|
BAB 5
SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan
Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dibahas, maka penelitian ini dapat
disimpulkan sebagai berikut :
1. Dari hasil pengujian analisis korelasi dan regresi, maka dapat disimpulkan bahwa
hubungan
korelasi
antara
variabel Inclusion
Need
to
Belong
(X1),
variabel
Inclusion
Individuation
(X2),
variabel
Affection
-
Altruism (X3),
variabel
Control - Personal Growth (X4), dan
variabel Consumption of
Online Content
(Y)
dengan
variabel
Forwarding
of
Online
Content (Z)
dan
hubungan
antara
variabel
Curiosity
(X5)
dengan
variabel
Consumption
of
Online
Content (Y)
adalah sangat rendah (0,0 1,99 = sangat rendah) dan hubungan regresi antara
variabel
Inclusion
Need to
Belong
(X1),
variabel
Inclusion
Individuation
(X2),
variabel
Affection
-
Altruism (X3),
variabel Control
-
Personal
Growth
(X4),
dan
variabel
Consumption
of
Online
Content (Y)
dengan variabel
Forwarding of Online Content (Z) dan hubungan antara variabel Curiosity (X5)
dengan variabel Consumption of Online Content (Y) adalah tidak signifikan (r >
60% = signifikan).
2. Dari hasil analisis korelasi didapat nilai Pearson Correlation yaitu sebagai
berikut :
Hubungan
variabel
Inclusion
Need
to
Belong
(X1)
dengan
variabel
Forwarding of Online Content (Z) ditunjukkan oleh nilai r = 0,129. Hal
tersebut
menunjukkan
bahwa
hubungan antara
kedua
variabel tersebut
154
|
|
155
termasuk kategori sangat rendah. Sehingga dapat disimpulkan sikap
Inclusion Need To Belong sangat kecil hubungannya terhadap perilaku
pengguna dalam melakukan Forwarding of Online Content (Z).
Hubungan
variabel
Inclusion
Individuation
(X2)
dengan
variabel
Forwarding of Online Content (Z) ditunjukkan oleh nilai r = 0,120. Hal
tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut
termasuk kategori sangat rendah. Sehingga dapat disimpulkan sikap
Inclusion
Individuation
(X2)
sangat kecil hubungannya terhadap
perilaku pengguna dalam melakukan Forwarding of Online Content (Z)
Hubungan
variabel
Affection
Altruism (X3)
dengan
variabel
Forwarding of Online Content (Z) ditunjukkan oleh nilai r = 0,129. Hal
tersebut
menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut
termasuk kategori sangat rendah. Sehingga dapat disimpulkan sikap
Affection
Altruism
(X3)
sangat
kecil
hubungannya terhadap
perilaku
pengguna dalam melakukan Forwarding of Online Content (Z).
Hubungan variabel Control - Personal Growth (X4) dengan variabel
Forwarding of Online Content (Z) ditunjukkan oleh nilai r = 0,109. Hal
tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut
termasuk kategori sangat rendah. Sehingga dapat disimpulkan sikap
Control -
Personal Growth (X4) sangat
kecil
hubungannya
terhadap
perilaku pengguna dalam melakukan Forwarding of Online Content (Z).
Hubungan
variabel Curiosity (X5) dengan variabel Consumption of
Online Content (Y) ditunjukkan oleh nilai r = 0,123. Hal tersebut
|
|
156
menunjukkan bahwa
hubungan antara
kedua variabel tersebut
termasuk
kategori sangat rendah. Sehingga dapat disimpulkan sikap Curiosity (X5)
sangat kecil hubungannya terhadap perilaku pengguna dalam
melakukan
Consumption of Online Content (Y).
Hubungan
variabel
Consumption of
Online
Content (Y)
dengan
variabel
Forwarding of Online Content (Z) ditunjukkan oleh nilai r = 0,134. Hal
tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut
termasuk kategori sangat rendah. Sehingga dapat disimpulkan sikap
Consumption of Online Content (Y) sangat kecil
hubungannya terhadap
perilaku pengguna dalam melakukan Forwarding of Online Content (Z).
3. Dari hasil analisis regresi didapat hasil yaitu sebagai berikut :
Variabel Inclusion Need to Belong (X1) mempunyai pengaruh terhadap
variabel Forwarding of Online Content (Z) sebesar 1,7%, dengan nilai R
= 0,129. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Inclusion Need to Belong
(X1) sangat kecil pengaruhnya dalam meningkatkan perilaku Forwarding
of Online Content (Z) dan sebesar 98,3 % dipengaruhi oleh faktor lain.
