|
43
2.8.1. Algoritma Sandi Kriptografi
Algoritma
sandi
adalah
algoritma
yang
berfungsi
untuk
melakukan tujuan
kriptografis. Algoritma tersebut harus memiliki kekuatan untuk melakukan:
Konfusi
atau
pembingungan
(confusion),
dari
teks
terang
sehingga
sulit
untuk
direkonstruksikan secara langsung tanpa menggunakan algoritma dekripsinya
Difusi
atau
peleburan (difusion),
dari
teks
terang sehingga karakteristik dari
teks
terang
tersebut
hilang.
Dan
sehingga dapat
digunakan untuk
mengamankan
informasi.
Pada
implementasinya sebuah
algoritma
sandi
harus
memperhatikan kualitas
layanan
atau
Quality
of
Service
(QoS)
dari
keseluruhan sistem
di
mana
dia
diimplementasikan. Algoritma
sandi
yang
handal
adalah
algoritma
sandi
yang
kekuatannya terletak
pada
kunci,
bukan
pada
kerahasiaan
algoritma
itu
sendiri.
Teknik
dan metode untuk menguji kehandalan algoritma sandi adalah kriptanalisa.
Dasar
matematis yang mendasari proses enkripsi dan dekripsi adalah relasi
antara
dua
himpunan
yaitu
yang
berisi
elemen
teks
terang
(plaintext)
dan
yang
berisi
elemen
teks
sandi
(ciphertext).
Enkripsi
dan
dekripsi
merupakan fungsi
transformasi
antara
himpunan-himpunan tersebut.
Apabila
elemen-elemen
teks
terang
dinotasikan
dengan P, elemen-elemen teks sandi dinotasikan dengan C, sedang untuk proses enkripsi
dinotasikan dengan E, dekripsi dengan notasi D.
Enkripsi : E(P) = C
Dekripsi : D(C) = P atau D(E(P)) = P
|