![]() 4
Betawi
adalah
kerumunan
kaum
berdarah
campuran
aneka
suku
dan
bangsa. Apa
yang
disebut
dengan
orang
atau Suku
Betawi
sebenarnya
terhitung
pendatang
baru
di
Jakarta.
Kelompok etnis
ini
lahir
dari
perpaduan
berbagai
kelompok
etnis
yang
lain
yang sudah
lebih dulu
hidup
di
Jakarta,
seperti
orang
Sunda,
Jawa,
Arab,
Bali,
Sumbawa,
Ambon,
Melayu,
dan
Tionghoa.
Menurut
tokoh
dan
beberapa
orang
betawi
asli
berpendapat
bahwa
orang
Betawi
asli
merupakan
orang
yang
dilahirkan
di
Jakarta,
ataupun
mempunyai
asal-usul
keturunan
yang
lahir
di
Jakarta.
Secara
biologis,
mereka
yang
mengaku
sebagai
orang
Betawi
adalah
keturunan
kaum
berdarah
campuran
aneka
suku
dan
bangsa.
Mereka
adalah
hasil kawin-mawin
antaretnis
dan bangsa di masa
lalu.
Disisi
lain,
pengaruh
dari
berbagai
macam
suku
bangsa
dan
daerah
tersebutlah
yang
semakin
membuat
Betawi
menjadi
unik,
terutama
masyarakatnya,
seperti
pada
dialek
yang
digunakan
saat bertutur kata
yang
mengalami
semacam
percampuran
dan terdengar
bervariasi,
dari
unsur
bahasa
Melayu,
bahasa
Cina,
dan Sunda.
Sifat
campur-aduk
dalam
dialek
Betawi
adalah cerminan dari kebudayaan
Betawi
secara
umum,
yang
merupakan
hasil
perkawinan
berbagai
macam
kebudayaan,
baik
yang
berasal
dari
daerah-daerah
lain
di
Nusantara
maupun
kebudayaan
asing.
2.1.1.2
Kebudayaan Betawi
Sejak
pelabuhan
Sunda
Kelapa
dikuasai oleh
kerajaan
Islam
Demak
yang dipimpin oleh
Fatahillah pada
abad-16, Jakarta
terus
disinggahi
oleh
berbagai
suku
bangsa.
Benturan
kepentingan
yang
dilatar
belakangi
oleh berbagai
budaya
tidak
dapat
dihindari.
hasil
dari
pembaruan
antar suku dan
antar bangsa
itu
lambat
laun keturunannya
kehilangan
ciri-ciri budaya
asal
masing-masing
yang
pada akhirnya
semua
unsur
itu luluh
menjadi
sebuah kelompok etnis
yang kemudian
dikenal
dengan
sebutan
orang
Betawi, percampuran
kelompok
etnik
membuahkan
dinamika
kebudayaan
barn, yang
kemudian
disebut
khas
budaya komunitas
Betawi.
Masyarakat Betawi atau biasa
pula
disebut
kaum
Betawi,
sebagaimana
yang
ditampilkan oleh
Mohamad
Husnirharnrin sebagai
ketua
kaum
Betawi,
nama
sebuah
organisasi
yang
masih
bersifat
kesukuan
pada
masa
sebelum
terbentuknya
organisasi-organisasi yang
bersifat
kebangsaan,
awal
abad
ke
dua
puluh.
Dari
masa
ke
masa
masyarakat
Betawi
terus
berkembang
dengan
ciri-ciri
budayanya
yang
makin
lama
semakin
mantap,
sehingga
mudah
dibedakan
dari
kelompok
etnis
yang
lain.
Namun
bila
dikaji
lebih
mendalam
tampak
unsur-unsur
kebudayaan
yang
menjadi sumber asalnya.
Bagi masyarakat
Betawi
sendiri
segala
yang
tumbuh
dan
berkembang
ditengah kehidupan budayanya dirasakan sebagai
miliknya
|