![]() 2
terlibat langsung dalam memaknai. Tubs dan Moss mendefinisikan komunikasi
sebagai proses penciptaan makna antara dua orang (komunikator 1 dan komunikator
2) atau lebih. Hal ini selaras dengan apa yang dikemukakan oleh Pace dan Faules,
menurut mereka terdapat dua bentuk umum tindakan yang dilakukan orang yang
terlibat dalam komunikasi, yaitu penciptaan pesan dan penafsiran pesan. Pesan disini
tidak harus berupa kata-kata, namun bisa juga merupakan pertunjukkan (display),
termasuk pakaian, perhiasan, dan hiasan wajah, atau yang lazimnya disebut pesan
nonverbal (Mulyana, 2007).
Salah satu bagian dari professional
attire
adalah pakaian. Benda-benda
seperti pakaian yang dikenakan bukanlah sekadar penutup tubuh dan hiasan, lebih
dari itu juga menjadi sebuah alat komunikasi untuk menyampaikan identitas pribadi.
Pakaian memiliki peran dalam kehidupan seseorang. Pakaian dapat menjadi alat
seseorang untuk menunjuukkan siapa dirinya.Pakaian merupakan suatu aspek yang
menyentuh setiap orang dan tidak dapat dilepaskan dalam kehidupan sehari-hari
(Ruben & Stewart, 2013).
Salah satu perusahaan yang mengutamakan aspek ini adalah PT
Garuda
Indonesia,
Tbk.
Maskapai Garuda Indonesia merupakan maskapai nasional yang
menjadi face dan kebanggaan di Indonesia. Terbang untuk pertama kalinya di tahun
1949, saat ini Garuda Indonesia membawa lebih dari 25 juta penumpang setiap
tahunnya.
Memasuki tahun ke 70 tahun di industri penerbangan, Garuda Indonesia
telah diakui sebagai Maskapai Penerbangan Regional Terbaik di Dunia, Maskapai
Penerbangan Kelas Ekonomi Terbaik di Dunia, Maskapai Penerbangan dengan Kru
Kabin Terbaik di Dunia, dan banyak penghargaan bergengsi lainnya dari lembaga-
lembaga yang dihormati di dunia seperti Skytrax
yang berbasis di London.
Sebagai
bagian dari upaya Perusahaan untuk terus meningkatkan layanan kepada pengguna
jasa, Garuda Indonesia memperkenalkan layanan khas Garuda Indonesia
Experience, yang menghadirkan kerahmahtamahan, budaya, dan segala hal terbaik
dari Indonesia melalui kelima panca indera, yaitu sight, sound, taste, scent, dan
touch,
untuk diimplementasikan dalam layanan pre-journey, pre-flight, in-flight,
post-flight, dan post-journey (Garuda Indonesia, 2015).
|