![]() CHAPTERS
:Oina Nusantara
University
Faculty
of Letters
English
Depa:rtrnent
Strata
l
Prograrn
2007
THE CORRELATION BETWEEN THE ACCURACY OF ENGLISH
VOv"v
L
PERCEPTION A.Nu PRODUCTION BY
SEMESTER STIJDENTS OF
ENGLISH DEPARTIV!ENT AT B!NA "-uSA.t"'TARA lJNIV'ERSITY
RiaWijaya
0600655776
Di
dalar.:t
penelitia-'1
hi,
penulis
membalw;
tentang
i!mu
linguistik
yang
disebut
fonologi
dan
fanetik.
Clark
and
Yaliop
(1995:
1)
menyatakan
bahwa
fonologi
dan
fonetik
berhubungan
dengan
bunyi
bahasa
dan
cm:a l11ll!lusia
memproduksinya
W.Jt
mengenalinya.
Alasan
permlis
meniliu
kedna
ini
karena menurut Fromkin
and
Rodman
(19!!3:
12),
seseorang
hams belajm:
tentang
bunyi
bahasa,
aspek
dasar
da---1
makna,
dan
si>1ern
yang
mengatur
mereka.
di
dalam
suatu
bahasa.
Elemen
tersebut
mencipl:likan tata
bahasa
yang
mengindikasilca:J
pengetahuan
linguistik
orang
tersebut.
Penulis
juga
memililci ketertarikan
pada
bunyi
bahasa.
60
|
|
Men.indaklanjuti
penelitian
sebelu11mya tentang
fonetik
bahasa
InggrL
menyelldiici
tentang
efek
dari
pengalama!1
berbahasa
Inggris
pada
non-native
speakers
dalam
mengenali
dan
memproduksi
bunyi
vokal
bahasa
ir.ggris,
Penulis
ingin
ten1ang to;Jik yang
sejenis yaitu
keakuratan
mahasisvva
da.':i
jurusan
bahasa
Inggris
di
universitas
Bina Nusanta:ra
dalam
mengenali
dan
memproduksi
bunyi
bGhasa
Inggris khusuanya
bunyi
vokal
dalam
the
Received
Pronunciation
(RP)
yang meliputi /If,
lei, tel,1111, to!,
!at, li:!, /3:/,
/a:/, fo:l,
dan /u:/.
Tujuan dari poo.elitian
adalah menyedialam
pa.''a
pumbaca
sebuah
baca&"1
yang
bergnrua
untuk
mereka dalam
memajukan
kemampUllil
mereka
untuk
mempmdu_l<si
&:u1 mengep..ali
bunyi
vokal
ba11aSa Ingg.ris secara ak:IL..-at.
Bagi pa."a
dosen
yang
bersoogkutan
dan
depa11emen
bahasa
Inggris,
hal
ini
adalall
sebuah
referensi
yang
berguna
un.tuk
mengemban
lam
teknik
mengajar,
mated,
dan
juga
lruriku!um
mengenai
keakuratan
mahasisw-a
dari
jurusan
bai asa
Jnggris
di
universitas
Bina
Nusantara
dalam mengenali
dan
memproduksi
bunyi
vokal
bahasa
Inggris.
Beberapa
permasalahfu"l.
menyangkut
topik
penelitian
ini
ya.'lg ditemui
oleh
penulis
yaitu
seberapa
akurat
w.
.ahasiswa
dalam
mengenali
bunyi
voka!
bahasa
lnggris,
seberapa
akurat
ma."J.asiswa dalam
memproduksi
bunyi
voka!
balm.<>a
Inggris,
apa
hubur.gan
<mtara
kea.k.urata<1.
mahasiswa
dalan1
mempersepsikan
"lunyi
voki!
bahasa
lnggris
dan
kea!rn,."atan
mahasiswa
dalam.
memproduksi
bunyi
voki!
bahasa
Inggris., apa
saja
bu:1yi
vokal
bahasa
Inggris
yang
dikenali
dan
diproduksi
oleh
mahasiswa
secara
tidak alru.rat, apa a!asan mahasiswa
untrlk bunyi
voka!
bahasa
61
|
|
Inggris
yang
dikenali
dan.
diproduksi
oleh
mereka
secara
tidak
akumt,
dan
apa
solusi
dari alasan tersebu.t.
Sehubunga;dengl;llr topik
penelitian
ini, penulis
juga
mgin
menguJi
tiga.
hipotesa
dan membeukl:ilcaill
salah satt.L'l)la. Hi;::lotesa
noi,
tidak
ada
hubllllgan
antara
keakuratan
martllSiswa
dalam
mengenali bunyi
vokal
bahasa Inggris
dan
keakuratan
mabzsiswa
dalam
memproduksi
bun:yi
vokal
bahasa Iaggris.
