|
36
II.4.
Studi Banding
II.4.1.
Perpustakaan Institute Teknologi Bandung
Perpustakaan ITB berdiri bersamaan dengan lahirnya Technische Hoogeschool
(TH) di Bandung pada tahun 1920, Perpustakaan ITB yang saat itu dikenal sebagai
Perpustakaan TH dikenal sampai ke luar negeri karena memiliki koleksi yang sangat
bermutu dengan cakupan yang luas, meliputi hampir
semua
bidang
ilmu,
mulai
dari
ilmu
rekayasa, ilmu pengetahuan alam, sosiologi, filosofi, sastra, musik dll.
Perkembangan
politik
yang
terjadi
saat
itu
membuat
TH
Bandung
sempat
ditutup
dan ditinggalkan Belanda. Pada masa pendudukan Jepang, TH Bandung dibuka kembali
dengan nama
Bandung Kogyo Daigaku. Saat Indonesia memproklamirkan
kemerdekaannya,
Bandung
Kogyo
Daigaku
memiliki
nama
baru
yaitu
Sekolah Tinggi
Teknik
Bandung, dipimpin Prof.Ir.Rooseno. Tahun 1946
TH
Bandung dibuka kembali oleh
pemerintah pendudukan Belanda, sebagai Fakultas Teknik dari Universitas Indonesia yang
berpusat di Jakarta bukan sebagai suatu perguruan tinggi yang berdiri sendiri.
Perkembangan ini pada tahun 1947 diikuti dengan pembukaan fakultas baru yaitu Fakultas
Pasti
dan
Alam,
dengan
fasilitas
perpustakaan
perkumpulan
ilmu
alam KNV
(Koninklijke
Natuurkunde Vereniging) yang memiliki koleksi berjumlah 30.000 eksemplar Perpustakaan
tersebut dahulu menempati gedung Balai Pertemuan Ilmiah (BPI) ITB yang terletak di jalan
yang kini dikenal sebagai Jalan Surapati 1 Bandung.
Kedua fakultas itu lebur menjadi Institut Teknologi Bandung pada tahun 1959,
sehingga 2 perpustakaan yang berada di masing-masing fakultas pun menjadi satu , dengan
jumlah koleksi sekitar 120.000 eksemplar Ketika semua warga Belanda harus
meninggalkan Indonesia pada tahun 50-an, perpustakaan ITB
menurun kualitasnya karena
|