|
93
teknologi
lain.
Istilah
Green Computing
muncul dengan
booming-nya
Energy
Star
ini,
khususnya
merujuk ke
bagaimana
kita bisa efisien dalam konsumsi
energi
pada
penggunaan produk
computing.
Landasan
pergerakannya adalah
kebutuhan
akan
economic
viability
(keberlangsungan
hidup), social responsibility
(tanggung
jawab
sosial)
dan environmental impact
(pengaruh
lingkungan).
Seperti
yang
dikutip dari
website
Romi
Satria
Wahono
(2008), dikatakan
bahwa
para
peneliti
mengurai
definisi Green
Computing
dengan
sudut
pandang
yang
sedikit
berbeda,
diantaranya:
"How
to use your
computer
more
sustainably" (Young
Yi)
"Information
technology that is environmental
friendly
and energy
efficient"
(Wachara
Chantatub)
"The study
and
practice of using
computing resources efficiently" (Rawan M. Al-Ghofaili)
"Reduce the increasing amount
of useless
data/work" (Jordi
Torres)
Lima
kata
kunci
yang
muncul
dari
beberapa
definisi
diatas
adalah,
sustainability,
environmental
friendly,
energi
efficient,
resource
efficient dan
reduce
useless
work.
Temyata
Green
computing
tidak
hanya
membahas
tentang
energy
consumption,
tapi
juga
bagaimana
kita
bisa
menggunakan
komputer
serta
berbagai
tool
dan
content
dengan
Jebih efisien
dan
jelas
manfaatnya.
Yang
menarik
bahwa
Japoran Gartner
(Wahono,
2008)
tentang
10
teknologi
strategis tahun
2008
(10
most strategic technologies
for
2008),
menempatkan isu
teknologi Green
Computing di
nomor
urut
pertama.
Apabila
dianalisis Jebih dalam,
dari
10 teknologi
tersebut,
SOA
dan Web
2.0
tetap
mendominasi,
meskipun
terpecah
di
aspek
misalnya Business Process
Modeling, Metadata Management, Virtualization 2.0,
|