|
48
a
21
X1
+
a
22
X2
+a23X3
+
+
a2
n
X
n
=
b2
.
.
.
a
m1
X1
+
a
m2
X2
+a
m3
X3
+
+
a
mn
X
n
=
b
m
dan X1
=
0, X2
=
0,
, X
n
=
0
(Subagyo, 1988 , pp9-12)
2.6.2
Asumsi Linear Programming
Asumsiasumsi
model Linear Programming adalah sebagai berikut
:
1. Linierity dan Additivity
Syarat utama
dari linear programming
adalah bahwa fungsi tujuan dan semua
kendala
harus
linier. Kata linier
secara
tidak
langsung
mengatakan
bahwa
hubungannya
proporsional,
yang
berarti
bahwa
tingkat
perubahan
atau kemiringan
fungsional
itu
adalah
konstan
dan
karena
itu perubahan
nilai
variabel
akan
mengakibatkan
perubahan
relatif nilai
fungsi dalam jumlah
yang sama. Linear
programming
juga mensyaratkan
bahwa
jumlah
variabel
kriteria
dan jumlah
penggunaan
sumber
daya harus
bersifat
aditif.
Aditif
dapat
diartikan
tidak
adanya
penyesuaian pada perhitungan
variabel kriteria karena terjadinya interaksi.
2. Divisibility
Asumsi
ini berarti bahwa
nilai solusi
yang
diperoleh
X
j
,
tidak
harus berupa
bilangan
bulat.
Akibatnya
jika nilainilai
bulat
diperlukan,
suatu
nilai
Linear
Programming
alternatif, yaitu Integer Programming harus digunakan.
3. Deterministic
|