|
14
Backward Chaining
Cara
ini dimulai
dengan
mencocokan fakta
atau
pemyataan
dimulai
dari
bagian
kanan
i
(THEN
dulu).
Dengan
kata
lain,
penalaran
dimulai
dari
hipotesis
terlebih
dahulu,
dan untuk
penguj)an
kebenaran
dari
hipotesis
tersebut
harus
ditelusuri
dari
fakta-fakta
yang
terdapat
dalam
basis pengetahuan.
Menurut
htto://komunitasblog.info/kuliahlit-articles/metode-inferensi.html:
Prosedur
pencarian
dengan
menggunakan
pendekatan
goal-driven,
dimulai
dari
harapan
apa
yang
akan
terjadi (hipotesis)
dan
kemudian
mencari bukti
yang
mendukung
(atau
berlawanan)
dengan
harapan
kita. Sering
hal
ini
memerlukan
perumusan
dan pengujian
hipotesis
sementara.
Jika
suatu
aplikasi
menghasilkan tree yang
sempit
dan
cukup
dalam,
maka
gunakan
backward chaining.
Contoh:
Terdapat
10 aturan
pada
basis pengetahuan
dan
fakta
awal
yang diberikan
sebagai
berikut.
Rl : if A and
B
then
C
R2: ifC then
D
R3: ifAandEthenF
R4 :
if
A
then
G
RS:
ifF and G then
D
R6: ifG and E then
H
R7: ifC and H then I
|