|
pertama akan
menenma
beban
biay11 overhead
pabrik
yill<g
lebih
tinggi
bila
l!ibandingkan dengan produk yang
kedua.
Hal
ini tidak adiL
Bila biaya overhead
pabrik berva.'iasi
dengan
jumlah
(berat)
bahan
baku, misa!nya
biaya
penanganan
persediaan (materials
handling),
maka dasar
pembebanan
biaya
overhead pabrik yang
d:ipa_kai adalah kuantitas baha.11baku yang
dipakai.
c.
Biaya
Tenaga Kerja
Langsung
Jika
sebagian
besar elemen
biaya
overhead
pabrik
mempunyai
lmbungan yang erat
dengan
jumlah
upah
tenaga
kerja
langsung
(misalnya
pajak
peng.lmsilan
atas upah
karyawan yang
menJadi
tanggungsn
pen!Sahaan),
maka
dasar
yang
dipakai
untuk
membebaP.kan
biaya
overhead pabrik adala.h biaya
tenaga keJja
iangsung.
Ta:rifbiaya
overhead
pahrik
dihitung dengsn
mmus sebagai berikut :
Taksirnn biaya
overhead pabrik
Tak.sira>1biaya tanaga kerja langsung
d.
Jam Tenaga Ke!ja
Langsu..11g
X
100%
Persentase
biaya
overhead
pahrik dari
biaya
tenaga
kerja
langsung
Karena
ada
hubungan
yang
erat
antara
jumlah upah
dengan
ju,"TT!ah
jam
kerja
(jumlah
upah adalh
hasil kali
jumlah jam kerja del'.gm tarif upah) ma.ka disamping
biaya
overhead
pabrik
dibebankan
atas
dasar
upah
tenaga
keJja
langsung dapat
pula
dibeb 'l
alas dasar jam tenaga
ke:rja langsung.
Jadi
biaya overhead pabrik:
mempunyai Jmbungan erat dengan waktu untuk membuat
produk, maka dasar yang
dipakai untuk
membebankan adalah jam tenag< kelja langsung.
Tarifbiaya
overhead pabrik dihitung
denga."1 rmnu.s:
Ta.l;;siran biaya overhead pabrik
----------- - =
Tarifbiaya
overhead pabrik per jam
Taksirnn
jam
tenaga
kelja
langsung
tenaga
kerja
!a.rtgsung
18
|