|
Perlu
dilakukan
analisa telebih
dahulu
terhadap
objek
utarna yang
yang
mempengaruhi
kegiatan
dan
kebudayaan
masyarakat
sebagai
identitas. Identitas
tersebut
memberikan
citra
khusus terhadap sebuah
lingkm1gan.
Tradisi
dan
identitas
tersebut
harus
disesuaikan
dengan
mempertinggi
dengan
sensitivitas
kita,
interpretasi
kita, sisi
manakal1
yang
kita perlukan
demi
masa
kini
dan
masa
depan.
Tradisi
diinterpretasi
kembali
dengan
menggtmalcan
idiom
kontemporer,
yang
mana
bentuk
tradisional
formal
tidak
dibuang
melainkan
ditransformasi
melalui
jalan penyegaran
kembali.
Perlu
dilakukan
ru1alisa
terhadap
konteks
sebuah
wi!ayah
m1tuk
menciptakan
sebuall
bangunan
yang
kontekstual dengan
wilayalmya.
Perancangan
didasarkan
atas
kegiatan
masyarakat
serta
kebutuhan
lingkungan
dengan
mempertahrulkan
nilai-nilai
positif
sebuah
wilayah
dan
menyediakan
ruang
m1tuk
sebuah tradisi
yang
dibutuhkan pada
masa
sekarang
tetap
ada
dan
berkembang
sehingga
bermanfaat
bagi
lingkmlgarmya.
Sebuall
lokalitas
dapat
dirubah
jika
memiliki
darnpak
negatif
dengan
didasarkan
bukan
hanya
sekedar
memenuhi
kebutuhan.
Modifikasi
tersebut
dilakukan
dengan
mengarallkannya secara
desain
arsitektural.
"
The purpose of architecture is to move us."(Le
Corbusier,1923).
Perancangan
arsitektur berdasarkan
lokalitas
bukan
hanya meminjarn
material
atau
mengopi
sebuah
contoh kontruksi
dari sesuatu
satu atau
dua
abad yang
lalu,
tetapi
harus
mulai
mengetahui
tentang diri
kita, tentang
lingkm1gan
m1tuk
mengkreasikan
sebuah
arsitektur yang
bertradisi
lokal
dengan
sentuhan keindahan
personal
yang
membuat masyarakatnya
memiliki
perasaan
memiliki
terhadap
lingkungan
dan
|