|
5
anak dan remaja. Sullivan percaya bahwa kebutuhan untuk kedekatan meningkat
pada masa remaja awal dan hal ini mendorong para remaja untuk mencari teman
dekat. Sullivan merasa bahwa jika remaja gagal untuk membentuk persahabatan yang
akrab, mereka akan mengalami perasaan kesepian diikuti dengan rasa harga diri yang
menurun. Meningkatnya kedekatan dan pentingnya persahabatan memberi tantangan
kepada remaja untuk menguasai kemampuan sosial yang lebih baik.
Penemuan dari berbagai penelitian mendukung pendapat Sullivan. Remaja
menyatakan mereka lebih mengandalkan teman daripada orang tua untuk memenuhi
kebutuhan untuk kebersamaan, untuk meyakinkan harga diri, dan keakraban (Furman
& Buhrmester, dalam penerbitan). Dalam suatu penelitian, interview harian selama 5
hari dengan remaja yang berusia 13-16 tahun dilakukan untuk menemukan seberapa
banyak waktu yang mereka habiskan dengan melibatkan diri dalam interaksi yang
penuh arti dengan teman dan orang tua (Buhrmester & Carbery, 1992). Remaja
menghasilkan waktu rata-rata 103 menit per hari untuk interaksi yang berarti dengan
teman dibandingkan dengan hanya 28 menit per hari dengan orang tua.
Pada banyak remaja, bagaimana mereka dipandang oleh teman sebaya
merupakan aspek yang terpenting dalam kehidupan mereka (Santrock, 2003,
hal.219).
Menurut Santrock (2003, hal.219), hubungan teman sebaya mengalami berbagai
perubahan penting pada masa remaja. Pada masa kanak-kanak, fokus dari hubungan
teman sebaya adalah disukai oleh teman sekelas dan diikutkan pada permainan-
permainan atau perbincangan pada saat makan siang. Tidak diperhatikan, atau
bahkan lebih buruk, tidak disukai dan ditolak oleh teman sekelas, dapat memberi
pengaruh yang buruk pada perkembangan psikologis anak, yang kadang terbawa
hingga masa remaja. Pada masa awal remaja, para remaja lebih memilih untuk
|