|
7
2.2.3 Tradisi jamu di Indonesia
Jamu
yang berasal dari bahasa Jawa ini merupakan obat tradisional berupa racikan
akar-akaran
atau
tumbuh-tumbuhan.
Jamu
digunakan
dalam penyembuhan,
pemeliharaan, kesehatan dan kecantikan secara alami, serta racikan tumbuhan
untuk makanan dan minuman tradisional.
Tradisi
meracik dan
meminum
jamu telah berjalan ratusan bahkan ribuan tahun dan
sudah membudidaya pada periode kerajaan Hindu-Jawa. Hal ini dibuktikan dengan
adanya prasasti Madhawapura dari jaman Majapahit yang menyebut adanya profesi
tukang
meracik
jamu
yang
disebut
Acaraki. Tradisi terus dikembangkan di
keraton Yogya dan Solo. Sampai permulaan abad XX tradisi tersebut masih
menjadi
sesuatu
yang
eksklusif,
hanya
dikerjakan oleh kalangan tertentu saja.
Pertama
kali
berkembang
di
daerah
Jawa
Tengah,
termasuk
Yogyakarta
dan
di
Jawa Timur.
Secara
umum,
dapat
dilihat
bahwa
minum jamu
sudah
menjadi
budaya
Indonesia.
Ditandai
dengan
peranan
jamu
yang
sangat
beragam bagi
kehidupan,
mulai
dari
proses kelahiran, masa remaja, dewasa, bahkan sampai tua. Racikan jamu
menyimpan suatu perpaduan seni dan pengetahuan. Pemeliharaan ini perlu terus
dibina agar budaya aslinya tetap terjaga kelestariannya.
|