Home Start Back Next End
  
16
Dengan
kata
lain,
tampak
bahwa
ratusan gen setidaknya
ikut mempengaruhi
ciri
kepribadian, begitu juga halnya lingkungan. Sehingga baik keturunan dan lingkungan
sama-sama
memberikan pengaruh
kepada
kepribadian
seseorang.
Akan
tetapi,
gen
juga
mempengaruhi
fungsi
otak
yang pada
gilirannya
mempengaruhi
bagaimana
orang berinteraksi dengan lingkungan mereka (2006, p228-229).
2.   Penghargaan Diri.
Hal
ini
berhubungan
dengan
kemampuan seseorang untuk
menilai
diri
dan
citra diri. Terdapat penelitian mengenai penghargaan diri dan implikasi sosialnya.
Ringkasan
karya
terbaru menunjukkan bahwa
orang
dengan
penghargaan
diri
lebih
tinggi memiliki sikap, perasaan,
dan kepuasan hidup yang positif dan tidak terlalu
cemas,
putus
asa,
dan
depresi. Jika
penghargaan
dirinya
rendah dan
tidak
percaya
kepada
kemampuan
berpikirnya,
maka seseorang
mungkin
akan
takut
mengambil
keputusan, lemah dalam bernegosiasi dan keahlian interpersonal, seta menjadi malas
atau
tidak
dapat
berubah,
sehingga
pada
akhirnya
sifat-sifat
seperti
itu
mungkin
akan mempengaruhi perilaku dan kepribadian seseorang (2006, p230).
3.   Interaksi Manusia-Situasi
Dikatakan bahwa orang itu
tidak statis, bertindak sama dalam semua situasi,
tetapi
selalu berubah
dan
fleksibel.
Sebagai
contoh,
karyawan
dapat
berubah
tegantung pada situasi tertentu dimana mereka berinteraksi (2006, p231).
4.   Proses Sosialisasi
Peranan
manusia,
kelompok,
dan terutama organisasi
yang sangat
mempengaruhi kepribadian individu semakin dihargai. Dampak yang berkelanjutan
dari  lingkungan  sosial
secara  umum
disebut  proses
sosial.  Proses
sosial
secara
khusus relevan dengan perilaku organisasi karena proses
tidak ditentukan pada awal
masa
kecil,
melainkan
terjadi
sepanjang
kehidupan
seseorang.
Fakta
menyatakan
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter