Home Start Back Next End
  
158
Berikut contoh perhitungan biayanya. :
Biaya Regular = Total Regular Production x Biaya produksi reguler
= ( 4577 + 4538 + 4699 ) x Rp 31500 ,-
= Rp 435.141.000 , -
Biaya Lembur = Total Overtime x Biaya produksi lembur
= 0 x Rp 41.600 ,-
= Rp 0 , -
Biaya Simpan = Total Ending Inventory x Biaya Simpan
= 0 x Rp 307 ,20
= Rp 0 , -
Total Biaya
= Rp 435.141.000 , - + Rp 0 , - + Rp 0 , -
= Rp 435.141.000 , -
5.2.3
Konversi Agregat
Setelah mendapatkan jadwal besarnya produksi yang harus dilakukan tiap bulan
yang   merupakan   output   dari   perencanaan   agregat,   langkah   berikutnya   adalah
menentukan
master
production
schedule (MPS). Satuan jadwal
besarnya
produksidari
perencanaan
agregat
adalah
dalam satuan
bulan,
sedangkan
MPS
dibuat
dalam satuan
minggu,
maka
hasil
dari perencaanaan
agregat perlu dikonversi dahulu ke dalam satuan
minggu. Hal itulah yang dilakukan dalam bab sub-bab ini.
5.2.3.1 Produk Sluppy
Dengan
melihat
pada
gambar
5.8,
5.9
dan 5.10 maka diketahui
bahawa antara
bulan Agustus 2005 sampai Oktober 2005 terdapat empat belas minggu selain itu
diketahui pula jumlah
hari dalam
setiap
minggunya.
Untuk selanjutnya
minggu pertama
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter