Home Start Back Next End
  
17
number. Dengan konfigurasi
ini
sekitar dua juga network dapat dibentuk
dengan
memiliki 256 pengalamatan IP untuk masing-masing network.
4.   Kelas D
Pengalamatan IP kelas
D
digunakan
untuk keperluan IP multicasting. 4 bit awal
di set 1110. Bit-bit berikutnya diatur sesuai dengan keperluan multicast group
yang
menggunakan pengalamatan IP ini. Dalam multicast tidak dikenal network
number dan host number.
5.   Kelas E
Pengalamatan IP kelas E tidak digunakan untuk umum. 4 bit
awal di set 1111.
Selain
network
number,
digunakan
network
prefix dengan
tanda
garis
miring
‘/’
diikuti
angka
yang
menunjukkan
panjang
network
prefix
dalam bit)
untuk
menyebut  bagian  pengalamatan  IP yang 
menunjukkan 
jaringan.  Contohnya,
untuk alamat IP kelas B 132.92.121.1 maka dapat ditulis dengan 132.92/16
2.4.2 Subnetting
Subnetting
memungkinkan
untuk
menciptakan
multiple
logical
network yang
terdapat
dalam
sebuah
jaringan
kelas
A,
B,
atau
C.
Jika
subnetting tidak
dilakukan,
maka hanya akan dapat digunakan satu jaringan dari sebuah jaringan kelas A, B, atau
C.
Setiap
data
link
pada
sebuah
jaringan
harus
memiliki
sebuah
network
ID
yang unik, dengan setiap
node
pada link tersebut merupakan anggota dari jaringan
yang sama. Jika sebuah jaringan besar (jaringan dengan
kelas A, B, atau C) dibagi
menjadi sub jaringan
yang
lebih kecil,
maka akan memungkinkan terciptanya sebuah
jaringan
yang di dalamnya terdapat
interkoneksi
antara subjaringan yang ada. Setiap
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter