Home Start Back Next End
  
46
cukup besar. Dengan demikian, perancangan tata letak yang baik harus
mampu
meminimalkan
aktivitas-aktivitas perpindahan bahan. Tata
letak
sebaiknya dirancang sedemikian rupa sehingga memungkinkan jarak
angkut dari masing-masing fasilitas dapat diminimalisir.
4.   Berkurangnya waktu tunggu, kemacetan dan kesimpangsiuran.
Waktu tunggu dalam proses produksi (production delays)
yang berlebihan
akan dapat dikurangi dengan pengaturan tata letak yang terkoordinasi
dengan baik. Banyaknya perpotongan dari suatu lintasan produksi
seringkali menyebabkan terjadinya kemacetan-kemacetan.
5.   Adanya
jaminan
keamanan,
keselamatan,
dan
kenyamanan
bagi
tenaga
kerja.
Para tenaga kerja tentu saja menginginkan bekerja dalam
lingkungan yang
aman,  nyaman  dan  menyenangkan.  Hal-hal  yang  dianggap
membahayakan bagi kesehatan dan keselamatan kerja harus dihindari.
6.   Waktu proses manufaktur yang lebih singkat.
Dengan
memperpendek
jarak
antara operasi
satu
dengan
operasi
berikutnya,   maka   waktu   yang   diperlukan   dari   bahan   baku   untuk
berpindah   dari   satu   stasiun   kerja   ke   stasiun   kerja   lainnya   dapat
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter