|
8
-
Untuk
menyediakan
dasar
substansial
untuk
mengatasi
data
semantik,
konsistensi, dan
redudansi,
yang
pada
laporan
penelitian E.
F.
Codd
disebut
dengan
konsep
relasi
normalisasi
yang
artinya
relasi
tersebut tidak
boleh
ada
suatu
kelompok
perulangan.
-
Memungkinkan
ekspansi
dari
set-oriented
DML
(Data
Manipulation Language).
Ketertarikan
vendor-vendor
besar
terhadap
model
relasional
ini
terlihat
dari
tiga proyek
yang paling
menonjol
namun dengan perspektif yang
berbeda.
Proyek
paling
pertama
dilakukan oleh
IBM
San
Joses
Reseach
Laboratory
di
California,
dimana
prototipe
dari
relasional
DBMS
System
R
dikembangkan pada
akhir
tahun
1970-an.
Proyek
ini
bertujuan
untuk
membuktikan kepraktisan
model
relasional
dengan
menyediakan
implementasi
dari
struktur
data
dan
operasi.
Tujuan
lainnya
adalah
juga
untuk
membuktikan bahwa
model
relasional
merupakan
suatu
implementasi
dari sumber
informasi
yang
sangat baik seperti
manajemen transaksi, kontrol
konkurensi, teknik
recovery,
optimasi
query,
keamanan
data
dan
integritasnya, faktor
manusia,
dan
antarmuka
pengguna.
Proyek
ini
mempelopori
penelitian-penelitian pengembangan
prototipe
lainnya
yang
berdasarkan
pada
model
relasional
tersebut.
Proyek
System
R
memiliki
dua
inti pengembangan,
yang pertama
adalah pengembangan dari
struktur bahasa
query
yang
dinamakan sebagai
SQL
(Structured
Query
Language),
yang
secara
resmi
menjadi standar
oleh
ISO
(International
Organization
for
Standarization)
dan secara de facto
menjadi bahasa standar
yang digunakan
|