|
17
2.1.5.3 Observasi
M
enurut Sugiy ono (2008, h.203), observasi
seb agai teknik
p
engump ulan
data
memp uny ai
ciri
y
ang
sp esifik
bila
dibandin gkan
den gan
teknik lain,
y
aitu wawancara dan kuesioner. Kalau
wawancar a d an kuesion er
secara
berko munikasi
d
en gan or an g, mak a
observasi
tiid ak terbatas p ada
orang, tetap i juga oby ekoby ek alam y ang lain.
Sutrisno Hadi
(1986) men gemukak an bahwa
observasi
merup akan
suatu p roses y ang komp leks, suatu p roses y ang tersusun dari b erbagai p roses
biolo gis
dan p sikhologis.
Dua diantara y ang terp enting ad alah p roses-p roses
p
enghematan dan
in gatan.
Dari segi p roses p elaksanaan p engump ulan data, observasi dap at
dibedakan
menjadi :
1. Observasi Berp eranserta
Dalam
observasi
in i,
p
eneliti
terlibat
den gan
kegiatan
sehari-har i
oran g
y
ang sedan g diamati atau y ang digunak an sebagai sumber d ata p enelitian.
Samb il
melakukan p engamatan, p eneliti
ikut
melakukan ap a
y
ang
dikerjak an oleh sumb er data, dan
ikut
merasak an suka dukany a.
Dengan
observasi
p
artisip an
ini
maka
data
y
ang
dip eroleh akan lebih len gk ap ,
tajam, dan samp ai
men getahui
p
ada
tingkat mana
dari
setiap p erilaku
y
ang namp ak.
2. Observasi Nonp artisip an
Bila dalam observasi p artisip an p eneliti terlibat
langsun g d en gan aktivitas
orang-or an g y ang sedan g diamati,
maka d alam observ asi
non p artisip an
p
eneliti tidak terlibat dan hany a sebagai p engamat indep enden.
|