|
24
p
< 1
;
jika
pengukur
menganggap
bahwa pekerja bekerja terlalu
lambat (di
bawah
normal)
Salah
satu metode
yang
digunakan
untuk
menentukan
faktor
penyesuaian
adalah
metode
Westinghouse
(Sutalaksana,
1979,
pp140-146).
Cara Westinghouse
mengarahkan
penilaian pada 4 faktor
yang
dianggap
menentukan
kewajaran
dan
ketidakwajaran
dalam
bekerja
yaitu
Keterampilan,
Usaha,
Kondisi Kerja dan Konsistensi.
Setiap faktor terbagi
kedalam kelas-kelas dengan nilainya masing-masing.
Keterampilan
atau
skill didefinisikan
sebagai
kemampuan
mengikuti
cara kerja
yang
ditetapkan.
Latihan
dapat
meningkatkan
keterampilan,
tetapi
hanya sampai
tingkat
tertentu saja, tingkat yang
merupakan
kemampuan
maksimal
yang dapat diberikan
pekerja
yang bersangkutan.
Untuk
keperluan
penyesuaian
keterampilan
dibagi
menjadi
enam
kelas
yaitu
Super
Skill,
Excellent
Skill,
Good
Skill,
Average
Skill,
Fair
Skill
dan
Poor
Skill.
Yang
membedakan
kelas keterampilan
seseorang
adalah
keragu-raguan,
ketelitian
gerakan,
kepercayaan
diri,
koordinasi,
irama
gerakan,
bekas-bekas
latihan
dan hal-hal lain yang serupa.
Untuk
usaha
atau
effort
cara
Westinghouse
membagi
juga
atas
kelas-kelas
dengan
ciri
masing-masing.
Yang
dimaksud
dengan
usaha
disini
adalah
kesungguhan
yang
ditunjukan
atau diberikan
operator
ketika
melakukan
pekerjaannya.
Enam
kelas
dalam usaha adalah Excessive Effort, Excellent Effort, Good Effort, Average Effort, Fair
Effort dan Poor Effort.
Yang
dimaksud
dengan
kondisi
kerja
atau Condition
pada
cara
Westinghouse
adalah
kondisi
fisik lingkungannya
seperti
keadaan
pencahayaan,
temperatur
dan
kebisingan
ruangan.
Kondisi
kerja
dibagi
menjadi
enam
kelas
yaitu
Ideal,
Excellent,
Good, Average, Fair dan Poor.
|