|
57
elemen fungsional
dari produk disusun menjadi chunk yang bersifat fisikal dan
menjelaskan bagaimana setiap chunk berinteraksi.
Membuat
skema
produk
merupakan
langkah
pertama
dari
menetapkan
arsitektur
produk.
Skema
adalah
diagram
yang
menggambarkan pengertian
tim
terhadap
elemen-elemen
penyusun
produk.
Pada
akhir
fase
pengembangan konsep,
beberapa
elemen
yang
dituliskan
pada
skema
berupa
elemen-elemen fisik.
Beberapa
elemen
berhubungan
dengan
komponen-komponen kritis.
Tapi
beberapa
elemen
tetap
diuraikan
secara
fungsional. Ini
adalah elemen
fungsional produk
yang belum diubah
menjadi
konsep
fisik
atau
komponen.
Elemen-elemen
yang
belum
diubah
menjadi
konsep
fisik
atau
komponen tersebut
umumnya
merupakan
inti
dari
konsep
dasar
produk
yang
harus didesain
dan
diseleksi
oleh tim.
Sedangkan elemen
lainnya
yang
tetap
tidak
dispesifikasikan
menjadi
konsep
fisik
biasanya
merupakan
fungsi
tambahan sebuah produk.
Skema
harus
mencerminkan
pemahaman
tim
yang
terbaik
mengenai kondisi
produk. Namun bukan berarti skema harus
mengandung setiap detail
yang dipikirkan.
Aturan
yang baik adalah
menempatkan kurang dari 30 elemen ke dalam skema untuk
pembuatan
arsitektur
produk.
Jika
produk
merupakan
suatu
sistem
yang
kompleks,
yang
melibatkan ratusan
elemen
fungsional, akan
berguna
untuk
menghilangkan
beberapa
elemen
lainnya
menjadi
fungsi tingkatan
yang
lebih
tinggi
untuk
dikomposisikan.
Skema
tidak
diciptakan secara
spesifik.
Pilihan
spesifik
yang
dibuat
pada
waktu
membuat skema, seperti elemen
fungsional
maupun penyusunnya, akan sedikit
|