Hipotesa
arah
positif,
kea.kuratan !!:\!lhasiswa
mengenali
butl.yi vokal
bahasa
Inggris
men.ingkat ketika
kea!mratan
l:l:!l!lJ'llSiswa
dalarn
memproduksi
bunyi
voka! bahasa
illggris meninr:kat
atau
kealrurntan
mahasiswa
da!am
mengenali
bunyi
vokal
habzsa
lnggds men.ingkat
ketika kea.kuro.ta'l
mallasiswa
dalam memproduksi
bunyi
vokal bahasa
Inggris
menurur- Dan
hipotesa
arab
negatif,
keakuratan
mallasiswa
dalam
meugenali
bJ.L'lyi
vokal
bahasa
Inggris
men.ingkat
ketika
keakuratan
mabzsiswa
dalam
memproduksi
bunyi
vokal
bahasa Inggris
menurun atau
kea:kuratan
malla
iswa dalam
mengenali
bwlyi
vokal
bahasa
Inggris
mem.mm
ketika kea.kuro.tan
mahasiswa
(Ialrun
Untuk
menjav.'l!b porma.salal1a.'1 tenlang seberapa
akurat
mahasiswa
dalrun
mengenali
bunyi
vokal
babzsa
Inggr'.s,
sebernpa a:kurat
J:>.ahasiswa
dalam
memproduksi bun)i
vokal
bahasa
Inggris,
apa hubungllll
antara
kea:kurat..an
mahasiswa dalam
mengenali bunyi
vokal
bahasa
illggris
dan
keakuratan
mabzsiswa
dalam
memproduksi bunyi
voka!bahasa Inggris,
apa
saja
bunyi
vokal
bahasa
Inggris
yang
tidak
dapat
dLkenali dan
diproduksi
oleh
mabzsiswa
seca.."!! akumt,
penulis
membuat
tes
kel.!ktmltan ma,'lasiswa
dalam mengenali
bunyi
vokal babzsa Inggris
yang
mengLlarti
teknik
simbol fonemik
(Lado,
1.961: 51)
dan
tes
keakuro.tan
62
|
|
rnahasiswa
dalrun
memproouksi
bunyi
vokal
bahasa
Inggris
yang
mengikuii
telmlk
membaca
('Uido,
1961:
83),
mooyebarkau
k:edua tes
tersebut
k.-'1!ada
30
mllhasiswe
semester
delapan
dai
jU.."US!ln
behasa
Inggris
universitas
Bina
Nusantara,
memerik:sa,
d;m
ll:h.."!lgar<olllisa
data
yang dilu;.m;:mlkan.
Kedua
tes
tersebm
terdh"i
dari
36
kata
yang
men
"lliung
kel:!ua beias
bunyi vokal
dalam
the
Received
Pronunciation (RP)"
Data
yang
dlkumpulkfm
dari
tes
keaktll'l.lJ:an
mahasiswa
dalam
mengenali
bunyi
vokal
bah:Ja fuggris
diperiksa
mengilruti
trac1:1Skripsi
phonemik
yang
tercantum
the Oxford
Advanced
Learner's
Dictionary of Current English Sedangkm:l data
yang
dikoleksi
dari
tes
kealrurntan
mllhasiswa
dalem
memproduksi bunyi
vokal
bahasa
Inggris diperiksa
mengilruti
tugas
ideni:iflkasi
oleh
seorang
native speaker
listener bahasa !nggris.
Dac'i analisa
tersebut,
jawahan
rmtuk
permasalahan
cHatas
tela.
ditemukan.
Nilai
k
wata:n
mahasiswa
dalrun
mengencli bur;yi
vokal
ba.lulsa
lnggris adala:h 69
yang
berllrti
ma:ha
iswa
mendapal:kan ni!ai
C
atau
keakuratml
mereka
adala:h cukup.
Basil ini
tidal'
memenul:li
harapan
yaitu
iillai
keakumtan
m!l.l=iswa
jurusan
ba:hasa
lnggris
yang
sehlll'Usuya
adalah
baik.
Dengan
h."<Sil
im,
rnahasiswa
sehamsnya
nu>w.ajilkan
mel!lllju.\:an
kenwmpuan
mereka
untuk
mengeni!i
bunyi
vokal
ba:hasa
Inggris secara akurat
paling
tida.\
dengan
iillai
bai!L
Nilai
kealruratan
mllhasiswa
dala..m
memproduksi
bunyi
vokal
bah.asa
Inggi.s
ada1ah
75
yang
bernrtl
ma:hasiswa
m.endapattam
mlai
B atau
keairuratan
mereka
adala:h
baik.
Basil
lni memenuhi
hampan
yaitu
ni!ai baik
unml;; kealrurata11
mac'Jasiswa
jurusan
ba
asa
Inggris
yang
seh&-usnya.
63
|
![]() J
Dalam
rnencari
hubungan
antara
keakuratru1
mahasiswa
dalrun
mengenali
vokal
bahasa Inggrls
dan
kea.'k.uratan
mahasiswa
dalam
mamproduksi
bllllyi
vo:kfu
bah!ISa
Inggris,
penulis
menggmakan
the
Pearson Product-moment
coefficient of correlation
formula.
