"
meinuji
setiap
p;:li:;:rj<lall
telah
dilakukm secara
balk,
satu  strategi 
w.211ajemen.
-:timjpllthal
sangat
penting
dalmn
peningbitan kualitas
pelayanan
adal:ili:
"
Kemampuan bergaul dan berkomu.< ikasi
"
Kua1itas produk
Presentasi
atau
kemasan
"
praktck
dan
prosedur.
  
28
Melalui
Komunili:as!
Komurfusi  peltl'.asaro.!l, ent.ili   dalam  
benruk               
"nada  
suara" 
seorang
wiraniaga,
brosur
di
tempat
penjualan,
alau
pengemasan
produl,,
menggaltl'bacrk&'l sarana
sig':li:filkan  untuk
membujuk
konsumen.
akan 
dibahas 
yaitu 
kanseptualisasi
pera.'l
yang 
dhnaiink.an
oleh 
pelbagai
unsur
komuni.kasi 
"1am:<1
persuas1 
dikenal
sebagai 
Kemungkinan Eliibc,rasci.
Men!h'1.lt Model
Kemungkinan
Elaborasi
C\-1KE)
yru>.g
dikembangka.n
okh  Pei.iy
dan   Cacioppo,  
pengaruh  
yang  
ditimbulkaa  oleh                    
U!llllllr  
komunikasi
akan
bergantung
pa.da elaborasi
(yaitu, 
cara 
berpikrr 
yang
relew.n 
dengan 
isu) 
y;mg 
telja.di
selam.a
pew.rosesan. 
Ke1tika
elabomsi  
'"'!%',
l1l1J;) 
sentral   mem1j:u
persuasi             
di
mana
unsur-unsur pesan
itu (disebm argumen) yang
relevan 
dengan  pembenr-ukan
"bernaiar"
yang 
berpengamlL                          rut·e
perifeml 
rnenuju   persuasi  
yang
terjadi  di
bavv11h
tingkat 
elabomsi           
rendah  sebagai 
unsur (
disebut
isyarat 
periferal)
yang              
relevan   
dengan
pengembangan              bemalar                   
berpengaruh.
Argumen 
maupun 
isyarat 
perif::ral 
u"'""'"'"
memiliki
efek 
di. bawal1 tingkat 
elaborasi
yang
sedang.  Elaboraspa161
bergantilll.g
pada 
motivasi
dan 
kemampuarr
bel"Sllngkutan
sela!ll:a
pemrasesan
pesan. 
Orang 
yang 
terrnotivasi
dan 
mampu
  Rute 
periferal
ditempu!!
ji.ka
e
otivasi
atau
kett'  mpuan tidak
ada. Hal-hal
yar:.g
penting bagi
prc•ses komunil;:asi
persuasif
adalah:
Efek
Sumber
Walaupun 
pemasar 
tidak 
dapat 
li!ngsung  
mengendalikan 
respon  
dari 
konsumen
sewakt:u
mempmses 
komunikasi
persuasif.
mereka 
dapat
berusaha
mempengart
hi
reaksi 
ini  melal11i IIDSur 
tertentu
dalam 
kornunikasi.            
satu aspek sepeni
adalah
s:urnb<rr
pesan.
  
,. 
Knx!ibilit<ll!
Pr'msip yang sudah berjalato lama da.ri penmasi adalah bil1wa
surn.her
dapat
dipercaya biasanya akan memudahkan persuasi.
"
I<ilrakteristik Sumber Tam't.ahan
Penelitian 
memperlihatkan 
persuasi 
yang 
lebih 
besar 
ketika 
sumber 
menarik
svcara
fisik,
disukai, seorang selehriti, atau sama dengan khayalak target.
EfukPesan
Kara teristik
tambahan
pesan
di
luar
sumher
dapat
memainkan
peran
yang
signjflkan dalam proses persuasi.
®
Kekuatan Klaim
Pesan akan menentukan dengan imat be1rapa banyak basil yar.g terjadi 
bawah
rute sentral menuju. persuasi.
"
Blllrjaknya Klaim
Kuantitas dan
juga  kekuatan 
a".au  J..'Ualitas
pesan dapat mempengaruhi ;::ersuasi
"
Keberpibakan Pesan
yang dibuat di
da.lam
sebua.b
Apa
yang
mnng,lcin  mengejutkan
adalah
bahwa  memasnkkan
beberapa
klaim
yang 1emah
benama der,gan kJ'aim yang       
dapat meningkatkan deya persuasi
pesan. Pesan bersisi dna {pesan yang memasukkm pro dan kontra) meningkatkan
persepsi akan kebenaran
p.,"''lgiklan
dan
kepercayam
dliband:ingkan
dengan pesan
bersisi
tllrtggal
(pesan yang har.ya menyajikan pro)"
  
