|
60
Pengaruh p engaturan
autonom
akan men gak ibatkan
terjadiny a
vasokonstrik p erifer
sehin gga p en gelu aran
(dissip ation) p anas
menurun dan
p
asien
merasa
demam. Suhu badan d ap at bertambah tinggi
lagi
karen a
p
enambahan p roduksi p anas
dan k arena
kuran g adekuat
p
eny aluranny a ke
p
ermukaan maka r asa demam bertamb ah p ada seoran g p asien.
2.2.4.2
Tipe Demam yang Sering Kita Jumpai
Demam Septik : Pada tip e demam sep tik, suhu badan b eran gsur naik
ke
tingk at
y
ang
tinggi
sekali
p
ada malam
h
ari
turun k embali
ke
tingkat
di
atas
normal
p
ada
p
agi
har i. Serin g d isertai
keluh an
men ggigil dan berker in gat. Bila demam
y
ang tin ggi
tersebut
turun ke
tingkat
y
ang normal dinamakan ju ga demam h ektik.
Demam Remiten : Pada tip e demam remiten, suhu badan d ap at
turun
setiap
hari
tetap i
tidak p ernah mencap ai
suhu bad an normal.
Perbedaan
suhu
y
ang
mun gkin tercatat
dap at
mencap ai
dua
der ajat
dan tidak sebesar p erbedaan suhu y ang dicatat p ada demam sep tik.
Demam
Intermiten
: Pada tip e demam
intermiten,
suhu badan turun
ke
tingkat
y
ang
nor mal
selama
beber ap a
jam
dalam
satu
hari.
Bila
demam
sep erti
ini
terjadi
setiap dua
hari
sekali
disebut
tersiana
dan
bila
terjadi
dua
har i
bebas demam
di
antara
dua
serangan demem
disebut kuartana.
Demam
Kontinyu
:
Pada
tip e
demam
kontiny u
variasi
tubuh
sep anjang
har i
tidak berb eda
lebih dar i
satu derajat. Pada
tingkat
demam y an g terus menerus tinggi sekali disebut
hip erp eriksa.
|