|
Yuliana Dewi Hertantry/ 1000868485
Page | - 13 -
dari pada kelompok klan atau keluarga. (2) Sebuah tempat dimana terdapat
adanya kesempatan-kesempatandan permintaan-permintaan yang
mewujudkan terciptanya
system pembagian kerja, kelas,
lapisan social
yang
mengakui adanya perbedaan-perbedaan dalam hal
fungsi,
hak keistimewaan,
dan tanggung jawab sosial.
Kota
selalu mengalami
perkembangan
dari
waktu
ke
waktu.
Perkembangan menyangkut aspek politik, sosial, budaya, ekonomi,
teknologi dan fisik. Oleh karena kota merupakan sebuah proses, maka dalam
perkembangannya ia juga membentuk sejarah.
Banyak perancang kota (khususnya para arsitek) yang menganggap
lingkup materi teori perancangan kota sudah tercapai pada saat
memperhatikan kota sebagai produk karena mereka berfokus secara khusu
pada sesain artefak-artefak. Tetapi, lingkup perancangan kota lebih luas.
Istilah perancangan menurut definisinya sudah berarti kegiatan yang
tercapai
melalui
proses
tertentu.
Setiap kegiatan membutuhkan
waktu
yang
melibatkan
faktor
yang
lebih
banyak. Kenyataan tersebut dapat diamati
dengan
baik
melalui
bidang
sejarah
kota.
Mengapa
kota
di
dirikan?
Mengapa
kota
berkembang?
Bagaimana cara perkembangannya?
Melalui
siapa? Dengan menggunakan apa ia bisa berkembang?
Pertanyaan tersebut melibatkan banyak faktor dan aktor. Jawabannya
hanya dapat ditemukan pada saat kita memperhatikan lingkup proses yang
berlangsung
di
dalam pembangunan
dan
pengelolaan
kota.
Artinya
bidang
perancangan
kota
membutuhkan
sudut
pandang
yang
lebih
luas
daripada
|