![]() 20
2.4 Data Sejarah Tionghoa di Indonesia
Indonesia
merupakan
negara
yang
mempunyai
berbagai
macam ragam
mulai
dari suku bangsa dan bahasa. Suku bangsa Tionghoa
(Cina) di Indonesia
adalah
salah satu etnis
di Indonesia.
Biasanya
mereka
menyebut dirinya dengan istilah
Tenglang
(Hokkien),
Tengnang
(Tiochiu),
atau
Thongnyin
(Hakka).
Dalam
bahasa
Mandarin
mereka
disebut Tangren
(Hanzi:
??,
"orang
Tang").
Hal
ini
sesuai dengan kenyataan bahwa orang Tionghoa-Indonesia mayoritas berasal dari
Cina
selatan
yang
menyebut
diri
mereka
sebagai
orang
Tang,
sementara
orang
Cina
utara
menyebut diri
mereka sebagai orang
Han
(Hanzi:
??,
hanyu pinyin:
hanren, "orang Han").
Leluhur orang Tionghoa-Indonesia berimigrasi
secara
bergelombang
sejak
ribuan tahun yang lalu melalui kegiatan perniagaan. Peran mereka beberapa kali
muncul
dalam sejarah
Indonesia,
bahkan
sebelum Republik
Indonesia
dideklarasikan dan terbentuk. Catatan-catatan
dari
Cina
menyatakan
bahwa
kerajaan-kerajaan kuno di Nusantara telah berhubungan erat dengan dinasti-
dinasti yang berkuasa di Cina.
Faktor
inilah
yang
kemudian
menyuburkan
perdagangan dan lalu lintas barang maupun
manusia dari Cina ke Nusantara dan
sebaliknya.
Dari tahun 1740 pada
zaman
Batavia, hingga mei 1998 masyarakat Tionghoa
(Cina) mengalami
banyak diskriminasi. Di era Negara Kesatuan Republik
Indonesia ini tercatat dua peristiwa yang dirasakan sebagai pukulan yang
menyakitkan
bagi
masyarakat
Tionghoa
(Cina),
yaitu
peristiwa
G30S
PKI
tahun
1965
dan
kerusuhan
Mei
1998.
Pilihan
dengan
identitas
Indonesia
telah
|