![]() 13
M
enurut
Niswonger
et
al
(1999, p 326),
standar
kredit
digunak an
o
leh
b
any ak
p
erusahaan
untuk memutuskan p elanggan
mana
y
ang p antas
mendap at
kredit
dan
seberap a besar kredit
y
ang
dap at
mereka
terima. Penentuan standar kredit
mengharuskan
p
erusahaan untuk menilai kredib ilitas dan
kualitas kredit p elanggan.
Secara tradisional, p enilaian kredib ilitas p elan ggan
melib atkan p ertimbangan atas 5K :
1.
Karakt er,
men gacu
p
ada
p
robabilitas
bahwa
p
elan ggan
ak an
men ghormati
kewajibanny a.
Bany ak manajer kred it bersikeras bahwa k arakter merup akan hal
y
ang
terp enting. Karakter
men cerminkan k ejujur an p elan ggan
dan
tanggun g
jawab
mor al
y
ang dimilik i
p
elan ggan
untuk
men ghormati
utan g.
Para
man ajer
kr edit
serin gkali
mencar i
informasi
men genai
k
arakter
p
elanggan
den gan
meny elidik i suatu
komunikasi bisnis. Peny elidik an
semacam
ini d ap at
dilakukan
melalu i
bankir-b ankir
lokal, p engacar a, kreditor lain dan bahk an p ara p esaing.
2.
Kap asit as,
mengacu
p
ada
kemamp uan
p
elan ggan
untuk
membay ar.
M
anajer
kred it
menilai faktor ini
den gan
men gkaji ulan g catatan p embay aran p elanggan di
masa lalu,
p
engetahuan umu m men genai b isnis p elan ggan d an bar an gkali observ asi atau op erasi
p
elanggan.
3.
Kap it al,
mengacu
p
ada
kond isi
umu m
bisnis
p
elan ggan
sep erti
y
ang
dip erlihatkan
oleh
lap oran
keuan gan. M anajer kr edit
biasany a
memberik an p erhatian khusus
p
ada
ukuran
solvensi
dan
likuid itas
serta
rasio-rasio
sep erti
rasio
modal
ker ja
d
an
rasio
lancar.
4.
Kolat eral,
men gacu
kep ada
aktiva-aktiva
y
ang
akan
digunakan
p
elan ggan
sebagai
jamin an
untuk
kredit.
Institusi
atau
lembaga
keuan gan
biasany a
meminta
kolateral
|