Variabel
Inclusion
Individuation
(X2)
mempunyai
pengaruh terhadap
variabel Forwarding of Online Content (Z) sebesar 1,4%, dengan nilai R
=
0,120.
Sehingga
dapat
disimpulkan
bahwa Inclusion
Individuation
(X2) sangat kecil pengaruhnya dalam meningkatkan perilaku Forwarding
of Online Content (Z) dan sebesar 98,6 % dipengaruhi oleh faktor lain.
|
|
157
Variabel Affection
Altruism
(X3)
mempunyai pengaruh
terhadap
variabel Forwarding of Online Content (Z) sebesar 1.7%,dengan nilai R
= 0,129. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Affection
Altruism (X3)
sangat
kecil
pengaruhnya
dalam meningkatkan
perilaku Forwarding
of
Online Content (Z) dan sebesar 98,3 % dipengaruhi oleh faktor lain.
Variabel Control - Personal Growth (X4) mempunyai pengaruh terhadap
variabel Forwarding of Online Content (Z) sebesar 1,2%, dengan nilai R
= 0,109. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Control - Personal Growth
(X4) sangat kecil pengaruhnya dalam meningkatkan perilaku Forwarding
of Online Content (Z) dan sebesar 98,8 % dipengaruhi oleh faktor lain.
Variabel Curiosity (X5)
mempunyai pengaruh terhadap variabel Control
Personal Growth
(Y)
sebesar 1,5%,
dengan
nilai
R
=
0,123.
Sehingga
dapat disimpulkan bahwa Curiosity (X5) sangat kecil pengaruhnya dalam
meningkatkan perilaku Control Personal Growth (Y) dan sebesar 98,5 %
dipengaruhi oleh faktor lain.
Variabel Consumption of Online Content (Y) mempunyai pengaruh
terhadap variabel Forwarding of Online Content (Z) sebesar 1,8%,
dengan nilai R = 0,134. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Consumption
of
Online
Content
(Y)
sangat
kecil
pengaruhnya
dalam meningkatkan
perilaku Forwarding of Online Content
(Z)
dan sebesar 98,2 %
dipengaruhi oleh faktor lain.
|
|
158
5.2 Saran
Berdasarkan simpulan, pada
hasil analisa korelasi
hubungan antara variabel
Inclusion Need to Belong (X1) dengan variabel Forwarding of Online Content (Z),
variabel Inclusion Individuation (X2) dengan variabel Forwarding of Online
Content
(Z) ,
variabel Affection
Altruism
(X3) dengan
variabel
Forwarding of
Online Content (Z), variabel Control - Personal Growth (X4) dengan variabel
Forwarding
of
Online Content
(Z),
variabel Curiosity (X5)
dengan
variabel
Consumption of Online Content (Y), dan variabel Consumption of Online Content (Y)
dengan variabel Forwarding of Online Content (Z) memiliki nilai hubungan korelasi
yang lemah, sehingga kami dapat memberikan saran - saran kepada Cineplex XXI
sebagai berikut :
1. Disarankan untuk diuji coba lagi menggunakan metode statistik yang lain.
2.
Disarankan agar penelitian
lebih
lanjut
untuk
mencari
faktor faktor
lain
yang
dapat mempengaruhi model penelitian ini.
3. Cineplex
XXI
harus
lebih
meningkatkan
peran
serta
masyarakat
dalam
berpartisipasi
untuk
menyampaikan
informasi
film-film dengan
memberikan
voucher/gifts untuk pengguna yang aktif dalam penyebaran informasi film
melalui tautan (link/URL) Cineplex XXI.
4. Cineplex XXI harus mampu memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk
dapat memberikan komentar serta masukkan mengenai dunia perfilman.
5. Cineplex XXI harus mampu meningkatkan peranan komunikasi dengan
pengguna jejaring sosial, dengan mebuat forum info seputar film dan tanya
jawab.
|
|
159
6. Cineplex XXI harus terus meningkatkan fitur dan konten pada website Cineplex
XXI yang mampu mendukung situs jejaring sosial facebook.
7. Cineplex XXI harus mampu memberikan dan mengolah informasi film secara up
to date sehingga informasi tersebut selalu tersedia jika dibutuhkan.
8. Cineplex XXI harus terus berinovasi dalam fitur dan konten kemampuan
website
Cineplex XXI
yang
ditujukan
untuk
memenuhi
gaya
hidup dan
kebutuhan pengguna situs.
|