|
49
kontras untuk alat-alat peraga.
Selain halangan-halangan di atas, orang dewasa belajar juga memiliki halangan-
halangan lain, yaitu orang dewasa yang mempelajari suatu hal cenderung membutuhkan
waktu yang lebih lama untuk menyerap informasi-informasi baru di dalam otaknya.
Mereka tidak sebaik anak muda dalam mengingat kembali hal yang sudah dipelajari.
Kecepatan bekerja otak menurun seiring bertambahnya usia. Juga adanya penurunan
kecepatan di pergerakan dan waktu bereaksi. Menurunnya proses kecepatan otak
menyulitkan orang dewasa yang berusia 40 tahunan untuk membagi perhatian dan
konsentrasi mereka dalam belajar. Juga lebih menyulitkan dalam hal mengubah dari
tugas yang satu langsung ke tugas yang lain (Berk, 2003).
Jika dibandingkan dengan anak muda, dalam mempelajari sesuatu orang dewasa
akan mengalami krisis percaya diri. Kecemasan merupakan salah satu faktor penting
yang menentukan apakah seseorang dapat sukses dalam hal belajarnya atau tidak. Orang
dewasa biasanya akan lebih takut akan kegagalan dan terlihat atau terdengar konyol di
hadapan orang lain (Twyford dalam Smith, 2005). Ini bisa menghalangi kemajuan
seseorang dalam belajar. Kurangnya percaya diri seperti ini lebih menghalangi orang
dewasa dalam belajar daripada penurunan fisik itu sendiri.
Selain perubahan fisik berpengaruh dalam kemampuan belajar, faktor usia pun
bisa menyebabkan fungsi otak juga menurun seperti kapasitas ingatan, kecepatan
menghitung, kecepatan mengingat kembali dan sebagainya. Selain itu juga, hambatan
seperti gangguan sirkulasi darah, depresi, stress ataupun penyakit kronis bisa menjadi
halangan bagi seorang dewasa untuk belajar (Merriam, 2001).
Edward L.Thorndike (1927) melaporkan bahwa kemampuan untuk belajar
menurun perlahan sebanyak 1% setiap tahunnya setelah usia 25 tahun. Bagi sebagian
|