|
Yuliana Dewi Hertantry/ 1000868485
Page | - 125 -
maksud tersebut maka suatu kawasan
Wisata budaya dan wisata heritage
perlu mempertimbangkan :
1) Jarak atau
rute
yang praktis dimana semua objek dan elemen
sepanjang
rute terfasilitasi dan tergambarkan.
Ruang
sebagai
tempat
pergerakan
manusia hendaknya menunjukkan keharmonisan dan terintegrasi antara
satu dengan yang lainnya.
2) Kondisi
Lingkungan
merupakan
objek
dalam
pergerakan
harus
sesuai
dengan persepsi pengunjung. Dengan demikian kawasan Wisata budaya dan
wisata
heritage
yang dibuat bukan hanya
mempertimbangkan objek dengan
ruang saja tetapi juga objek dengan pengunjung.
3)
Rangkaian
unsur
unsur
dalam
ruang
harus
tertata
dengan
baik
dan
dalam
suatu
rangkaian
yang
dapat
diintepretasikan
oleh
pengunjung.
Kaitannya dengan tapak
yang
ideal dari
suatu kawasan Wisata budaya dan
wisata
heritage
maka
fungsi
suatu
tapak
harus
serasi
dengan
kondisi
dari
tapak itu sendiri.
Ada
3
aspek
utama
yang
harus
diperhatikan
dalam
perencanaan
tapak Wisata budaya dan wisata heritage yaitu:
a)
Keterpaduan
rencana
dan desain;
aspek
ini
mencakup
profesionalisme dalam pengembangan kawasan pemilik,
pengembang, bank, industri, partisipasi masyarakat dan sebagainya.
|