30
@           
Pesan Komparatif
Klail:n
juga   da-par
bervariasi 
dalam   pemakaian  
perbandingan  
merek    Ikl.an
komparatif
sering
digunakan
oleh
merek
barn
yang
berusaha
merebut
bisnis
dari
merek
yang sudah ada.
Pesan
Afektif
Respon
afektif
menggambarkan 
perasaan
yang
dihasilkan
oleh
komunikasi.
Jenis
respons
"panas"
seperti
iniiah,
bukan
respon
respon
kognitif
yang
"dingin",
yang
ditekankan 
oleh 
apa
yang 
disebut  sebagai 
iklan 
transformasional 
(berlawanan
dengan informasional).
Iklan
transformasional
berusaha
untllk
"membuat
pengalaman
pen1akaian
produk
lebih
kaya,
lebih
hangat,
lebih
menggairallk;m
,
dan!atau
lebih
menyenangkan  ,
daripada
yang
diperoleh
semata-mata 
dari
uraian
obyektif
mengenai
merek
yang
diildankan
.
Iklan
ini
"mentransfonn"
nilai
yang
diperoleh 
dari 
konsumsi 
produk 
dengan  
mempengaruhi   persepsi  
konsumen
mengenai
ciri emosional
dan
simbolis
produknya.
Unsur
Pelaksanaan
Sebenamya,   w.sur 
pelaksanaan 
(executional   element) 
seperti 
garnbM, 
suara,
wa=,
dan
kecepatan 
dapat  memainkan 
peranan 
yang 
lcritis
selama 
persuasi,
kh_u,susnya
untuk
ildan yang
dirancang
untuk rnendatangkan
respons
emosionat
Efek Pengulangan
Sebenamya,
literatur
telah
melaporkan
bal1wa
pengulangan
memiliki
hubnngan 
yang
positil;
negatil;
nihil,
atau
U
terbalik
(yaitu, 
sikap
meningkat
hingga  su<rtu titik,
dan
di atas
itu
sikap menunm)  dengan
persuasi.
Per'cimbangan Konsurnen
  
31
Walaupun
pemasar dapat merili;gkatkan
daya persUil!li
komunikasi mereka deng;m
menyatukan
campur .n yang tepat dati sumber dan unsr pesan, dampak akhir dari
komunikasi apapun akan sangat bergal!i:!lng
pada
bag21ima!".a
ko!'.sumen 
berespons
terhildl'{:mya  
Respons
ini  pada gilirannya
dibent:Jk oleh  banyak  karakteristik
konsume:n, seperti :
Motivasi
Ada
perbedaan
yang besar sekali dalam
keadaan
motivasional
konsumen
ketika
mereka menerima
komunikasi 
pema aran.  Kadang  ko:nsumen
akan  
sa..'!gal
termotivasi  
untuk 
memproses   dan 
mengevaluasi
secara   cermat  
komunikasi
seperti ini.
Aklln tetapi, 
cukup sering
tidak
delrikian 
bmnya, karena
kommmen
mungkb:1 mengabaikz.'l  
atau 
mencurahkan  
sedikit  
usaha 
kognitif 
selama
perurosesan.
"
Ketergugahan
Kerergugahan.
fisioiogis
(physiological 
arousal), 
yang menggambark:!..n
tingkat
kesiagaan seseorang
di sepanjang
sua.tt1
kontinum yang berkisar dati rasa kantuk
yang  ekstrem 
hlngga  keteljagzan 
yai'ekstre-m, dapat
menga.tasi
pemroseaan
"
Pengetahmm
Penget:lhuan 
konsumen merupakan
determinan 
utama. perJalku
kons1m1en. Hid
yang 
sama 
berlao:u
<:.!alam   bidang 
persuasi. 
Jib
konsumen  
berpengetahuan
banyak 
tcntang 
topik 
konrurJkasi 
persuasif;  
mercies. mamptt 
lebih 
baik
mengevalua si
kelmatan
cia:!l
kelermman klaim pesan.
  
