Home Start Back Next End
  
25
keluar
dari
kelompoknya
dan
mereka
membuat
kelompok
tsuppari
group
baru
dan
mereka
pun
mulai
melakukan
tindak
ijime lagi pada salah seorang anggota
atau sebagian kecil anggotanya sebagai tindak balasan atas apa yang pernah
dialaminya.
2.5 Teknik Montase Menurut Albertine Minderop
Kata montase berasal dari perfilman, yang berarti memilah-milah, memotong-
motong, serta menyambung-nyambung (pengambilan)
gambar
sehingga
menjadi
satu
keutuhan. Prinsip montase menggunakan teknik arus kesadaran dan merupakan esadaran
egosentris  sang  tokoh  yang  menampikan  alat  pengawasan  seperti  “multiple-view,”
“slow-ups,” “fade-outs,” “cutting,” “close-up,” “panorama,” dan “flasg-backs.”
Teknik
montase
di
dalam bidang
perfilman
mengacu
pada
kelompok
unsur
yang
digunakan untuk memperlihatkan antar hubungan
atau
asosiasi
gagasan,
misalnya
pengalihan imaji yang mendadak atau imaji yang tumpang-tindih satu dan lainnya.
Seperti yang di kemukakan Humprey dalam Albertine (2005:151):
”Montage”
in
the
film sense
refers
to
a
class
of devices
which
are
used to
show
interrelation or
association
of
ideas,
such as
a
rapid
succession
of
images
or
superimposition of image on image or the surrounding of vocal image by related
ones.
Terjemahan:
Penyampaian ide pada fotografi memanfaatkan gambar tunggal, sedangkan pada
sinematografi
memanfaatkan rangkaian gambar.
Jadi
sinematografi
adalah
gabungan antara fotografi dengan
teknik rangkaian gambar atau dalam
sinematografi disebut dengan teknik montase (montage).
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter