|
12
b.
Penalaran
berbasis kasus (Case-Based
Reasoning)
Pada : penalaran
berbasis
kasus,
baris
pengetahuan
akan
berisi
solusi-solusi yang
telah
dicapi
sebelurnnya,
kemudian
akan dihasilkan
suatu solusi berdasarkan
fakta yang
ada.
Benttlk
ini
digunakan apabila user
menginginkan
untuk
tahu
lebih
banyak
lagi
pada
kasus-
'
!
'
kasus
yang
hampir
sama.
Selain
itu,
bentuk
ini
juga
digunakan
apabila kita
telah
memiliki
sejumlah
situasi
atau kasus
tertentu
dalam basis pengetahuan
dalam
jumlah
yang
mencukupi,
sehingga
solusi
yang dikeluarkan
pun akan
lebih akurat.
Dalam
mencapai
suatu
solusi,
akan
sampai
ke
tahap
inference
engine atau
mesin
inferensi,
yang
digunakan
untuk
mencapai
suatu kesimpulan
berdasarkan
fakta-fakta
atau
aturan-aturan
yang
ada. Dalari:t
mencapai
suatu
kesimpulan,
ada 2 cara
yang digunakan,
antara
lain:
1.
Forward
Chaining
Cara
h1i dimulai dengan
mencocokan
fakta
atau
pemyataan
dimulai
dengan bagian
sebelah
kiri
(IF)
dulu.
Atau
dengan
kata
lain,
penalaran dimulai dari
penelusuran
fakta-fakta lebih
dulu
untuk
mencari
kebenaran
dari
suatu
hipotesis. Operasi dari sistem
forward chaining
dimulai
dengan
memasukkan
sekumpulan
fakta
yang
diketahui
ke dalam
memori
kerja
(working
memori),
kemudian
menurunkan
fakta
baru berdasarkan
aturan
yang premisnya
cocok
dengan
fakta
yang
diketahui.
Proses
ini
dilanjutkan
lagi
sampai
dengan
mencapai
goal
atau tidak
ada
lagi aturan
yang premisnya
cocok
dengan
fakta
yang diketahui.
Operasi
tersebut
dapat digambarkan
seperti
gambar
dibawah
ini:
|