|
37
kekurangan tenaga ahli perpustakaan, yang sebelumnya dipegang oleh orang-orang Belanda
yang
bekerja
di
perpustakaan
tersebut.
Akibatnya
terjadilah
kekacauan
dalam sistem
penyusunan dan penempatan buku, sistem peminjaman, kehilangan buku, dll.
Setelah Beberapa tahun, kondisi perpustakaan ITB mulai membaik menggugah
minat pustakawan Inggris dari The British Council menawarkan bantuannya melalui
pemerintah kerajaan Inggris. Bantuan yang ditawarkan meliputi:
1. Tenaga ahli perpustakaan dari Inggris
2. Tenaga muda pustakawan yang tergabung dalam VSO (Voluntary Service
Organization)
3. Pengiriman staf perpustakaan ITB ke Inggris untuk belajar ilmu perpustakaan
4. Sumbangan buku-buku
5. Pembangunan gedung baru perpustakaan
Peremajaan
yang
dilakukan
pada
perpustakaan
ITB
dilakukan
dalam berbagai
hal,
mulai
dari
sistem klasifikasi
koleksipada
saat
inilah
perpustakaan
ITB
mulai
memakai
sistem DDC
(Dewey
Decimal
Classification),
penambahan
staf
perpustakaan,
pengiriman
staf perpustakaan untuk tugas belajar ke Inggris, setiap 3 bulan buku-buku baru yang dipilih
sendiri oleh dosen dosen ITB dikirimkan oleh The British Council, adanya layanan untuk
memesan
copy
artikel
dari
berbagai
pusat
informasi/perpustakaan
di
luar
negeri
melalui
The British Lending Library di Inggris, dll.
Berakhirnya
program
bantuan
dari
Inggris
tidak
membuat
hubungan
dengan
The
British Council terputus. Bahkan sampai saat
ini bantuan buku-buku dari pemerintah
|