32
''
Suasana
Sa.tu        
karakteristik 
konsumen 
yang 
dapat 
mempengaruhl 
persuasi 
adabh
keadaan  
suasana  
hati  
konsumen  
pada  
w
ktu   
d:ihadapkan  
dengan  
suatu
komlh"'ikasi.
"
Cui
Kepribadian
Kepdbadian   
seora!Jtg
kooJ.mmen
dapat  
pula  
mem.bentuk  
lwresponsifaonya
tel"ludap
komncikasi
yang
persua.sif.
Kebutuhan
soorang
akan
kognisyang
menggambarkm kecenderungan 
individu:
untuk
menjalankan 
dan
me::rikmati
kegiatan
ber;:rikir,
adalah
salah
satu  dari
dri
kepribadi&".
seyerti
ini.
"
S:ikap Yang S'Jdah Ada
Keberhasi!an   komunikasi 
persW Sif  juga 
akan   b<:'zgantur,g 
pada 
sikap  
yaug
sekarang
dianut
oleh
k.
layak y;;ng menjadi
sasaran.
Pem.bedaan yang
mendasa:r
adalah 
apakah iN:rsuasi 
terjadi
pembahan
sikap.
Pert.intbw.ga"l Ienta!',.g Produk
bawah   kondisi   pem.bentukan 
s:ikap  atau
Seperti
halnya 
karakteristik 
konswnen 
sasarar,
dapo:t mempengaruhi   bentuk 
dan
keefektifun
strategi
persuasi,
rnab
begitu
pula
halnya
bennacam aspek
dari
produk
barus diperhltcmgk&n.
"
Tahap
di Dalam
Siklus
Produk
Strategi
iklan
akan
bervariasi
memum
hldup
suam
produk.
"'
Pengalaman
Dengan
Produk
  
  
33
Dampak 
komunikasi 
persuasif 
akan 
oorgantlmg 
pada 
pengalamarr 
konsumen
sesudah   menggunakan  
produk    JIJfinuman yang   tidak  
enak  
tidak  
mungkin
dievaluasi
secara
menguntlmgkan, 
tieak
peduli
berapa
banyl!.k
lliim
illin
yang
dil ontarkan.
"
Pe!li:lllpat;o
Praduk
Dete::minan ut ma 
dalam 
strategi penruasi  
adalah  penempatan
(positioning)
tertentu 
yang
diinginkan
untuk
suai1J
produk,
yaitu
apa citra
produk
yang
ingin
diciptakan
oleh
pemasar  di
dalam 
benak
konsumen.
Jawaban
untuk 
pertanyaan
:tli
akan
mendikte
secar<J;
kuat
jenis
pesan
ya.'lg
orang
gunaka.'l   
untul'
mampenga.ruhi
konsumen.
"
Kinerja Relatif
Perlmf,an
juga
hams
diberikan
pada
kineJja
(pe•formance) pradnk
dalam
hubungannya
dengan
produk
bersaing
di dalam
bidang-bidang
yang
menggambarkan. penempatan
ymg
diinginkaa
Teknik tekr.ik Modiflkasi Per:ilaku
Beberapa 
ta:mbahan
yang
sudah 
digunakan 
seca..-a
berhasil 
untuk
mamodi:fiki.!Si perilaku
manusia
adalah
:
<>
Dorong;m
Darong;m
(prompting) 
tidak
orang bersangkutan.
"
Tekc"1ik bemyak pernlinta<L'1
daripada 
sekedar 
pennintam
tindakan 
da.ri
Ada dua
jenis utama
prosedur
banyak
permintaan
:
  
