Home Start Back Next End
  
53
secara
garis
besar
nampak
selalu
mantap
dan
utuh,
dalam
kenyataannya
senantiasa
mengalami
perubahan didalamnya.
Hubungan timbal balik manusia dengan lingkungan perkotaan merupakan proses dua arah
yang konstruktif, didukung baik oleh ciri sifat yang dapat memberikan image (citra) lingkungan,
maupun
oleh
ciri-sifat
kegiatan
dan
kejiwaan
manusia.
Dalam hubungan
timbal
balik
tersebut,
lingkungan perkotaan tampil dengan ciri-sifat sebagai berikut (Ittleson dalam Sudrajat, 1984):
1) 
Lingkungan perkotaan selalu terbuka,
2) 
Lingkungan perkotaan selalu beraneka ragam,
3) 
Lingkungan 
perkotaan 
selalu 
memberikan 
informasi 
secara 
langsung 
maupun 
tidak
langsung.
4) 
Lingkungan perkotaan selalu menyajikan informasi berlebih,
5) 
Lingkungan perkotaan selalu menyertakan tindakan,
6) 
Lingkungan perkotaan dapat membangkitkan tindakan,
7) 
Lingkungan perkotaan selalu memiliki atmosfir,
8) 
Lingkungan perkotaan selalu memiliki kualitas sistemik.
Dari
Pemaparan
diatas
terlihat
bahwa
kot
mempunyai
kelebihan
dalam hal
informasi
dibandingkan
dengan
desa.  
Sehingga
kota
haruslah
memiliki
sebuah
istitusi
pendidikan
yang
dapat memnyediakan informasi bagi warganya.
II.3.4.
Tujuan Perencanaan Tata Ruang Kota
Menurut pemerintah, terdapat 6 tujuan penataan ruang kota, yang berisikan antara lain :
a) 
pengaturan lalu lintas barang dan manusia sehingga berjalan dengan lancar
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter