|
48
1. Observasi atas kegiatan operasional perusahaan dan pegawainya.
2.
Pemeriksaan fisik (Physical
Examination) atas kuantitas atau kondisi aktiva
berwujud seperti peralatan, persediaan barang atau uang kas.
3. Konfirmasi atas ketelitian
informasi
melalui komunikasi
tertulis dengan pihak
ketiga yang independen.
4. Pertanyaan
(Inquiry)
yang
ditujukan
kepada
para
pegawai
dari
perusahaan
yang diperiksa dengan menggunakan daftar pertanyaan (Questionnaire) atau
checklist wawancara.
5.
Pengkalkulasian atau penghitungan kembali informasi kuantitatif mengenai
catatan-catatan dan laporan-laporan.
6. Pemeriksaan bukti (Vouching) atau pemeriksaan ketelitian dokumen-dokumen
dan catatan-catatan, terutama dengan cara penelusuran atau pencarian jejak
informasi melalui sistem pengolahan kepada sumbernya.
7. Pemeriksaan
analitis
(Analytical
Review)
hubungan-hubungan
dan
kecenderungan antara informasi keuangan dan informasi operasi agar dapat
menemukan hal-hal yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut.
d)
Evaluasi bukti pemeriksaan
Setelah bukti-bukti dikumpulkan, auditor harus
mengevaluasi dan kemudian
dilakukan
test
of
controls dan
substantive
test.
Test
of
controls
tujuannya
untuk
mengetahui
apakah
pengendalian
yang
ada
telah
dilakukan
sesuai
dengan
prosedur yang telah ditetapkan. Substantive test terdiri
dari test of
transactions
yang bertujuan untuk mengevaluasi apakah terdapat kekeliruan atau kesalahan di
dalam pemrosesan
transaksi
yang
menyebabkan
ketidakakuratan
informasi
keuangan dan test of balances or overall results yang bertujuan untuk menjamin
laporan yang dihasilkan adalah benar dan akurat.
|