|
19
mengenali adanya nomor yang ditekan (baik pulse maupun DTMF). Segera
setelah central office mendapatkan nomor pertama, nada panggil diberhentikan.
Setelah semua nomor ditekan, komponen dalam jaringan telepon
membuat koneksi ke pihak yang dituju dan ringing voltage generator
dihubungkan untuk membuat telepon yang dituju berdering (dengan asumsi tidak
sibuk). Ketika pihak
yang dituju
mengangkat, pihak central office
untuk telepon
tersebut
mendeteksinya
dan
memutuskan ringing
voltage generator. Lalu sirkut
audio untuk kedua telepon yang berpartisipasi dihubungkan dan percakapan
dapat dimulai. (Schweber, 1991)
2.5.2
PSTN (Public Switched Telephone Network)
Sistem komunikasi
konvensional
atau
yang
dikenal
dengan
Public
Switched Telephone Network (PSTN)
telah
berkembang
sejak
ditemukannya
transmisi
suara
melalui
kawat
pada
tahun
1876
oleh
Alexander
Graham
Bell,
yang
dikenal
dengan
ring-down
circuit. Ring-down
circuit
berarti
tidak
ada
pemanggilan (dialing) nomor, namun menggunakan sebuah kawat fisik untuk
menghubungkan dua devices. Secara mendasar, seseorang mengangkat telepon
dan orang lain berada diujung lainnya (tidak ada ringing).
Sistem ini
kemudian
berkembang
dari
transmisi
suara
satu
arah,
dimana
hanya
satu user
dapat
berbicara,
menjadi
transmisi
suara
bi-directional
(dua-
arah),
yang
memungkinkan
kedua
user
dapat
berbicara. Untuk
memindahkan
suara sepanjang kawat diperlukan kabel
fisik antar tiap
lokasi dimana user
ingin
melakukan panggilan.
|