Berdasarkan
hasil
perlritunglll,
nilai
hubungan
antara
keakumtan rr:.ahasiswa
dalarn
mengenali
bunyi
vokal
bahasa
fuggris
dan
Jmgka
tersebut
menjel.askan
hahw11 ada
hubungan
positif
antara
keakumtau
mahasisv.-a
dalru::mengeuali
vokal
baha.sa
Inggrls
dan
keakuratan
mahasiswa
dalam
mempnxl.uksi
bunyi
vokal
b
..asa
Inggris.
Tetapi, b.ubungan
tersebut
sangatlah
lel!'.llh.
Hasil
ini
telah
menolak
hlpores
nol
dan
hipotesa
arab.
negatif
dan
mernbuktikan hlpotesa arah pos!tif
Booyi
vokal
bahasa
Inggris
yang
dikena:i
oleh
mahasisv.-a
seeara
tidak
akumt
meliputi faa!
dan
/o:/. Mahasiswa.
mengenali
seca:rn.
tidak akurat
bunyi
vokal
pendek
/lief
sebanyak
61 :kfui
(27.!.1%)
l:muyi
vokal
p.anjang
fo:/
sebanyak
4!l
kali
(48%).
Bunyi vokal bahasa Iuggris
yang diproduksi
mahasiswa
secara tidak
ak'UI'S.t
meliputi
fool
dan
Manasiswa
telah
mempersepsikan
secam
tidak
akumt
bmwi
vokal
pendek
sebanya.lc
57
(SOJ
9%)
dan
bllllyi
vokat pa!'jang /u:/
sebanyak57
(34.76%).
vokal
bahasa
Inggris yang
dikenali
diproduksi oleh
mereka
seeam
tidak
akm·at
lima
mahasiswa dan riga
dosen.
Alasan bagi
mal:tasiswa
untuk tidak alrumt
dalarn
mengenali
bunyi
vokal
bahasa L'lg.,oris
adalah
mahasiswa
tidak
tahu
bunyi
bal::asa
|
![]() yang
diwaldli
si!l:lbol
fonemik
faa!
to:/,
mahasiswa
tidak
dapat
mengenali
perbedaan
antara
satu
bunyi
bahasa cengan
yang
lainnya.
Contoh:
rnengenali
bunyi
vokal
lee!
dengan
lei
atau
/Ill
dan
bunyi vokal
!of
dengan
/o:/,
rnahasiswa
pe!afilan
kat.a
yang
mengandung
bunyi vokal
feel to:!,
mahasiswa
kurnng
lattib.an,
dan
tidak
terdapat
bunyi
vokal
l?EJ!
and
/o:/
druam ·
Alasan
bagi
mallasiswa
untuk
a.\urat
druam mengenall
bunyi
vokal
bahasa
Inggris
adalah
mahasiswa
tidak
ctil<ltih
untuk
mengucapkan
vokal leaf
da11
/u:/
secara
ah;:rat
dill'dibetulkan. ketika membuat
kesalahan,
mahasiswa
tidak
sad&
membua:t kesalahan
dan
tidak
memperhatikan
kare:m.
mereka
berpikir
bahwa
mengubah
arti,
mah!lll:is\'ia
dipengaruhi
oleh bah!llla
(aksen
dan
dialek),
ll:l!lh!llliswa
terlalu
malas
berlatih,
mah!llliswa
kur!lllig
latib.an,
dan tidak
terdapa:t bunyi
vokal
if£i/
dan
kar.ena dalam bah!llla
mereka.
alasan
bag!
mahasiswa
untu.\
tidak
alrurat dalam
mengenali
bah!llla
tersebut,
mahasiswa
harus nenbaca kamtts
lebili
sering, dan
uu:; ::u bersangk:utan
harus
membuat
daftar
kata-kata
yang
mengandung
bu."lyi
vokal
tenreb11t
dan
membuat
reahasiswa
be:rlatih
bunyi
bahasa Inggris adalah
mahasls'\l\ra
hams
belajar
me:mr1ro<iuk:si
bun:i
vokal
mendengarkan
bunyi
seeara
akura:t
dengan
menonton
teievisi
dan
mendengarkan
kaset
dalam
bahasa
ln ;gli'S, dcsen
bersangk:utan
65
|
|
harus
;p_embuat
mahasiswa
sadar
atkan pentingnya bunyi vokal karena
bunyi
vokal
dapat
mengubah
ma:kna dan
memotiv?.si mahasiswa
untuk
mau
memproduksi
bunyi
vokal
secara akurat, mahasiwa
hams
mengurangi
aksennya,
malmsiswa.
agar
tidak
untuk
beriatih
d.er1ga:n
ternan
atau
koleganya pada
percakapan seha.'i-hari,
mahasiswa
hams
banyak
latih!!ll,
dan
dosen
harus
menjadi
prnUian yang
ba.L'!.c
dengan
memproduksi
bunyi vokal secru:a
aim."3t
da:n
memberikan
latihan
untuk
mahasiswa
agar
memproduksi
bnnyi
vokal
secard
akurat.
66
|