|
23
Selama
waktu
ini Hatsudoki
Seizo
memfokuskan untuk
produksi
truk
untuk
militer,
mdtor,
dan
kendaraan kecil
beroda
tiga
yang
dapat
dengan
mudah melewati jalan-jalan
I
dJ lorong-lorong
sempit
di
Jepang.
I
MJskipun
dorongan
dari
militer, sehingga
pesanan
pembelian
besar untuk kendaraan
I
i
beirnotor
domestik, mobil
penumpang dianggap
terlalu
berisiko
untuk
investasi
mlmfaktur
besar
Jepang. Karena
kekurangan
alat
mesin
yang
canggih
dalam
I
infrastruktur di
Jepang sehingga
hanya
diproduksi 1.000 mobil penumpang pada
tahun
19?9,
sementara
impor hampir 15.000,
terutama dari
Amerika Serikat.
Monopoli
asing
dalam
pasar
mobil
Jepang
ini
berakhir
dengan
pengambilalihan
oleh
militer
pemerintah
Je11ang pada
pertengahan
1930-an.
UU
yang
mengatur
Industri
Manufaktur
Otomotif
I
ter
ebut diberlakukan
pada tahun 1935,
memberikan
insentif pajak dan tunjangan
lain
I
!
un
uk produsen
kendaraan
bermotor
dalam
negeri.
Namun,
baik
Perusahaan
maupun
Ha sudoki
Seizo
bisnis
otomotiflainnya di Jepang
bersedia
mengambil
risiko
berinvestasi
'
di
mobil
penumpang,
tapi terus
untuk memusatkan
perhatian
pada kebutuhan
perang,
ter\Jtama truk
militer
kelas
menengah
dan
persenjataan.
Pa?a
tahun
1930
Hatsudoki Seizo
menjadi
bisnis
otomotif
Jepang
untuk
pertama
kalinya
i
menghasilkan kendaraan roda
tiga
dengan
mesin
yang
diproduksi di
dalam
negeri.
I
Sehagai hasil dari
reputasinya
sebagai
mesin
dan
produsen kendaraan kecil,
Hatsudoki
I
Sejzo semakin
diandalkan
oleh
militer,
dan perusahaan
mulai
dikembangkan;
pabrik
be
ar pertama
dibuka
di Ikeda
pada tahun
1939.
|