![]() 27
"
Lokasi
"
Buangan (scrap)
p:osesnya,
perat1cangan
tata
letak
fasi!itas
biasanya dimulai
de11gan suatu aoolisis
produk
dan
perhitungau
tentang
a!iran
ba ang
atau ke;giatan
secara
menyeluruh.
Kemudian
dilanjuti
dengan
perenca.'laan terperinci
tentang
susuruJn
peralatarr
bagi
tiap
tempat
kerja,
!angkah
demi
langkah,
lalu
keterkaitan
antarn tempat-tempat
kerja yang
tersebut.
Menurut Dieter ( Dieter
E.
George,
2000
),
dalam melaksanakan
suatu
fasilitas,
tujuan secara
kesuluruhan
ya."lg ingin
dieapai adalah
mempertimbangka.." masukan-masukan
ya."'g
tepa!,
mempertimbambangkan
perpindahan-perpindahan ( alur
kegiatan) yang ada,
yang semuanya
itu
berfungsi
menggambarkac'l sebuah
SUS1h'1llll
yang
ekonomis
atau tempat-tempat
kelja
yang
berkaitan,
di
mana
bfu-ang-barfu"lg dapat
diprodu.\si
se.:arn ekonomis,
"'"" '"'""'
dengan tuj11an tunum
perac1cangan tata
terdiri
dari :
1.
Memudahkan
proses manufak:tur
|