|
59
rectum. Suhu tubuh normal
berkisar antara
36,5 37,2 °C. Suhu abnor mal
d
i
bawah 36°C.
Den gan demam p ada umumny a diartikan suhu tubuh di atas
37,2°C.
Hip erp eriksia adalah
suatu keadaan k enaikan
suhu tubuh samp ai
setin ggi
41,2 °C
atau lebih, sedan gkan hip otermia
adalah kead aan suhu tubuh di
bawah 35°C.
Biasany a
terdap at
p
erbedaan antara
p
engukuran suhu tubuh di
aksila
dan oral
maup un
rektal.
Dalam
kead aan
biasa
p
erbedaan
in i
berkisar
sekitar
0,5 °C;
suhu
rektal lebih tin ggi d arip ada suhu oral.
Dalam beb erap a kead aan dip erlukan p en gukuran suhu
y
ang
leb ih akurat
sep erti p ada
p
asien
y
ang
bany ak berkeringat atau dengan frekuensi
p
ernap asan
y
ang tinggi. Pada k eadaan tersebut, lebih b aik d iukur suhu rektal k arena p erbedaan
y
ang mun gkin didap atkan p ada p engukuran
suhu di b erbagai temp at dan men cap ai
2-3°C.
demam
p
ada
mamalia
dap at memberi
p
etunjuk bahwa
p
ada
temp eratur
39°C,
p
roduksi
antibodi
dan
p
roliferasi
sel
limfosit-T
menin gkat
samp ai
20
kali
dibandin gkan d en gan k eadaan temp eratur normal(37 °C). Dalam
evo lusi
kehidup an, tubuh telah
mengemban gk an
suatu
sistem
p
ertahanan y ang cukup
amp uh
terhadap infeksi
dan p eninggian
suhu
b
adan memberik an
suatu
p
eluan g
kerja
y
an g op timal
untuk
sistem
p
ertahanan
tubuh.
Demam
terjadi
karen a
p
englep asan
p
irogen
dari
dalam
leukosit
y
ang
sebelumny a
telah
terangsan g oleh
p
irogen eksogen y ang
dap at berasal
dari
mikroor gan isme
atau merup aka
suatu
hasil reaksi
imunolo gik
y
ang
tidak b erdasarkan
suatu
infeksi.
Dewasa
in i didu ga
bahwa p irogen
ad alah
suatu p rotein
y
ang identik d en gan
interleukin-1.
Di d alam
hip otalamus zat
ini meran gsan g p englep asan asam arakidon at serta men gak ibatkan
p
eningkatan sintesis p rostaglad in E2 y an g
lan gsung
d
ap at
meny ebabkan suatu
p reksida.
ireksida.
|