34
l. Kcki-di-Phtu
ifoot-irz-the--door
atau 
menggamharkan 
sualn
teknik
di
mana  kepatuhc.n
akan 
perrnintaan 
krisis 
ditingkatkan   jika individu
daht:lu             
a,kan
pern
intaan 
awal 
yang             
Penjelasan            
yang
iliberikac'1 
unlnk            
FITD  
diperoleh  
dati  
teori                   
diri,  
yang
berpendapat
bahwa 
individu            
me11getmui
sikap
mereka,
emosi, 
dan
keadaao
batin
yar,g
lain
sebagian
dari
pengambilan 
kesimpulan 
mcreka
dari
pengarnatan  
<!'"..as     
per:Ealm   mereka               
Individu   dipac<.dang  
secara
fungsi=l
berada 
calam 
posisi 
yang 
sama 
scpe!1:i pengamat  
inar 
yang
mengandalbn 
isyar:at
ekstemal  
untuk  
menyimpulhn 
keadaan  
batinnya
sendiri.
2.   Pintu-di-Wajah
(door-in-the 
atau
DIIF)
sisi sebaliknya
dari k:zki-
di-pintu.
Dalam 
peudekatan 
ir.i,
ormg
leb:ih
da11ulu
diminta
untuk  herhuat
sesuatu
yang
jliida
pokolmya 
  kompleks
dibmdingkm
pennintaan
kedua
y<Lng
kritis.
Sebenamya,
permintaan
awal 
dirancang
agar
menjadi
begitu
ekstre!tn sehingga
orang
bernangl11tan
akan menolak.
Sesudah
peno!MA n
pennintaan 
kedua
pun 
dia:jukan.
Penelitian 
memperfu'J.atkan bal1wa
DID'
al\an meningkatkan
kepatuhan
dibmdingkan              
mengajukan
permintaan
kedua
saja. Mengapa            berhasil? Salah
satu
alasam
ya adala,'l
  Perrnintaan 
ke"..J.W   ymg
kec:ll
menjadi 
tan1pak  sew.akin
lebih kecil jika  didahuh1i olel1 pemlintaan
aw<.d  yang 
besar.
Alasan  kedua
adal;l.h prinsip
resiprositas, yang 
dasa.'llya mengatakan
bahwa
kita
benmcl!a
l:lk"'mbayar
kem'Jali
apa
yang 
orang 
su&h perhuat  bagi
kita.
Jadi,   ketika  
seseorang  
member:ikan 
konsesi  
kepada  
kita, 
ldta
membalasnya.
  
35
Prinsip Resiprositas
Sepc"!ti ban1
saja 
kita 
lihat, 
prinsip 
resiprositas
membcrikan
ungkit
yang
p<ll"ting bagi
mereka yang
berusah.a
untllk
mempengaruhi
perilaku.
Peran
Komitmen
Tindalkan
membuat komitmer1
itu  sendhi
dapat 
memi!iki 
pengaruh
kuat
pada perila:'<:U sesudalmya.
P<:h,belan
Pebbelan
(labeling)
melibatkan
pelekatan semacam
gambaran
pada
seseon;ng,
sepcrti 
"Anda 
baik 
hati." 
Label
diduga 
menyebabbn 
orang
mel:ill!ildang diri 
mereka 
dengan  ca:a
yang  disi.ratkan  oleh 
labelnya.  
fui
pada   
giliraunya  
meningkatkan  
kemungkinan  
bahwa   
mereka   
akan
:mer alavJam
perilaku
yang
kensisten der1gan labelnya.
Insentif
Insentif 
mencakup jajaran 
luas
alat-alat 
promosL 
seperti.
korting 
hatrga,
pt(..W.iwn, 
kontes, 
undia:r.,
rabat, 
dan 
kupon.
Insentif
biasanya
mewakili
suatu
komponen penting
dari
keselurullan strategi promosi-produk
1i      
Teori
pe1-sepsi diri
l\lfenurnt  teori 
persepsi   dirkekuatan
ek&terual
atau 
alas;m 
untuk
melaksanakan
sm
tu 
perilaku
bekelja   
menentang
orang 
yang
menglmbungkna
kinelja 
perilalru 
dengan 
moti.vasi
internal.  
Insentif
menggambarkan
alasan.
ekstemal
untuk 
pembelian
produk
Konsu."''len yar.g 
membeli
suat.:pmd:uk
yang
disertai 
oleh 
insentif
kul·ang
mungkin
menghubungkna
pen1belian 
tersebut   dengan 
sL\ap
  
36
ya:1g
men.dukung
prodllk 
dibmdingk;m
konsumen 
yang 
membeli
tanpa insentif.
"'
Aptikasi
tunggali versus
banyak
Insentif
"sekali
saja" 
mungkin 
ser',.,tg
m..,"nmdifikasi
perilaku 
jangka 
panJang.
ser2ng!,aian
:insen.tif at:m
banyak  aplika:si
yang
tebih
langgeng
pada
perilaku
pembelian.
Pelmdca:ia.n
berlebihan
peka   terhadap  
kemungkinm
secera
berlebihan.
produk
untuk
mer<ghasilkan cfek
lnsenttt 
ymg   berpusat 
pada 
produk 
lebih 
uuggul  dibandingkm
dengan
yang
tidak