23
Umumnya
korban
dalam
baikin
ijime adalah anak yang sulit
menyesuaikan
diri
dengan
teman-teman
sekelasnya,
kemudian
tindakannya
sama
sekali
tidak
sejalan dengan temna-temannya itu. Seperti ia sering meninggalkan barang
dalam kelas
(ceroboh),
tidak
pandai
dalam
merapikan
baik
barang
maupun
penampilannya sehingga memberi kesan kotor dan jijik, dan juga memiliki
kelainan
fisik
atau mental
misalnya memiliki
penyakit
kulit
seperti
alergi
atau
penampilan luarnya atau fisiknya yang aneh.
5. Fuzake no ijime (??????)
Disebut
fuzake
karena
ijime
ini
dilakukan
dalam bentuk
sebuah
permainan
kelompok.
Oleh
karena
itu,
apapun
yang
terjadi
pada ijimerarekko bukanlah
tanggung jawab kelompok dan juga ijimekko tidak akan
mereasa bersalah karena
menurut mereka, mereka sedang melakukan permainan, namun sebenarnya
permainan
ini
memiliki
tujuan
lain
yaitu
untuk
menjahili
teman
yang
mereka
tidak sukai itu. Biasanya korbannya adalah anak yang sama dalam setiap
permainan dan permainan ini akan terus berlanjut sampai selesai.
Jika dilihat oleh orang
awam terjadinya peristiwa fuzake ijime
ini,
ijimekko akan
berandil bahwa mereka sedang melakukan permainan biasa dan memang terlihat
seperti sedang bermain, karena itu banyak orang yang melihat namun tidak dapat
menyangka bahwa itu merupakan tindak ijime.
6. Mushisuru ijime (??????)
Disebut mushisuru
karena mereka mengabaikan dan tidak memperdulikan
temannya.
Namun
ijime ini tidak dibarengi dengan penyerangan fisik karena
mereka
mengabaikan keberadaan ijimekko serta
mereka akan
mengeluarkan
|