Home Start Back Next End
  
14
dikembangkan
menjadi
beberapa
kelompok
meja
dan
kursi.
Rak
buku
pun
disesuaikan
dengan jumlah kelompok meja dan kursi serta jumlah koleksi yang ada.
Semakin
lama
jumlah
buku
bertambah
lagi,
sehingga
manusia
mulai
memikirkan
lagi sebuah bentuk yang
dapat
menjawab
tuntutan
tersebut.
Akhirnya
suatu
pemecahan
radikal diambil, yaitu menyusun buku di sepanjang dinding yang menunjukkan pemisahan
ruang baca dan
ruang buku.
Bentuk
tersebut kemudian disebut dengan
istilah wall
system.
Disebut juga sebagai sebuah pemecahan radikal karena dampak dari susunan buku yang
diletakkan
secara
horizontal
dan vertikal
mengikuti
ukuran
dinding
ruangan
tanpa
memikirkan
skala
manusia
dalam proses
pengambilan
dan
peletakan
kembali,
sistem
sempat ini memakan korban jiwa seorang pustakawan pada masa itu, sehingga kemudian
harus dipikirkan kembali sebuah sistem yang benar-benar tepat.
Wall
system mengilhami
manusia
untuk
menciptakan
satu
sistem
lain
yang
lebih
baik yaitu sebuah rak buku dengan ukuran yang sesuai dengan skala dan ruang gerak
manusia. Bentuk dari rak buku pada saat itu kurang lebih sama seperti yang kita lihat saat
ini.
Perbedaan
yang
terlihat
hanya
dari
pola penyusunan
dan
tata
letak
rak-rak
tersebut
sesuai dengan
luasan dan bentuk dari ruangan yang ada. Sebut saja istilah close
stack atau
open
stack
yang
biasa
digunakan
saat
ini,
serta
pola
penyusunan
buku
secara
satu
lapis
atau dua rak buku yang disusun secara bertolak belakang. Bagaimanapun bentuk
penyususnannya,
sistem
rak
buku
yang
ada
saat
ini
didasarkan
pada
konsep
pemikiran
pada masa lampau yang sempat mengalami try and error
hingga akhirnya mendapatkan
sebuah sistem yang benar-benar tepat.
Dari pemaparan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa perkembangan ruang
perpustakaan
mengikuti
perkembangan
media
informasi
yang
disimpan
dan
bagaimana
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter