|
Sistem
visi
komputer
masih
terus
dikembangkan
agar dapat
memiliki
kemampuan
tingkat
tinggi
(high
level
capability)
sebagaimana
yang
dimiliki
oleh
sistem
visual
manusia.
Kemampuan
tingkat
tinggi
mencakup
bidang
seperti pendeteksian
objek, pengenalan
objek,
pendeskripsian
objek,
pembuatan
objek
tiga dimensi
dari
citra
dua dimensi,
dan
penerjemahan/mengartikan
suatu gerakan.
Jika sistem
visi komputer
dapat
melihat
dan
mengenali
objek
serta
menengekstraksi
informasi
yang
ada pada
sebuah
objek,
maka
untuk
mengidentifikasi
ataupun
mengautentifikasi
citra
yang
sedang
diobservasi
dan
membuat
sebuah
objek
asal
menjadi
sebuah
objek
yang mempunyai
identitas
yang
dapat
dibedakan
satu
dengan
lainnya
dibutuhkan
intelijensia
semu
(artificial
intelligence)
untuk dapat
membedakannya.
Dengan
penggunaan
intelijensia
semu
komputer
dapat
menentukan
identitas
sebuah
objek dengan
menggunakan
berbagai
informasi
yang didapatnya
sehingga
komputer
dapat
melihat
dan
mampu
membedakan
bermacam-macam
citra
seperti
halnya
manusia
yang
melihat
dengan
mata dan menggunakan
otak
untuk
membedakan
objek-objek yang dilihatnya.
Sistem seperti
ini,
yang
menggabungkan
sistem
penglihatan
komputer
dengan sistem
intelijensia
semu,
adalah sistem
yang dinamakan
sistem
intelijen
visual (visual intelligence system). Dengan kombinasi antara kedua sistem
mata
dengan
sistem
otak
pada
komputer,
maka sistem
intelijen
visual
ini
akan
dapat
melahirkan
sebuah
teknologi
canggih
yang sering
kita sebut
dengan
teknologi biometrik.
|