Home Start Back Next End
  
31
i
µ
(untuk selanjutnya, Y, X, b dan e akan digunakan
untuk menunjukan
matriks).
Untuk
memperoleh
nilai-nilai
b, jumlah kuadrat deviasi harus diminimumkan:
Se
=
e
'
e
=
(Y -
Xb) '(Y -
Xb)
,
(2.20)
Dimana
e =
' =
(Y - Xb)
'
,adalah transpose e. Dengan demikian
e e =
' e =
(Y '- b ' X ')(Y -
Xb)
(2.21)
=
Y
'Y - Y ' Xb - b ' X 'Y + b ' X ' Xb
=
Y
'Y - 2b ' X 'Y + b ' X ' Xb
Karena b’X’Y’ adalah suatu skalar dan oleh karenanya sama dengan transpose, Yxb.
?e ' e
2
X
'Y + 2
X
'
Xb =
0
=
-
?b
X
'Y
=
X
'
Xb
Dan
b
=
(
X
'
X
)
-1
X
'Y
(2.22)
Dimana (X’X)
-1
adalah kebalikan (invers) dari (X’X).
Pedekatan 
ini 
baik 
sepanjang 
X’X 
mempunyai 
suatu 
kebalikan 
tetapi 
jika
terdapat  multikolinearitas,  komputasi  matriks  kebalikan  menjadi  meragukan.  Karena
akan menghasilkan
nilai determinant nol pada matriks invers.
2.5.3 Koefisien Determinasi
Kuadrat  koefisien  korelasi 
ini  disebut  koefisien  determinasi
R²
.  R  sendiri
Y
Y
dikenal
sebagai
koefisien
korelasi
berganda,
yang
merupakan
korelasi
antara
variabel
tak
bebas
Y dengan
taksiran
Y
berdasarkan
variabel-variabel
bebas
berganda.
Dengan
demikian seringkali dituliskan sebagai
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter